My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Extra Part 4


__ADS_3

Musim dingin tiba, Dexter bersama istri dan ketiga anaknya sedang dalam perjalanan menuju rumah tempat untuk berkumpulnya keluarga Hugo. Awal musim dingin ini, mereka akan berkumpul setelah dua tahun ini mereka semua tidak melakukan acara tahunan itu. Sebenarnya mereka akan berkumpul disaat malam natal tiba, hanya saja beberapa di antara mereka tidak bisa. Akhirnya jadwalnya di majukan. Angin bertiup dengan kencang, matahari mulai terlihat pukul 10 tadi.


Tak lama kemudian mereka tiba di depan sebuah rumah besar peninggalan kakek Dexter yang saat ini di tinggali oleh kedua orang tuanya. Rumah besar itu memiliki halaman luas yang ditumbuhi oleh rumput hijau dan dikelilingi oleh beberapa jenis pohon hias.


Archer dan Amber turun dari mobil dengan memakai mantel tebal. Seorang pelayan menghampiri mereka dan membawa barang-barang mereka ke dalam rumah. Mereka akan menginap disana selama beberapa hari.


"Sayang... ayo.." ajak Dexter membuka pintu mobil. Megan baru saja selesai menyapih Arthur. Dexter lalu mengambil alih Arthur dari gendongan Megan. Mereka lalu masuk ke dalam rumah dan disambut oleh kedua orang tua Dexter. Adik perempuan Dexter juga ada disana bersama suaminya.


"Dad... mom..." ucap Dexter memeluk Elrick dan Clarence bergantian.


"Grandpa merindukan kalian," ucap Elrick memeluk si kembar. Ia lalu menggendong cucunya yang paling kecil.


"Hai kakak ipar, bagaimana kabar kalian," pungkas Briana adik Dexter yang saat ini sedang mengandung memeluk Megan.

__ADS_1


"Kami baik," balas Megan.


"Dimana Aurora?" tanya Megan.


"Sedang bersama pelayan di belakang rumah memberi ikan makan," ucap Briana.


"Ayo kita duduk dulu, yang lainnya belum datang," ajak Elrick yang sedang menggendong Arthur. Kedua saudara perempuan Elrick yang merupakan ibu dari Jack dan Erick sedang dalam perjalanan. Siang ini mereka akan makan siang di halaman rumah dan mengadakan pesta barbeque. Beberapa pelayan sedang menyiapkan semuanya di halaman samping rumah Elrick yang luas. Karena ini hari pertama musim dingin dan juga belum turun salju, dengan begitu mereka bisa menikmati makan siang di luar.


*******


"Huahhhh..... " suara tangisan yang kuat membuat para orang tua terkejut. Suara itu berasal dari Alice Baldemar putri Jack Baldemar dan Vivian. Usianya tak beda jauh dari Arthur. Hanya berbeda 1 bulan lebih saja. Alice punya saudara kembar bernama Aiden.


"Apa yang terjadi, kenapa Alice menangis?" tanya Jack mendengar suara putrinya yang sedang menangis.

__ADS_1


"Alice tidak sengaja terjatuh uncle Jack," jawab Amber yang sedang menenangkan Alice. Anak kecil itu lalu berlari dengan langkah kaki yang tidak seimbang, beberapa kali ia terjatuh. Alice kecil sedang mencari kakeknya.


"Ya ampun.. cucuku jatuh ya.." ucap Max ayah Jack menggendong cucunya.


"Sshh.. cakit..." ucap Alice menunjuk lututnya. Max kemudian meniup lutut Alice yang sakit.


"Sudah... apa masih sakit?" tanya Max. Alice menggeleng. Max lalu menggendong Alice dengan hipseat sama seperti Andrew yang sedang menggendong cucunya Gabriel Rivers. Gabriel merupakan anak dari Erick dan Beatrix.


"Alice sangat manja dengan Max," ucap Anne ibu Jack memotong buah semangka.


"Sama sepertimu dulu pada kakek, bahkan sampai kamu besar," ucap Isabelle saudara kembar Anne. Keduanya lalu tertawa.


"Aunty... Arthur pup..." ucap Aurora kuat. Arthur lalu menangis karena malu, ia akan malu jika ketahuan sedang pup, apalagi di ucapkan berulang kali. Archer mencoba mendiamkan adiknya itu. Sepertinya mereka tidak bisa berbicara dengan santai bersama yang lainnya. Selalu saja ada anak-anak yang menggangu mereka para orang tua.

__ADS_1


"Aku akan lihat Arthur dulu," ucap Megan pada yang lainnya.


"Tidak perlu sayang, biar aku saja," ucap Dexter menahan langkah kaki Megan. Wanita itu lalu mengangguk.


__ADS_2