My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 109: Ngidam


__ADS_3

Setelah libur musim dingin berlalu, kini Amber dan Archer kembali sekolah. Keduanya sudah duduk di kelas 1 sekolah dasar terhitung sejak bulan Agustus tahun lalu. Keduanya juga akan merayakan ulang tahun mereka yang ke 7 bulan depan. Yaitu bulan Maret. Pagi ini Dexter dan Megan mengantar mereka kesekolahnya.


"Bye mom, dad, baby.." ucap Amber mengecup perut buncit Megan.


"Kakak sekolah dulu ya," ucap Archer berbisik di depan perut Megan lalu mengusapnya.


"Bye kids, nanti siang mommy akan menjemput kalian. Ingat pesan mommy, jangan pernah mau jika ada orang lain yang tidak kalian kenal mengajak kalian pulang," ucap Megan tidak pernah lupa memperingati kedua anak itu.


"Iya mommy cantik.." pungkas Archer yang tiap hari mendengar pesan yang sama dari Megan. Setelah memastikan si kembar masuk ke dalam sekolah, Megan dan Dexter kemudian pulang.


"Sayang jangan lupa kita ke rumah sakit dulu, pagi ini ada jadwal kontrol kandungan," ucap Megan.


"Iya sayang, aku tidak lupa kok, tenang saja," balas Dexter membawa satu tangan Megan ke atas pahanya dan menyatukan jari tangan mereka. Untuk jenis kelamin bayi mereka belum diketahui mengingat usia kandungan Megan masih 12 minggu. Jenis kelamin bayi akan terlihat saat usia kandungan 18 hingga 22 minggu.


Keduanya tiba di depan gedung rumah sakit ternama di California. Rumah sakit milik keluarga Jack sepupu Dexter. Beatrix dan Vivian juga ditangani oleh dokter kandungan di rumah sakit ini. Hanya saja dokter kandungan yang menangani mereka berbeda. Dexter membuka pintu mobil untuk Megan dan mengulurkan tangannya membantu Megan turun. Sejak tau Megan mengandung, Dexter semakin posesif dan sangat berhati-hati memperlakukan Megan.


"Sayang kamu sudah minum kan susu mu yang aku letakkan di kamar tadi pagi," ucap Dexter. Megan terbelalak. Dexter tampak menghela nafas, istrinya beberapa kali lupa meminum susu khusus untuk ibu hamil. Megan juga tidak berselera untuk makan akhir-akhir ini. Seperti tadi pagi, ia hanya sarapan sedikit saja.

__ADS_1


"Jangan bilang kamu tidak meminumnya," ucap Dexter penuh selidik. Megan lalu menggeleng.


"Susunya tidak enak.. " ucap Megan cemberut.


"Tapi ini demi kandungan kamu sayang. Beatrix dan Vivian minum susu yang sama dengan punya mu. Tapi Erick dan Jack bilang istri mereka menyukainya," ucap Dexter lembut. Karena istrinya itu sensitif sekali di usia kehamilannya yang masih tri semester 1 ini. Dexter sampai bertanya pada kedua sepupunya itu perihal susu kehamilan yang istri mereka minum karena melihat Megan tidak menyukai susu yang diberikan dokter kandungannya.


Ternyata susu yang mereka konsumsi sama saja.


"Tapi rasanya kurang enak," ucap Megan. Ia juga tidak tau kenapa ia kurang cocok dengan susu ibu hamil yang dikonsumsinya.


"Ya sudah, nanti kita tanya dokter apakah ada susu yang lain," ucap Dexter merangkul pinggang Megan dan mengajaknya berjalan menyusuri lorong rumah sakit.


"Pagi Beatrix, Erick. Kalian baru kontrol ya.." tanya Megan.


"Iya, kami baru saja selesai periksa kandungan," balas Beatrix.


"Keponakan ku baik-baik saja kan?" tanya Megan mengusap perut Beatrix.

__ADS_1


"Iya, dia baik-baik saja. Kami tau tidak, baby nya sudah bisa menendang," ucap Beatrix senang mengusap perutnya.


"Wah itu perkembangan yang bagus," balas Megan. Beatrix dan Erick lalu pamit untuk pulang.


Setelah selesai kontrol kandungan Megan, mereka kemudian pulang. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang.


"Sayang.. kamu mau membeli sesuatu tidak? mumpung kita masih di luar. Kamu juga tadi sarapan dikit banget," ucap Dexter sangat perhatian dengan istrinya itu.


"Aku mau makan Ambrosia," ucap Megan. Ambrosia adalah salad buah khas Amerika.


"Hanya itu saja?" tanya Dexter sembari mengemudi.


"Kita berhenti di restoran Asia ya, aku mau makan hot pot disana," ucap Megan yang sedang mengidam.


"Baik sayang, apapun untuk kalian," ucap Dexter.


"Daddy memang yang terbaik sayang.." ucap Megan mengusap perutnya.

__ADS_1


"Kamu tidak masuk kerja hari ini?" tanya Megan.


"Tidak, besok saja. Lagi pula ada Addison," ucap Dexter. Sepertinya ia akan mengurangi pekerjaannya di perusahaannya. Ia hanya ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri dan anak-anaknya.


__ADS_2