
Dua bulan kemudian
Megan baru saja pulang dari Cafe setelah menemui kedua sahabatnya. Mereka juga tidak lupa mengajak Winter. Hubungan Megan dengan Winter juga semakin baik. Kini keduanya semakin sering berkomunikasi akhir-akhir ini. Hubungan Julian dan Winter semakin lengket. Julian semakin posesif pada Winter. Tadi saja, ia datang di antar oleh Julian dan pria itu tidak ingin pulang karena tidak mau jika Winter di dekati oleh laki-laki lain seperti hari-hari sebelumnya. Akhirnya ia duduk terpisah dari mereka karena pertemuan itu khusus untuk mereka para istri saja. Sejak kedatangan Winter, kondisi fisik pria itu sudah membaik. Tubuhnya yang dulu mengurus kini mulai berisi kembali.
"Bibi Dorothy... dimana anak-anak?" tanya Megan pada Dorothy. Megan menemui Winter dan kedua sahabatnya dengan sendiri tanpa membawa anak-anak. Mereka memang sengaja melakukannya karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama tanpa anak sesekali. Untung saja, Arthur mau ditinggal bersama Dexter.
"Tuan Archer dan nona Amber masih tidur nyonya," ucap Dorothy.
"Baby Arthur bersama tuan Dexter," lanjutnya. Megan mengangguk lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga rumah menuju kamarnya dengan Dexter.
Megan masuk ke dalam kamar dan tersenyum melihat pemandangan indah di depannya. Putra kecilnya sedang tidur memeluk boneka koalanya. Arthur dan Dexter tidur dengan posisi keduanya yang saling membelakangi. Posisi tidur keduanya sama. Benar-benar ayah dan anak.
Megan segera mengambil ponselnya dan memotret suami dan anaknya yang sedang tidur. Sepertinya ia akan mencetak dan menambahkan foto itu ke album foto-foto mereka.
Perlahan Megan naik ke atas tempat tidur, menatap wajah menggemaskan putranya. Megan meniup pelan dahi Arthur yang masih biru karena terjatuh beberapa hari yang lalu saat bermain-main dengan kedua kakaknya.
__ADS_1
"Mommy..." panggil Amber berlari memasuki kamar Megan dan Dexter. Suaranya yang kuat membangunkan Dexter dan Arthur.
"Suaranya dipelankan sayang, adikmu jadi bangun," ucap Megan.
"Opps.. sorry mom.." ucap Amber menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
Arthur bangun dan merentangkan tangannya agar Megan menggendongnya. Megan kemudian membawa Arthur ke pangkuannya. Anak itu lalu memeluk tubuh Megan dan menenggelamkan wajahnya di dada Megan. Kebiasaannya ketika baru bangun.
"Ada apa princess.." timpal Dexter menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
"Daddy tidak lupa itu princess, panggil kakakmu, kita akan pergi sebentar lagi," ucap Dexter. Amber bangkit dari sofa kemudian berlari menuju kamar Archer.
"Sayang... aku ganti baju dulu. Apa perlu kita menginap di sana?" tanya Dexter.
"Aku rasa iya. Besok minggu dan tidak ada sekolah," ucap Megan.
__ADS_1
"Baiklah.. aku siapkan baju kita dan anak-anak dulu," ucap Dexter mengecup kening Megan.
"Boy.. kamu sudah minum susu tadi?" tanya Megan. Arthur lalu menggeleng.
"Baiklah... ayo kita buatkan susu untukmu," ucap Megan menggendong Arthur menuju dapur. Sejak satu minggu yang lalu, Arthur sudah tidak meny.usu lagi padanya.
********
Dexter bersama istri dan ketiga anaknya tiba di rumah Harold dan Alma. Rumah itu kosong karena kedua orang tua Megan sedang pergi dan akan kembali nanti malam.
Kelima orang itu kemudian masuk ke dalam rumah, Arthur tampak mencari-cari kakek dan neneknya. Sementara itu Archer dan Amber langsung menuju halaman belakang rumah.
"Grandma dan grandpa sedang pergi sayang..." ucap Megan pada Arthur yang sedang memakan lollipopnya.
"Mom.. dad... ayo kemari.. " panggil Amber senang.
__ADS_1