
Megan menemui anak-anak di taman belakang yang sedang bersama Dexter.
"Mommy datang..." bisik Dexter, pria itu mengatakan pada kedua anaknya kalau Megan sudah menjadi kekasihnya. Kedua anaknya sangat senang.
"Archer... Amber... makan siang yuk. Makanannya sudah siap," ujar Megan mengajak kedua anak itu. Keduanya berlari menghampiri Megan.
"Aku tidak diajak.." ujar Dexter menunjuk dirinya.
"Ternyata kamu bisa lapar juga.." pungkas Megan ketus meraih kedua tangan si kembar dan melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Aku juga manusia sayang.." balas Dexter berjalan mengikuti mereka dari belakang.
Setibanya di ruang makan, Megan membantu Amber dan Archer duduk di kursi.
"Mom... Amber pengen disuapin sama mommy," ujar Amber. Megan lalu mengangguk.
"Archer juga ya mom," timpal Archer.
"Iya nak.." balas Megan mengambil Risotto ke dalam piringnya lalu menambahkan jamur dan daging ayam untuk toppingnya.
Megan duduk diantara Amber dan Archer, mengambil satu sendok Risotto yang masih panas dan meniupnya terlebih dahulu sebelum menyuapi Amber dan Archer.
__ADS_1
"Dad kenapa belum makan?" tanya Archer yang tidak sengaja melihat Dexter hanya diam menatap mereka.
"Tidak ada yang mengambilkan makanannya untuk daddy," ujar Dexter dengan tampang sedihnya. Megan melirik pria itu dan menghela nafas. Megan kemudian meletakkan piringnya di atas meja.
"Sebentar ya sayang.." ucap Megan berdiri dan menyajikan Risotto di piring Dexter.
"Thanks Sweetheart .." pungkas Dexter menerima piring berisi Risotto dari tangan Megan. Keempatnya lalu melanjutkan makan siang.
Sore harinya Megan berpamitan pada Archer dan Amber karena ia hendak pulang.
"Sayang.. mom pulang dulu ya," ujar Megan berlutut, mensejajarkan tingginya dengan anak-anak.
"Tapi cepat sekali mom," ucap Amber.
Megan merentangkan kedua tangannya, Amber dan Archer lalu memeluk Megan. Kedua anak itu mencium pipi Megan.
Megan melepaskan pelukannya dari anak-anak, "mom pulang ya sayang..." ucap Megan melambaikan tangannya.
****
Di dalam mobil, Megan dan Dexter hanya diam saja. Sejak tadi Megan menatap pemandangan di luar dari balik kaca mobil. Dexter melirik Megan sejenak.
__ADS_1
Satu tangannya bergerak menyentuh tangan Megan yang berada di atas paha wanita itu. Refleks membuat Megan mengalihkan pandangannya ke bawah, melihat Dexter mengusap tangannya.
"Ku pikir aku jauh lebih menarik untuk dipandangi daripada pemandangan di luar," ucap Dexter menarik tangan Megan dan mengecupnya dengan lembut.
Tatapan pria itu tetap fokus ke jalanan. Kedua mata Megan sontak membulat lalu menarik tangannya dari genggaman Dexter.
"Ck.. terlalu percaya diri sekali," ujar Megan berdecak.
"Terima kasih atas pujiannya sayang.." balas Dexter memasang senyum smirknya. Megan lebih memilih diam. Karena jika dilanjut tidak ada artinya. Pria disampingnya selalu punya jawaban.
Tak lama kemudian keduanya tiba di depan gedung apartemen Megan. Dexter mematikan mobilnya lalu turun mendahului Megan. Dexter kemudian membukakan pintu untuk Megan.
"Terima kasih.." ucap Megan menenteng tasnya.
"Apa aku tidak dapat imbalan karena sudah mengantar mu pulang," pungkas Dexter mendekati Megan.
Megan tampak mengerutkan kedua alisnya, "apa kamu tidak tulus mengantarku?" tanya Megan.
"Siapa bilang aku tidak tulus.. kalau kamu tadi orang lain, aku juga tidak akan meminta imbalan. Lagipula imbalan yang aku maksud bukan uang. Tapi... ahh sudah lah. Kamu sebaiknya masuk saja," ujar Dexter dengan wajah masamnya tidak melanjutkan perkataannya. Megan tidak peka padanya.
Dexter lalu pamit, saat ia hendak membuka pintu mobilnya tangannya ditahan oleh seseorang.
__ADS_1
"Apa ini cukup.." ujar Megan lalu mengecup pipi Dexter. Dengan langkah yang cepat Megan berjalan menjauhi Dexter yang terkejut. Seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Sebenarnya Megan juga tidak tau kenapa ia tiba-tiba melakukan itu.
"Aku mencintai mu sayang.." ujar Dexter kuat. Megan terpaku sejenak mendengar suara Dexter. Ia melihat sekelilingnya, untung saja tidak ramai.