
"Megan.. apa kamu mengantuk, kamu bisa pulang duluan kalau ingin tidur," ujar Julian saat tak sengaja melihat mata Megan tertutup.
"Ah tidak...tidak saya tidak mengantuk, kalian lanjutkan saja pembicaraannya," elak Megan dengan menegakkan tubuhnya dan melebarkan matanya.
"Matamu yang sudah merah tidak bisa berbohong, pulanglah duluan," ucap Julian perhatian.
"Tidak apa-apa, aku ke toilet dulu," ucap Megan pergi ke toilet.
Tidak sampai 10 menit, meeting pun berakhir. Megan bahkan baru kembali dari toilet.
"Aku akan mengantar mu pulang," ucap Julian.
"Tidak perlu Julian, kami masih ada pekerjaan yamg perlu dibahas di kantor," timpal Dexter sebelum Megan membalas perkataan Julian.
"Baiklah kalau begitu aku pulang duluan," ucap Julian ingin mengecup kening Megan. Wanita itu menghindar membuat Julian terdiam, sesaat kemudian dia tersenyum lalu pergi.
"Kenapa aku mencium aura-aura cemburu disini," bisik Erick yang berdiri disamping Dexter. Sejak tadi sebenarnya ia diam-diam mengamati Dexter. Bahkan Pria itu segera mengakhiri meeting mereka. Apa lagi kalau bukan karena peduli dengan Megan yang sudah mengantuk.
"Mungkinkah ini cinta segitiga," bisiknya lagi. Dexter menatap tajam Erick.
__ADS_1
"Diam lah sialan, kamu tidak tau apa-apa," ucap Dexter ingin meninju wajah sepupunya itu.
"Aku pergi dulu, bye Megan," ucap Erick mengedipkan sebelah matanya pada Megan lalu menatap Dexter seakan mengejek pria itu.
Dexter berjalan mendahului Megan tanpa mengajaknya, Megan lalu mengikuti pria itu dari belakang.
Setibanya di depan perusahaan, Dexter menyuruh Megan untuk mengambil barang-barangnya dari ruang kerjanya.
"Ambil tas mu dari ruang kerjamu sekarang juga, saya akan mengantarmu pulang," ucap Dexter.
"Apa Bapak sakit? ini masih 1 jam lagi untuk bekerja. Kenapa saya harus pulang," tanya Megan menatap aneh Dexter.
"Ini perintah, bukan pertanyaan apalagi pernyatan," tukas Dexter. Megan menghela nafas lalu tirun dari mobil.
Keduanya tiba di depan gedung apartemen Megan.
"Lanjutkan tidurmu yang tadi, besok jangan lupa bekerja di depan ruangan ku," ujar Dexter lemvut membuat Megan terpaku di tempatnya.
"I..iya Pak," ucap Megan turun dari mobil, memegang jantungnya yang berdegup kencang.
__ADS_1
"A..apa maksud pria itu," gumam Megan menatap kepergian Dexter.
"Kenapa perkataannya membuat jantung ku berdegup kencang," batinnya.
********
Setelah mengantar Megan pulang, Dexter juga kembali ke rumahnya. Ia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari pacar barunya, Dexter malah mengabaikannya. Malam ini mungkin mereka akan putus. Dexter selalu mengakhiri hubungannya jika sudah berjalan dalam 3 bulan. Ia tidak tahan dengan wanita-wanita itu. Ia belum menemukan seseorang yang tepat baginya. Apalagi kekasihnya yang sekarang, wanita iti hanya tau belanja dan belanja saja.
"Selamat sore tuan," ucap pekerja di rumah besar Dexter. Pria itu lalu mengangguk.
"Dimana anak-anak bik?" tanya Dexter.
"Mereka sedang bermain-main di halaman belakang bersama Dorothy tuan," pungkas pelayan. Dexter melangkahkan kakinya menuju halaman belakang.
"Daddy," ucap Amber berlari memeluk Dexter.
"Hai princess daddy.." Dexter mengangkat tubuh putrinya dan memberinya ciuman bertubi-tubi.
Membuat anak itu tertawa.
__ADS_1
"Dad, ayo kita berenang," ajak Archer.
"Oke son, ayo....," ajak Dexter membawa kedua anaknya menuju kolam renang.