
Dexter sudah menyelesaikan sarapannya saat Megan mengajak anak-anak untuk sarapan. Pria itu lebih dulu sarapan karena harus segera pergi ke Florida.
"Bik.. tolong berikan koperku pada Brian, " ucap Dexter pada pelayan. Brian adalah seorang pilot helikopter milik Dexter.
"Baik tuan," tukas pelayan lalu pergi.
"Daddy pergi sekarang?" tanya Amber.
"Yes princess," jawab Dexter.
Keempatnya lalu berjalan menuju sisi kanan rumah besar milik Dexter.
"Astaga... aku baru tau jika Dexter punya landasan helikopter di sini, sebanyak apa sebenarnya uang pria ini," batin Megan terkejut bercampur rasa takjub.
Di sana berdiri seorang pilot bersama dengan Addison. Keduanya terlihat sedang berbicara.
"Me.. Megan.." gumam Addison saat melihat Megan ada di rumah Dexter. Dan kedua anak Dexter terlihat kompak dengannya. Addison pikir Dexter dan Megan punya hubungan spesial.
"Selamat pagi Pak Addison.." sapa Megan ramah. Addison kemudian mengangguk dan tersenyum ramah.
"Daddy pergi dulu ya.." ucap Dexter mengusap rambut kepala Archer dan Amber.
__ADS_1
"Okay dad.. hati-hati. Jangan lupa untuk mengabari kami kalau daddy sudah sampai," perintah Amber.
"Siap komandan," pungkas Dexter mengecup kepala Amber.
"Aku titip mommy Megan pada kalian, jangan biarkan laki-laki lain mendekatinya saat daddy pergi," pungkas Dexter mengecup kepala Archer.
"Tentu saja dad, mommy hanya milik kita," jawab Archer posesif sama seperti daddynya.
"Baby aku pergi dulu, jaga anak-anak kita," ucap Dexter mengecup bibir Megan seketika membuat wanita itu merona ditambah lagi Addison dan Brian menatap Megan dengan wajah terkejut mereka.
Ketiga pria itu lalu pergi menggunakan helikopter hitam milik Dexter.
"Ayo sayang.. kita masuk ke rumah dan sarapan, kalian juga harus ke sekolah," ajak Megan. Kedua anak itu lalu mengangguk.
Ini hari kedua Megan tinggal di rumah Dexter. Dan hari ini Megan tidak ke kantor karena Dexter memintanya untuk tinggal di rumah saja. Seperti biasa, Dexter mengeluarkan sifat pemaksa nya.
Sore harinya Megan membuat donat bersama Amber dan Archer. Kedua anak itu berdiri diatas kursi meja memperhatikan Megan mencampur bahan-bahan donat ke dalam wadah.
"Mom.. aku ingin melakukannya juga," ucap Archer saat melihat Megan memecahkan telur dengan mengunakan satu tangannya.
"Tentu saja nak," ujar Megan memberikan satu butir telur ayam pada Archer. Ia tahu jika anak itu sedang penasaran untuk melakukannya.
__ADS_1
Megan mengajari Archer untuk memecahkan telur ditangannya. Amber hanya diam memperhatikan mereka.
Setelah paham, Archer mengetukkan telur ayam ditangannya pada permukaan meja hingga telur itu retak. Archer kemudian membuka cangkang telur itu, namun karena terlalu kuat membukanya, cairan telur sudah lebih dulu jatuh ke atas meja sebelum masuk ke dalam mixer.
"Upss... sorry mom.." ucap Archer takut Megan marah.
"It's okay son. Mommy tidak akan marah kok," pungkas Megan mengusap kepala Archer seakan memberi semangat untuk anak itu.
"Ayo kita coba lagi.." ucap Megan memberikan satu telur lagi. Archer menerimanya dan mengetukkan kembali telur ditangannya hingga retak.
"Oke, buka pelan-pelan sayang.." ucap Megan. Archer membukanya dengan pelan dan kali ini berhasil.
"Yeay... anak mommy pintar," ucap Megan mengecup pipi Archer. Anak itu lalu tertawa senang.
Setelah adonan selesai, mereka membiarkannya selama 1 jam agar adonan mengembang.
"Sekarang mari kita bersihkan mejanya sayang," ucap Megan mengambil cairan kuning dan putih telur dari atas meja menggunakan sendok. Archer dan Amber membersihkan sisa cairan telur dan tepung menggunakan tissue.
"Mom.. aku pikir ini menyenangkan, sepertinya kita harus sering-sering memasak bersama," ucap Amber.
"Tentu saja sayang.. " ucap Megan.
__ADS_1
"Nona.. ada panggilan dari tuan Dexter," ucap Dorothy menghampiri Megan.
"Terima kasih bibi Dorothy," ucap Megan menerima ponselnya dari Dorothy.