
"Apa yang kau lakukan padaku Megan.. aku selalu saja tidak bisa menahan diriku setiap kali berdekatan denganmu," ucap Dexter serak dengan mata yang sudah dilingkupi kabut gairah menatap wajah Megan. Wanita itu tahu dengan jelas ekspresi Dexter yang sedang diselimuti oleh gairah. Tidak..ia harus segera menghentikan ini. Megan menahan bibir pria itu dengan tangannya saat pria itu ingin menyerang kembali bibirnya.
"Dexter... hentikan... acaranya akan segera dimulai. Ku mohon hentikan..kita harus segera pergi dari sini," ujar Megan lembut mengusap lembut wajah pria itu. Seolah membujuk pria itu untuk tidak berbuat lebih lagi.
Lihat, kata-kata wanita itu bagaikan sugesti. Dexter langsung mengangguk. Pria itu melepas ikatan rambut Megan yang tampak digulung.
"Biarkan tergerai, begini lebih baik. Aku tidak suka punggung indah mu terekspos," ucap Dexter merapikan rambut panjang Megan. Wanita itu hanya diam membeku melihat perlakuan Dexter.
"Ayo pergi..." ajak Dexter setelah merasa rambut wanita itu sudah rapi.
"Ka..kamu duluan saja. A.. aku ke toilet dulu," ujar Megan
"Baiklah, jangan lama-lama," balas Dexter.
Megan mengangguk dan pergi dengan langkah yang cepat. Selain merapikan penampilannya, ia juga harus menenangkan jantungnya.
"Sabar... sabar...nanti juga kamu akan dapat giliran," batin Dexter mengusap juniornya.
Dexter kembali ke ballroom hotel.
"Hai Dex.... kamu dari mana saja, aku mencarimu. Ngomong-omong selamat bertambah tua, ku harap milikmu tidak bertambah tua juga.." ujar Jack sepupu Dexter seusianya yang datang bersama Vivian kekasihnya.
__ADS_1
"Sialan kamu.." balas Dexter memberi tinjuan kecil pada Jack yang sedang tertawa seakan mengejeknya. Enak saja mengatakan miliknya tua.
"Ngomong-omong siapa wanita yang ada disamping mu ini?" tanya Dexter.
"Dia kekasih ku, namanya Vivian," pungkas Jack.
Vivian mengenalkan dirinya pada Dexter. Keduanya saling berjabat tangan.
"Aku tidak tau apa yang dilakukan Jack si jelek dan brengsek ini hingga kamu mau dengannya. Bagaimana kalau kamu putuskan saja dia, aku siap menggantikannya," ujar Dexter langsung mendapat tatapan tajam dari Jack.
"Diam lah Dex..jangan mempengaruhi pikiran Vivian. Apa bedanya kita berdua. Kamu juga brengsek bukan?" ucap Jack.
"Ck.. setidaknya aku tidak pernah pacaran dengan 3 orang sekaligus dalam waktu yang sama," ejek Dexter membuat Jack ingin menyumpal mulut sepupunya itu.
"Terserah kamu saja, tapi sepertinya tawaran Dexter menarik juga," ucap Vivian membuat Jack terbelalak.
"Sayang... ku katakan pada mu, tidak akan ada pria di dunia ini yang mencintaimu seperti aku mencintaimu," pungkas Jack.
"Entahlah Jack. Sepertinya rasa percayaku mulai berkurang." Kata-kata itu seketika membuat raut wajah Jack seakan takut jika hubungan mereka berakhir dan Vivian meninggalkannya.
Tatapan Vivian tertuju pada dua sahabatnya yang sedang duduk bersama. "Kalian lanjut saja bicaranya, aku ingin menemui kedua sahabatku dulu," ujar Vivian pergi dengan senyum kemenangannya. Ia ingin sekali tertawa keras melihat wajah cemburu dan takut pria itu. Vivian ingin memberinya hukuman. Apalagi saat tau jika dulu pria itu bisa-bisanya pacaran dengan 3 wanita sekaligus.
__ADS_1
Untuk meninggalkan Jack, mungkin Vivian akan berpikir hingga 100 kali. Rasa cintanya pada pria itu sangat dalam. Begitu juga dengan Jack. Ia tau itu dengan Jelas. Ia sangat tau bagaimana sifat Jack luar dalam. Pria itu adalah laki-laki terbaik baginya. Pria yang sangat mencintainya. Ia tidak peduli dengan masa lalu pria itu. Vivian hanya ingin bersama dengan pria itu dimasa sekarang dan yamg akan datang.
"Sialan... ini semua gara-gara kamu tau. Dia pasti akan mendiami ku setelah ini," ucap Jack frustasi.
"Aku hanya mencoba berkata jujur. Apa itu salah," pungkas Dexter dengan wajah pura-pura lugunya
"Awas saja kamu, aku akan membalas mu nanti," ucap Jack.
"Hei...ada apa dengan kalian berdua," ujar Erick dan Addison yang datang menghampiri Jack dan Dexter. Melihat kedua pria itu sedang cekcok.
"Sepertinya dia dan kekasihnya akan segera putus," ucap Dexter.
"Maksudmu Vivian?" tanya Erick yang sudah mengenal kekasih Jack.
"Yap.." timpal Dexter.
"Bagaimana bisa," tanya Addison.
"Ini semua gara-gara si brengsek yang satu ini," ucap Jack kesal. Setelah ini, ia akan membujuk kekasihnya itu sampai mereka berbaikan kembali.
"Aku turut senang mendengarnya," ujar Erick tertawa.
__ADS_1
"Sialan.. kamu juga sama dengan Dexter," umpat Jack.