
Setelah makan malam, Megan memilih mandi lebih dulu daripada Dexter. Kini wanita itu sedang duduk bersandar di kepala ranjang sembari membaca buku novelnya menunggu Dexter selesai mandi. Mengenai pakaian ganti pria itu tidak perlu di khawatirkan. Beberapa kali Dexter tidur disana dan sengaja meninggalkan pakaiannya disana dengan alasan jika ia akan sering menginap di apartemen Megan.
"Ceklek.." Dexter keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan mengenakan boxer saja. Pria itu melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Megan. Suatu pemandangan indah bagi Megan menatap tubuh atletis Dexter. Megan sangat mengagumi tubuh itu. Rasanya ia tak sabar untuk memeluk Dexter.
"Drrtt... drrrtt..." ponsel Dexter bergetar. Pria itu lalu bergerak mengambil ponselnya.
"Siapa?" tanya Megan.
"Anastasia.." jawab Dexter membiarkan ponselnya begitu saja.
"Aku tidak akan mengangkatnya. Aku tidak ingin berbicara dengannya," ujar Dexter.
"Bagaimana kalau penting? kamu tau kan kalau dia sedang di rumahmu," ujar Megan.
"Kalau begitu kamu saja yang mengangkatnya. Karena aku tidak akan mau," ucap Dexter memeluk tubuh Megan dan menghirup aroma Vanila dari tubuh Megan.
__ADS_1
Megan akhirnya mengangkat panggilan dari Anastasia. Dexter mengintruksikan agar Megan menghidupkan speaker ponselnya.
"Dex... kamu dimana?" tanya Anastasia.
"Dexter sedang bersama ku," balas Megan. Anastasia terdiam sesaat.
"Akh.. Dex apa yang kamu lakukan," pekik Megan saat tiba-tiba Dexter me.re.mas dadanya. Dexter menatap Megan dengan senyum smirknya. Megan menjauhkan tangan Dexter dari dadanya
"Apa dia tidak akan pulang?" tanya Anastasia.
"Sayang aku ingin memasuki mu sekarang.. Tiger tidak tahan lagi," ucap Dexter sengaja mengeraskan suaranya. Kontan membuat Megan terbelalak dan menjauhkan ponsel yang ada ditangannya. Megan mendorong kuat tubuh Dexter hingga ada jarak di antara mereka.
"Baiklah.. anak-anak hanya sedang mencarinya tadi," ucap Anastasia dengan ekspresi wajah tidak sukanya.
"Tolong berikan ponselnya pada anak-anak, aku ingin berbicara dengan mereka," ucap Megan.
__ADS_1
"Mereka baru saja tidur," balas Anastasia. Dexter merebut ponsel dari tangan Megan.
"Sayang ayolah.. aku sudah tidak tahan lagi. Aku ingin bergerak. Milikmu terasa menjepit milikku," ucap Dexter vulgar mendekatkan mulutnya ke ponselnya.
"Astaga.. Dex.. matikan ponselnya," pungkas Megan yang tidak ingin pria itu mengatakan kata-kata Vulgar lainnya karena Anastasia akan mendengarnya. Sungguh ia sangat malu. Ia tau jika Dexter sengaja melakukannya. Megan mengambil ponsel dari tangan Dexter dan langsung mematikannya.
Megan menghela nafasnya, "kamu benar-benar gila Dex.." ucap Megan menggeleng-gelengkan kepalanya. Pria itu lalu tertawa, mendorong tubuh Megan dan menindihnya.
"Biarkan saja, lain kali dia akan berpikir dua kali untuk menghubungi ku," pungkas Dexter merapikan beberapa helai rambut Megan yang menutupi wajah wanita itu.
"Kau tau, mungkin aku akan malu saat bertemu dengan lagi," ujar Megan kesal memukul dada bidang Dexter.
"Siapa suruh dia berbohong. Dia hanya mencari alasan saja agar aku pulang. Jelas-jelas anak kita sudah tau jika aku menginap disini. Tadi aku menghubungi Dorothy dan menyuruhnya untuk mengatakan pada anak-anak kalau aku akan menginap di sini," ucap Dexter.
"Kapan kamu menghubungi Bibi Dorothy?" tanya Megan. Ternyata Anastasia hanya mencari alasan saja. Mungkinkan wanita itu ingin kembali pada Dexter?. Pertanyaan itu terlintas di kepala Megan.
__ADS_1