My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 47: Tamu Pagi Hari


__ADS_3

Pagi harinya, seperti biasa Megan bangun cepat dan menyiapkan sarapan untuknya. Pagi ini ia membuat waffle. Megan mulai menyiapkan adonannya.


"Ting nong...." terdengar suara bel pintunya berbunyi.


"Siapa yang datang bertamu sepagi ini," gumam Megan. Tidak biasanya orang datang ke apartemennya disaat pagi hari. Apalagi sekarang ini masih setengah tujuh pagi. Megan melepaskan apron nya kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu.


"Ceklek.." Megan membuka pintu dan terkejut melihat Dexter yang sudah rapi dengan pakaian kantornya berdiri di depannya. Pria tersenyum sebelum menyapa Megan.


"Hai... selamat pagi.." ucap Dexter lalu masuk ke dalam dengan santainya sebelum pemilik tempat mempersilahkannya untuk masuk.


"Apa ada urusan kantor yang mendadak hingga kamu datang kesini?" tanya Megan. Seingatnya jadwal pertemuan Dexter tidak ada pagi ini.


Dexter menggeleng, "Aku ingin sarapan di sini," ucap Dexter berjalan menuju mini bar yang ada di dapur Megan lalu duduk di kursi.

__ADS_1


Megan tampak menghela nafasnya, "Memangnya pelayan di rumahmu tidak memasak hingga kamu datang kesini," pungkasnya mendengus kesal. Megan sedikit kesal karena akhir-akhir ini pria itu bertindak sesuka hatinya pada Megan.


"Aku hanya ingin makan di sini, bagaimana dong?" ucap Dexter dengan wajah pura-pura bodohnya. Akhirnya Megan hanya pasrah saja. Ia kemudian melanjutkan kegiatannya untuk membuat sarapan, mengabaikan Dexter yang sedang memandangnya dengan tatapan ingin menerkamnya. Pasalnya Megan hanya memakai gaun tidur bertali spagheti di atas lutut dan jangan lupakan jika wanita itu tidak memakai apa pun di balik gaun tidurnya. Sepertinya Megan tidak menyadarinya.


"Apa kamu sudah mendengar rekaman yang ku kirim padamu tadi malam?" tanya Dexter.


Megan menatap Dexter, "rekaman apa? aku tidak tau. Sejak tadi malam aku belum membuka ponsel ku," ucap Megan.


Megan membawa dua piring waffle menuju mini bar dapurnya dan meletakkannya di atas meja. Tak lupa juga ia membuat secangkir kopi untuk Dexter.


"Selamat makan.." ucap Megan lalu menyantap waffle miliknya.


Tak lama kemudian keduanya sudah selesai sarapan, Megan hendak mengambil piring kotor milik Dexter.

__ADS_1


"Tidak perlu, biar aku saja yang membawanya," tukas Dexter menahan tangan Megan saat ingin mengambil piring di depannya. Megan lalu mengangguk. Dexter memberikan piring kotornya pada Megan yang sedang mencuci piring.


Dexter yang sejak tadi ingin berdekatan dengan Megan memeluk tubuh Megan dari belakang. Sontak Megan terkejut membuat tangannya berhenti mengosok piring kotor ditangannya.


"Lanjutkan saja, aku hanya ingin memelukmu seperti ini sebentar saja," pungkas Dexter. Tidak taukah ia jika Megan menahan nafas karena perbuatannya itu. Rasanya Megan ingin menghilang secepatnya dari apartemennya.


"Bi..bisakah kamu melepaskanku, aku jadi susah bergerak," ucap Megan terbata. Yakinlah, wajahnya sudah memerah sekarang.


Bukannya melepaskan tangannya, Dexter hanya melonggarkan pelukannya, "Bagaimana jika seperti ini, apa kamu masih sulit bergerak," ucap Dexter mengecup bahu Megan membuat sang empunya bergedik saat merasakan deru nafas pria itu menyapu kulitnya. Kini kepala pria itu bertumpu di bahu kanan Megan. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Megan yang disukainya. Bahkan hanya dengan menghirup aroma tubuh Megan dapat membangkitkan gairahnya.


"Cukup.. bisa-bisa aku gila jika terus seperti ini, aku takut tidak bisa menahan diriku," batin Dexter melepas pelukannya.


"Kita akan ke kantor bersama. Aku tunggu kamu di mobil. Tidak ada penolakan," ucap Dexter mengecup leher Megan lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2