My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 50: Ayah yang Luar Biasa


__ADS_3

Amber dan Megan menaiki tangga rumah menuju lantai 2.


"Mom... tunggu Archer..." panggil Archer berlari meninggalkan Dexter.


"Hati-hati boy.. nanti kamu jatuh," kata Megan takut Archer jatuh.


Beberapa pelayan tampak bertanya-tanya karena tuan dan nona muda mereka memanggil mommy pada wanita yang baru pertama kali mereka lihat. Namun berbeda dengan Dorothy. Ia sudah biasa akan hal itu.


Setibanya di depan kamarnya, Amber membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Megan mengamati seluruh kamar Amber yang di desain dengan perpaduan warna putih dan Lilac.


"Mom ayo masuk.." ucap Archer, Megan lalu mengangguk dan masuk ke dalam.


"Kamar yang bagus sayang," ucap Megan.


"Thank you mom, Amber yang memilih desainnya," pungkas Amber meletakkan tasnya di meja belajarnya.

__ADS_1


"Opsss... Amber lupa merapikan tempat tidur tadi pagi," ucap Amber terkejut saat melihat tempat tidurnya yang tidak rapi. Anak itu lalu melangkahkan kakinya menuju tempat tidurnya.


"Biar mommy bantu," ucap Megan membantu Amber merapikan tempat tidurnya.


"Ho..ho... kalau daddy lihat, poin mu akan berkurang," ucap Archer duduk di sofa.


"Sstt.. kakak, jangan bilang ke daddy ya. Please," pinta Amber menaruh jari telunjuknya di bibir.


"Saat kamu membutuhkanku, kamu memanggilku kakak," ucap Archer melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"Hahahaha.. kita lahir hanya beda beberapa menit saja," balas Amber tertawa.


"Iya... iya.. Amber akan memanggil kakak mulai hari ini," pungkas Amber.


"Nah gitu dong baru adik kakak," balas Archer berjalan mendekati tempat tidur Amber lalu duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Ya ampun.. kenapa kalian sangat menggemaskan sih.." pungkas Megan tidak tahan ingin mencium kedua anak itu saat mendengar percakapan keduanya sejak tadi. Ia lalu mencium kedua anak itu bergantian.


"Ngomong-omong, kalian tadi berbicara tentang poin. Memangnya ada apa dengan poin yang berkurang," tanya Megan yang penasaran.


Archer merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, " daddy bilang kalau kami ingin mendapat mainan baru, kami harus mengumpulkan poin. Jika ingin mendapatkan poin maka kami harus bisa merapikan tempat tidur setiap pagi dalam satu bulan ini mom. Setiap pagi daddy pasti akan memeriksanya sebelum kami berangkat sekolah," ucap Archer.


Megan terkejut mendengar penjelasan Archer. Megan pikir karena mereka anak orang kaya, maka segalanya akan dilakukan oleh pelayan di rumah mereka. Mereka hanya tinggal santai saja. Apa yang mereka inginkan akan selalu terpenuhi. Ia kagum dengan pola asuh Dexter. Meskipun ia punya uang banyak, tapi Dexter tidak memanjakan kedua anaknya. Pria itu mengajarkan kedua anaknya untuk mendapatkan sesuatu itu tidaklah mudah, butuh sebuah usaha. Megan menyadari sisi positif Dexter, meskipun banyak berita-berita miring tentangnya di luar sana, tapi Dexter adalah sosok ayah yang luar biasa menurut Megan. Bahkan selama ia bekerja dengan Dexter, pria itu selalu berusaha agar mengosongkan jadwalnya di jam pulang sekolah kedua anaknya agar bisa menjemput mereka.


"Mom.. ayo bantu Amber memilih baju untuk satu minggu ini sesuai warna yang di kertas ini mom," ucap Amber mengajak Megan. Keduanya lalu masuk ke dalam walk in closet minimalis milik Amber. Archer mengikuti mereka dari belakang.


"Baiklah kita mulai dari warna kuning, ingat... kuning.." ucap Megan menekankan kata kuning sembari menunjuk lingkaran kuning di kertas ditangan Amber. Anak itu lalu mengangguk. Megan mulai memilih beberapa atasan berwana kuning dan memadupadankannya dengan celana yang cocok.


Setelah warna kuning selesai, mereka melanjutkannya dengan warna yang lain. Archer hanya duduk mengamati adiknya dan Megan menunggu gilirannya.


"Dad.." ucap Archer saat melihat Dexter datang. Pria itu lalu duduk di samping Archer melihat keceriaan yang terpatri di wajah kedua perempuan di depannya.

__ADS_1


"Ya ampun, ini sangat menyenangkan. Memilih pakaian, sepatu hingga aksesoris rambut untuk anak perempuan. Sejak kemarin mommy ingin seperti ini, hanya saja Aron laki-laki," ucap Megan tertawa sembari memilih ikat rambut untuk Amber.


......Note: Hai readers tercinta🥰🥰 jangan lupa untuk vote, like, komen, favorit dan hadiahnya ya🙏🙏🙏 Trimss........


__ADS_2