My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 75: Rencana Pernikahan


__ADS_3

Megan menggambar pola acak di dada bidang Dexter dengan jari telunjuknya.


"Dex..." panggil Megan.


"Hmmm.." Dexter mengusap rambut kepala Megan.


"Kenapa kamu dan Anastasia bercerai?" tanya Megan mendongak. Pria itu mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping dengan satu tangan menumpu kepalanya. Menatap lekat wajah Megan.


"Apa kamu tidak pernah mendengarnya dari media?" tanya Dexter.


"Tidak, aku tau dari Beatrix si tukang kepo. Bahkan sebelumnya aku juga tidak tau kalau kamu itu ternyata terkenal di Amerika ini," ujar Megan dengan polosnya.


"Astaga.. selama ini kamu dimana saja sayang," ucap Dexter tertawa.


"Jangan mengejek ku, aku hanya jarang saja melihat media," pungkas Megan malu.


"Jadi apa yang kamu tau tentang perceraian ku," tanya Dexter mengangkat satu alisnya.

__ADS_1


"Kalian bercerai karena kamu selingkuh," pungkas Megan.


"Lalu kamu percaya?" tanya Dexter.


Megan menggeleng, "tidak, oleh karena itu aku ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri," ucap Megan mengusap rahang tegas pria itu.


Dexter tersenyum hangat pada Megan, mengecup singkat bibir wanita itu, "sebenarnya yang selingkuh itu bukan aku, tapi Anastasia," ucap Dexter membuat Megan terbelalak. Bagaimana bisa mantan istri Dexter selingkuh dari seorang Dexter yang menurut Megan sempurna.


"Lalu kenapa di media bisa kamu yang selingkuh?" tanya Megan.


"Aku menyetujuinya, aku mengabaikan fakta yang sebenarnya asalkan anak-anak ku bersamaku. Meskipun sebenarnya aku bisa menutup mulut para media itu, tapi aku membiarkannya karena kupikir lambatlaun orang tidak akan peduli lagi dengan berita itu karena akan tergantikan dengan kasus-kasus terbaru," ucap Dexter.


"Bagaimana jika Anastasia ingin kalian kembali bersama lagi," ujar Megan takut suatu saat Dexter meninggalkannya.


"Itu tidak akan pernah terjadi sayang, kamu tidak usah takut. Percaya padaku. Aku tidak memiliki rasa apapun padanya sejak dia mengkhianati pernikahan kami," tukas Dexter menangkap raut wajah takut dan khawatir dari Megan.


"Sekarang aku punya kekasih yang cantik, pintar dan baik hati. Bagaimana bisa aku meninggalkanmu demi wanita yang lain," ucap Dexter mengedipkan satu matanya. Membuat jantung Megan berdebar, pria itu terlihat tampan ketika mengedipkan satu matanya.

__ADS_1


"Jadi..." Dexter meggerakkan jarinya di tulang selangka wanita itu. "Kapan kita menikah hmm?" tanya Dexter tangannya semakin turun ke bawah, menyusup kedalam selimut dan me.re.mas lembut benda kenyal milik Megan. Megan tersipu mendengar perkataan pria itu.


"Terserah kamu saja Dex.." ucap Megan malu-malu sembari menikmati tangan Dexter yang nakal di dadanya.


"Baikalah kalau begitu, jangan protes jika aku akan menikahimu minggu depan," ujar Dexter membuat Megan terkejut.


"Apa? tidak.. tidak Dex. Itu terlalu cepat. Memangnya kamu kira persiapan pernikahan itu mudah," ujar Megan.


"Tadi siapa yang bilang terserahku saja," ucap Dexter me.re.mas kuat dada Megan karena gemas dengan wanita di depannya itu membuat Megan meringis.


"Bagaimana jika dua bulan lagi," ujar Megan.


"Terlalu lama sayang.. 1 bulan lagi ya.." tukas Dexter.


"Kalau kita menikah bulan depan, kemungkinan kak Freya tidak bisa ikut. Bulan depan kak Freya akan melahirkan. Aku ingin semua keluargaku ikut mengahadiri pernikahan ku," ucap Megan.


"Baiklah kalau begitu, kuharap kamu berubah pikiran dan mengajakku menikah 1 minggu lagi," ucap Dexter tertawa ringan memeluk tubuh Megan dan keduanya lalu tidur.

__ADS_1


__ADS_2