
"Dex.. lepaskan. A.. aku kesulitan untuk memasak," ujar Megan terbata.
"Kalau begitu katakan aku mencintaimu, maka aku akan melepaskannya," ujar Dexter.
"A..apa. Tidak... tidak," ujar Megan menggeleng.
"Kalau begitu kita akan tetap seperti ini," balas Dexter dengan santainya.
"Dasar gila.."
"Hmm aku memang gila karena kamu," bisik Dexter mengecup leher Megan.
Megan melihat seorang pelayan yang berbeda bejalan melewati dapur. Tak sengaja tatapan mereka bertemu, Megan semakin malu.
"Astaga... Megan.. apa ini hari sial untukmu.." gumam Megan.
"Apa kamu suka mereka melihat kita seperti ini," tanya Dexter membuat Megan menggeleng.
__ADS_1
Sepertinya keberuntungan sedang berpihak padanya, tak lama kemudian seorang pelayan terlihat sedang berjalan mendekat ke arah mereka. Dexter memanfaatkan kesempatan tersebut.
"Jadi... kalau kamu mengatakan kalimat itu, hari ini kita resmi menjadi sepasang kekasih," ucap Dexter menyeringai. Megan terbelalak mendengar perkataan Dexter. Pria itu selalu saja memaksa. Bagaimana bisa pria itu memaksanya untuk menjadi kekasihnya.
"Hei.. itu pemaksaan," ujar Megan kesal dan malu.
"Aku tidak peduli."
Pelayan itu semakin dekat, Megan gelagapan tidak tau harus menjawab apa. Terlalu lama berpikir, pelayan itu sudah tiba di dapur dan terkejut saat melihat Dexter mencium leher Megan. Pelayan itu lalu menunduk karena malu.
"Bagaimana.." bisik Dexter tidak berhenti mencium leher Megan. Megan yang frustasi karena sikap Dexter akhirnya mengucapkan kata-kata itu.
"A... aku.. menc..intaimu," ucap Megan pelan, sangat pelan. Namun Dexter masih bisa mendengarnya. Pria itu bersorak dalam hatinya dan ingin melompat lompat ditempatnya karena rasa senang dan bahagia.
"Apa? aku tidak mendengarnya," ucap Dexter. Megan semakin kesal. Ditambah lagi pelayan itu masih ada disana memotong-motong buah.
"Akumencintaimu," ucap Megan lebih kuat dan cepat.
__ADS_1
"Apa? kamu mencintaiku?" pekik Dexter. Sontak membuat Megan memutar tubuhnya dan menutup mulut Dexter dengan telapak tanganya. Sepertinya pria itu memang sengaja ingin membuat Megan semakin malu. Tapi pria itu sangat senang, apalagi melihat rona merah di wajah Megan. Si pelayan tersenyum di tempatnya. Karena sudah selesai, si pelayan lalu pamit. Megan akhirnya bernafas lega.
"Kamu sengaja kan mengeraskan suaramu," ucap Megan kesal memukul- mukul dada Dexter. Pria itu tersenyum melihat wajah kesal kekasihnya. Ya kekasihnya, sekarang Megan sudah menjadi kekasihnya. Sejak wanita itu mengatakan jika ia mencintainya, meskipun sedikit memaksa.
"Sepertinya aku terlalu senang..." ucap Dexter mencuri satu ciuman dari bibir Megan. Lagi-lagi Megan dibuat malu.
"Jadi sekarang kita sepasang kekasih?" ucap Dexter menaik turunkan alisnya.
"Tidak.. kamu yang memaksa ku. Kamu sengaja memanfaatkan keadaan agar aku mengatakannya," pungkas Megan. Dexter tertawa keras membuat Megan terdiam. Ini kali pertama ia melihat pria itu tertawa sekuat sekarang. Biasanya pria itu hanya menampilkan senyum masam dan smirknya.
"Aku tidak peduli Sweetheart, intinya mulai sekarang kita sepasang kekasih sejak kamu mengatakan jika kamu mencintaiku," ujar Dexter mengusap lembut wajah Megan sebelum ia mencium bibir Megan.
"Aku pergi dulu, takutnya kalau aku disini kamu jadi salah tingkah terus," ucap Dexter mere.mas salah satu bokong Megan lalu melepaskan kedua tangannya yang sedang melingkar di pinggang wanita itu. Dexter lalu pergi dengan mengerlingkan salah satu matanya.
"Akh... dasar mesum," pekik Megan.
"Itu nama tengah ku baby..." ucap Dexter tertawa.
__ADS_1