
Megan terlihat anggun berjalan menuruni tangga rumah Dexter dengan gaun off shoulder nya.
"Dad.. lihat mommy.." ujar Archer membuat Dexter dan Amber menoleh dan terkejut melihat penampilan Megan yang sangat cantik.
"Mommy cantik sekali," ujar Amber.
"Terima kasih sayang, putri mommy juga cantik," tukas Megan mengusap lembut wajah Amber.
"Cantik sekali sayang," bisik Dexter membuat Megan tersipu malu.
"Tuan mobilnya sudah siap," ucap Alvin supir pribadi Dexter.
"Ayo.. nanti kita terlambat," Ajak Megan. Mereka lalu berjalan menuju pintu utama.
"Semua barang-barang yang mau kami bawa sudah di dalam mobil kan pak?" tanya Megan pada Alvin.
"Sudah nona," jawab Alvin masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah gereja tempat Vivian dan Jack akan mengikrarkan janji suci pernikahan mereka. Dihalaman gereja mereka bertemu dengan keluarga Megan dan saling menyapa. Kecuali Dexter dan Edward. Keduanya hanya saling menatap tajam satu sama lain.
"Kakak.. bagaimana bisa kamu membiarkan kak Freya memakai heels tinggi di usia kehamilannya yang sekarang," ujar Megan memukul lengan Edward.
"Kakak ipar mu saja yang keras kepala. Aku sudah melarangnya dari tadi. Aku bisa apa kalau dia menolak. Yang ada kakak akan didiami satu harian. Mana tahan kakak," balas Edward menatap Megan memberi penjelasan.
"Tidak apa-apa Megan, kakak akan hati-hati berjalan. Entah kenapa kakak hanya ingin memakai sepatu pernikahan kakak yang dulu," ucap Freya menghilangkan kekhawatiran Megan padanya.
"Megan hanya khawatir kak. Kakak pokoknya harus hati-hati."
"Kakak harus menggenggam tangan kak Freya saat kalian sedang berjalan," ucap Megan pada Edward.
"Pengantin pria sudah datang, tapi pengantin perempuannya belum tiba," ucap Alma, ibu Megan.
"Mungkin sebentar lagi. Sebaiknya kita masuk dan mengambil tempat duduk," ucap Megan mengajak keluarganya. Mereka lalu masuk. Di dalam gereja sudah ada beberapa tamu undangan di sana. Mereka lalu diarahkan oleh seorang penerima tamu untuk duduk di kursi yang telah di tentukan. Kursi untuk keluarga pengantin perempuan. Vivian memasukkan keluarga Megan dalam list keluarganya. Vivian sudah menanggap kedua orang tua Megan seperti orang tuanya karena Vivian yang tidak memiliki orang tua lagi. Sejak remaja Vivian tinggal bersama paman dan bibinya karena kedua orang tuanya sudah meninggal. Dan semua harta milik ayahnya dikuasai oleh paman dan bibinya. Oleh karena itu Vivian sering tinggal di rumah Megan ketika ia masih di bangku SMA.
"Megan... " panggil Beatrix menghampiri Megan yang sedang duduk bersama keluarganya.
__ADS_1
"Beatrix... kamu sudah datang ternyata .." pungkas Megan melihat beberapa anak-anak di belakangnya mengenakan pakaian yang sama dengan Amber dan Archer.
"Boleh aku pinjam anak-anak ini, aku ingin memberi mereka sedikit instruksi untuk para pengiring pengantin. Sebentar lagi acara akan segera dimulai," ucap Beatrix.
"Oh tentu saja. Anak-anak.. ayo kalian ikut dengan aunty Beatrix dulu," pungkas Megan. Aron dan si kembar mengangguk lalu mengikuti Beatrix. Wanita itu diberi tugas oleh Vivian untuk mengurus bagian pengiring pengantin.
"Sayang.. ayo kita duduk disana. Sejak tadi mommy mencarimu," ucap Dexter menghampiri Megan. Wanita itu lalu mengangguk. Dalam daftar undangan, Megan memang duduk di kursi yang dikhususkan untuk keluarga pengantin pria.
"Paman, Bibi.. aku bawa Megan dulu," ijin Dexter. Kedua orang tua Megan mengangguk.
"Dex.. aku gugup banget duduk bersama keluarga besar kalian. Aku takut mengecewakan mereka," ucap Megan. Rasa percaya dirinya seketika hilang karena akan bertemu dengan keluarga besar Dexter. Ia takut mereka tidak menyukainya.
"Sudah.. jangan terlalu banyak berpikir. Semuanya akan baik-baik saja. Karena yang terpenting itu restu dari kedua orang tua kita. Bukan dari keluarga besar ku," ucap Dexter memberi dukungan pada Megan.
Dexter kemudian membawa Megan duduk di barisan kursi kedua orangtuanya dan adik perempuannya. Megan duduk di samping Clarence. Ia melihat Jack duduk di kursi depan bersama kedua orang tuanya. Di barisan ketiga Megan melihat Erick bersama keluarganya. Megan lalu menyapa pria itu.
"Kamu cantik sekali sayang.." bisik Clarence.
__ADS_1
"Mommy terlalu memujiku. Aku jadi malu," ucap Megan merona.
"Itu memang kenyataan sayang.." balas Clarence. Ia lalu mengenalkan Megan pada yang lainnya.