My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 61: Bukan Mimpi


__ADS_3

Megan tersenyum melihat tingkah manja Amber, "manjanya anak mommy ini.." ujar Megan mencubit gemas kedua pipi Amber lalu menggendongnya ke kamar mandi.


Ketiganya berada diatas tempat tidur dengan posisi Megan di antara kedua anak itu.


"Mom.. Archer tidak suka uncle Julian," ucap Archer memeluk Megan.


"Loh.. memangnya kenapa dengan uncle Julian sayang?" tanya Megan.


"Uncle Julian kan baik, dia selalu bawa makanan untuk kita kalau datang kesini," timpal Amber.


"Uncle Julian memang baik, tapi Archer tidak suka kalau uncle dekat dengan mommy. Tadi saja uncle membantu mommy memotong steak nya. Uncle juga mengusap kepala mommy. Dan saat mengantar pulang, uncle Julian juga memeluk mommy. Mommy hanya milik kami dan daddy," ucap Archer cemburu.


"Uncle Julian hanya teman mommy saja kok. Besok-besok mommy akan melarangnya kalau melakukan itu lagi. Mommy janji hanya akan menjadi milik kalian," ucap Megan mengecup kepala Archer. Sebenarnya ia juga tidak suka saat Julian bersikap lebih padanya, mereka tidak punya hubungan apa-apa lagi. Tapi pria itu seakan tidak menyadarinya. Mungkin kedepannya ia akan lebih tegas lagi dengan pria itu.


"Archer sayang mommy," ucap Archer.

__ADS_1


"Amber juga sayang mommy," timpal Amber. Megan sangat bahagia mendengar perkataan kedua anak itu.


"Mommy juga sayang kalian," ucap Megan. Mungkin setelah ini, Megan akan menceritakan Dexter dan kedua anaknya pada orangtuanya. Kalaupun orang tuanya menolak, Megan akan berusaha untuk membujuk kedua orang tuanya apalagi kakaknya yang sepertinya tidak menyukai Dexter. Meskipun demikian Megan sudah bertekad untuk menjadi ibu untuk kedua anak itu.


Tengah malam, disaat Megan dan kedua anak kecil itu sedang tidur dengan pulas, seseorang tampak masuk ke dalam kamar itu dengan langkah kaki yang pelan agar tidak menimbulkan suara. Saat tiba di rumahnya, pria itu langsung mandi dan mengganti pakaiannya.


Pria itu tersenyum kala melihat kedua anaknya memeluk erat tubuh wanita yang ada ditengah-tengah mereka, seolah tidak ingin melepaskan wanita itu.


"Oke kids, waktunya mommy bersama daddy," batin Dexter mengangkat tubuh Amber dan menidurkannya disamping Archer. Dexter melepaskan tangan putranya dengan hati-hati dari tubuh Megan.


Megan yang merasa ada yang menggendonganya, membuka matanya perlahan. Dia terkejut melihat siapa yang tengah menggedongnya.


"Dex.. Dexter.." ucapnya. Terlihat beberapa kali ia mengerjapkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Apa aku masih di dalam mimpi.." gumamnya. Tadi ia memang bermimpi tentang Dexter lalu bangun dan tidur lagi. Apa mungkin mimpinya berlanjut.

__ADS_1


"Jadi kamu sedang memimpikan ku?" ucap Dexter membuka pintu kamarnya dengan satu tangannya dan menutup pintu dengan kakinya.


"Apa di mimpimu kita sedang melakukan adegan panas?.." tanya Dexter menyeringai, seketika membuat Megan melotot. Dexter menurunkannya di atas tempat tidurnya.


"Astaga... di dalam mimpi pun pria ini tetap mesum," gumam Megan namun masih bisa di dengar oleh Dexter. Pria itu tertawa ringan menyadari kekasihnya itu sepertinya belum sadar sepenuhnya.


"Aku lebih suka melakukannya di dunia nyata daripada di dalam mimpimu," ucap Dexter menyentil kening Megan.


"Shh..." desis Megan memegang keningnya.


"Ini bukan mimpi sayang, aku sudah pulang," ucap Dexter mengecup singkat bibir Megan. Wankta itu lalu tersadar.


"Ja..jadi ini nyata.." ucap Megan bangun, memegang kedua wajahnya.


"Bukankah kamu bilang akan pulang besok pagi?" tanya Megan dengan wajah bingung dan terkejutnya.

__ADS_1


"Tidak jadi. Aku terlalu merindukanmu," jawab Dexter mengecup bibir Megan kedua kalinya. Megan menunduk menyembunyikan rona merah di pipinya.


__ADS_2