
Siang ini Amber dan Archer akan berkunjung ke rumah kedua orang tua Dexter. Adik perempuan Dexter yaitu Briana bersama putrinya baru kembali dari Inggris. Alvin tampak berdiri di samping mobil menunggu kedua anak itu.
"Bibi Dorothy, perlengkapan anak-anak sudah bereskan?" tanya Megan.
"Sudah Nona," balas Dorothy.
"Mom, jangan lama-lama datangnya," ucap Amber menggigit buah apel ditangannya.
"Iya, nanti kalau daddy pulang cepat kami langsung kesana," pungkas Megan mencium si kembar bergantian. Dexter meninggalkan rumah pagi sekali karena ada urusan penting yang harus diselesaikannya. Amber dan Archer lalu masuk ke dalam mobil.
"Bye mom..." ucap Archer. Megan mengangguk dan melambaikan tangannya saat mobil hendak melaju.
Setengah jam setelah kepergian anak-anak, Dexter kembali ke rumah.
"Sayang... " pungkas Dexter tiba-tiba mengangkat tubuh Megan ala bridal style membuat Megan terkejut. Apalagi sebelumnya Megan sedang melihat -lihat beberapa model pakaian pengantin di balkon kamar Dexter.
__ADS_1
"Kamu membuatku terkejut tau.." ucap Megan memukul dada Dexter. Pria itu membawa Megan ke dalam kamar dan menjatuhkannya di atas ranjang empuk miliknya dan menindih tubuh Megan.
"Kamu kenapa sih.." tanya Megan menatap Dexter.
"Aku yakin kamu pasti senang saat mendengar kabar baik dari ku," pungkas Dexter.
"Kabar apa?" tanya Megan.
"Aku akan mengatakannya setelah__" ucap Dexter sengaja tidak melanjutkan perkataannya. Menatap wajah Megan dengan tatapan nakal dan senyuman menyeringai nya. Megan terbelalak, paham dengan tatapan pria itu. Belum sempat ia mendorong tubuh Dexter, pria itu lebih dulu menutup mulutnya dengan bibirnya. Dexter mencium lembut bibir Megan. Menggodanya agar wanita itu membalasnya. Dan benar saja, Megan melingkarkan kedua tangannya di leher Dexter. Membalas ciuman dan luma.tan bibir Dexter. Ciuman lembut Dexter berubah menjadi ******* kuat dan liar. Menghisap bibir atas dan bawah Megan secara bergantian. Gairah Dexter kini semakin membumbung tinggi. Bibirnya beralih turun untuk mencium dan menjilat leher jenjang Megan.
Tangannya menarik ikatan gaun yang dipakai Megan lalu membuka kancing bajunya sendiri dan membuangnya asal. Entah sejak kapan, kini keduanya hanya memakai pakaian dalam saja. Dexter bangkit dan menarik tubuh Megan tanpa melepaskan pangutan bibir mereka. Kini Megan dalam posisi duduk menghadap dipangkuan Dexter dengan kaki melingkar di pinggang Dexter. Merasakan milik Dexter yang sudah mengeras dari balik boxer pria itu.
"Kau begitu memabukkan Megan," bisik Dexter serak, Megan merona.
Jemari pria itu mulai membelai bukit kembar itu, me.re.masnya, membuat tubuh Megan merasakan sensasi aneh dalam tubuhnya. Dexter melepas kaitan bra wanita itu, hingga terpampang lah dua benda besar dan kenyal itu di depan mata Dexter. Pria itu menggoda puncak dada yang sudah mengeras itu, membuat Megan bergerak tak karuan di atas pangkuan Dexter.
__ADS_1
Seperti bayi yang sedang kehausan, Dexter langsung menyesap puncak gundukan itu membuat sang empunya mengerang, tak kuasa menahan desiran aneh dalam tubuhnya.
"Engghh.. Dex," lenguh Megan mengusap rambut Dexter. Tak tinggal diam, tangan Dexter yang menganggur me.re.mas gundukan Megan yang lain.
"Ouchh...sshhh.." desis Megan menekan kepala Dexter. Instingnya mengarahkan tubuhnya untuk bergerak maju mundur di atas pangkuan pria itu. Membuat Dexter mengerang tak tertahan.
"Sayang... jangan bergerak seperti itu," ucap Dexter menahan gairahnya.
"Aku takut tidak bisa menahannya dan memakan mu saat ini juga," lanjutnya menahan bokong Megan agar berhenti bergerak.
Dexter membawa Megan berbaring, lalu memeluknya dengan erat.
"Sepertinya kita harus menghentikannya, aku takut tidak bisa menahannya," bisik Dexter, Megan lalu mengangguk menetralkan nafas dan jantungnya.
"Biarkan seperti ini," ucap Dexter merapatkan miliknya di depan milik Megan yang masih sama-sama memakai penutup. Dexter menghirup dalam-dalam aroma tubuh Megan.
__ADS_1
"Lalu berita baiknya apa?" tanya Megan.
"