My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 97: Penjelasan


__ADS_3

Setibanya di depan rumahnya, Dexter membawa Megan menuju kamarnya.


"Hubby.. a..aku tidak tau jika Julian akan bertidak senekat itu," ucap Megan membuka pembicaraan setelah mereka diam sejak dalam perjalanan ke rumah. Sejak Dexter bertanya kenapa ia tidak mengabarinya saat pulang tadi, pria itu tidak berbicara apa-apa lagi.


"Maaf.. maaf karena tidak memberitahumu tadi. Aku salah. Aku pikir Jul__" perkataan Megan terpotong saat Dexter menempelkan jari telunjuknya di bibir Megan.


"Nanti kita bahas lagi. Sekarang kamu mandi dulu, biar pikiran kamu lebih tenang," ucap Dexter mengecup kening Megan.

__ADS_1


Megan mengangguk dan memeluk tubuh Dexter. Ia sangat bersyukur memiliki pria seperti Dexter. Pria itu mengusap rambut kepala Megan.


Lima belas menit berlalu, Megan sudah selesai mandi. Dexter menepuk disampingnya seolah mengatakan agar Megan duduk di sampingnya. Megan kemudian naik ke atas ranjang dan duduk di samping Dexter.


"Kau tau sayang, kau membuatku takut. Tidak menjawab panggilanku beberapa kali saja membuat jantungku berdetak cepat karena cemas. Apalagi sampai Julian menyentuhmu tadi," ucap Dexter memeluk tubuh Megan.


"Aku minta maaf tidak mengabari mu tadi. Ponselku juga dalam mode senyap saat itu," balas Megan merasa bersalah.

__ADS_1


"Aku sudah bilang padanya jika aku sedang diluar bersama Vivian dan Beatrix dan tidak bisa menemuinya. Tapi Julian tetap bersikeras menungguku di sana. Saat kami pulang aku bilang pada Vivian untuk mengantarku ke apartemen untuk memastikan apakah Julian memang datang kesana atau tidak. Dan memang benar, dia ada disana. Aku terkejut melihat keadaannya yang kacau dengan tangan berdarah. Aku mengajaknya ke unit ku untuk mengobati tangannya dan mendengar penjelasan darinya. Dia selalu bilang kata-kata mereka membohongiku berulang kali," ucap Megan menatap Dexter yang masih serius mendengarnya. Pria itu kemudian membawa Megan ke atas pangkuannya.


"Lanjutkan," ucap Dexter melingkarkan tangannya di pinggang Megan.


"Julian mengatakan jika selama ini ibunya dan winter lah yang bekerjasama untuk menjebaknya hingga Julian bisa tidur bersama dengan Winter," ucap Megan.


"Aku tidak tau dia berbohong atau tidak, tapi dengan melihat keadaanya yang seperti itu, sepertinya Julian memang benar. Dia selalu seperti itu jika memiliki masalah berat. Menyendiri dan melukai dirinya sendiri dan tidak ingin berbagi cerita," ucap Megan.

__ADS_1


"Saat itu, aku tidak berpikiran kalau dia akan melecehkan ku. Tapi ketika dia memintaku untuk kembali bersama dan aku menolaknya, dia mulai memaksa ku hingga ingin mencium ku. Saat aku melarikan diri, dia mengejar ku dan membawaku ketempat tidur. Dia sangat kuat hingga aku kesulitan melepaskan diri. Untung saat itu kamu datang dengan cepat," pungkas Megan menceritakan awal mula kejadian itu.


"Sayang berjanjilah padaku, lain kali kamu harus mengabari ku dan jangan menemui pria lain jika itu bukan tempat ramai. Atau kamu bisa mengajak ku," ucap Dexter tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi dengan Megan. Wanita itu kemudian mengangguk dan membenamkan kepalanya di dada bidang Dexter.


__ADS_2