My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 105: Punya Uncle


__ADS_3

3 minggu kemudian Megan dan Dexter kembali ke LA setelah bulan madu mereka di beberapa negara di Eropa. Mereka tiba di LA pukul 2 siang. Awalnya mereka akan bulan madu di sana selama satu bulan, hanya saja Megan merengek ingin pulang ke rumah mereka karena merindukan anak-anak.


Megan dan Dexter pergi ke rumah orang tua Megan, karena minggu ini kedua anak mereka ada di rumah Harold dan Alma setelah dari rumah Clarence dan Elrick.


Setibanya di sana, Megan keluar dari mobil terlebih dahulu meninggalkan Dexter yang tampak geleng kepala melihat tingkah istrinya.


"Amber.. Archer..." panggil Megan namun rumah kosong.


"Hubby, mereka tidak ada disini," pungkas Megan menatap Dexter yang ada di belakangnya menenteng beberapa paper bag ditangannya.


"Mungkin di rumah Edward," ucap Dexter. Mereka kemudian mendengar suara tawa anak-anak.


"Itu suara mereka. Sepertinya mereka ada di halaman belakang," ucap Megan berlari ke halaman belakang.


"Kids..." ucap Megan membuat si kembar bersama Aron menghentikan permainan mereka. Freya, Alma dan Harold terkejut melihat kedatangan Megan dan Dexter.


Dexter kemudian menyapa kedua mertuanya dan Freya.


"Mom..."


"Aunty.." ucap ketiganya bersamaan menjatuhkan buble gun mereka ke tanah dan berlari ke arah Megan. Megan kemudian merentangkan kedua tangannya, ketiga anak itu berlari ke pelukan Megan.

__ADS_1


"Kami merindukan mommy," ucap Amber.


"Aron juga rindu aunty," ucap Aron.


"Aku juga sangat merindukan kalian," ucap Megan mengecup ketiga anak itu bergantian.


"Bukankah kalian honeymoonnya 1 bulan. Kenapa kalian sudah pulang?" tanya Alma.


"Megan merindukan anak-anak dan merengek agar pulang secepatnya," ucap Dexter terkekeh.


"Ya ampun.. anak ini. Padahal anak-anak baik-baik saja disini. Kalau rindu kan bisa dihubungi. Ada-ada saja," Alma geleng-geleng kepala melihat Megan.


"Hai mom, dad, kakak ipar. Aku sangat merindukan kalian," ucap Megan memeluk mereka bergantian.


"Oh iya mommy bawa oleh-oleh yang banyak," ucap Megan membuat ketiga anak itu antusias.


"Hubby, dimana barang-barangnya?" tanya Megan.


"Aku taruh di ruang tengah tadi," balas Dexter.


"Ayo..ayo kita kesana saja," ucap Megan mengajak semuanya ke ruang tamu rumah Harold.

__ADS_1


Satu jam kemudian


Harold tampak menemani ketiga cucunya bermain mainan yang dibelikan Megan untuk si kembar dan Aron di atas karpet bulu. Sementara itu, Alma dan Freya membuat makanan di dapur. Dexter dan Megan duduk di sofa dengan Megan yang menggendong baby Sienna.


"Sayang, dia imut sekali. Aku ingin menggigit pipi gembul nya," ucap Dexter memegang tangan kecil Sienna yang masih tertidur dengan lelap.


"Hubby... lihat mulutnya. Dia lucu sekali," ucap Megan saat melihat bibir Siena yang bergerak-gerak seolah sedang menyedot ASI. Sienna menggeliat, mengusap wajahnya. Bayi kecil itu kemudian bangun dan membuka matanya.


"Ooohhh sayangnya aunty udah bangun ya.." ucap Megan tersenyum pada Sienna. Bayi kecil itu menggerak-gerakkan kepalanya seolah mencari letak sumber makanannya.


"Ya ampun, Sienna mau nen ya.." ucap Megan melihat gemas pergerakan bayi kecil itu.


"Bayi kecil, mintanya dari mommy mu saja. Yang ini punya uncle," ucap Dexter me.re.mas salah satu gundukan Megan. Megan terbelalak dan segera melirik ke arah daddynya, takut dan malu Harold mendengarnya. Untung saja Harold sedang serius bermain-main dengan cucu-cucunya.


"Hubby.. kamu apa-apaan sih.. mesum banget sih. Gak liat tempat lagi," ucap Megan menatap horor Dexter.


"Kan memang benar sayang, ini punya aku," balas Dexter dengan santainya.


"Bagaimana kalau tadi daddy mendengarnya coba," tukas Megan menyenggol lengan Dexter.


"Memangnya kenapa," jawab Dexter mengedikkan bahu acuh.

__ADS_1


"Udah ah, aku mau kasih Sienna sama kak Freya dulu, kayaknya dia haus," ucap Megan bangkit dari sofa, melangkahkan kakinya menuju dapur.


__ADS_2