My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 39: Rebutan


__ADS_3

Jack melirik jam tangannya sudah menunjukkan angka 11, sepertinya ia harus segera pulang. Ia juga ingin menghabiskan malam minggunya dengan Vivian berduaan. Para undangan juga sudah berpulangan.


"Sayang kita pulang ya, aku sudah bosan. Aku ingin memakan mu," bisik Jack menggigit kecil telinga Vivian saat ia masih berbicara dengan Winter. Ingin rasanya Vivian mengetok kepala Jack karena pria itu tidak tau malunya.


"Guys.. sepertinya kami harus pulang sekarang. Masih ada kegiatan yang harus kami selesaikan, benar kan sayang," ucap Jack mengerlingkan satu matanya kepada Vivian lalu bangkit dari kursinya. Dan tentu saja Dexter dan Julian paham dengan apa yang dikatakan Jack. Sedangkan Erick, sudah pulang satu jam yang lalu saat Beatrix izin pulang.


"Ck.. dasar maniak.." decak Julian.


"Bilang saja kamu iri tidak bisa melakukannya karena istrimu sedang hamil," ujar Jack meledek Julian. Winter menunduk malu mendengar perkataan Jack. Meskipun Julian tidak pernah menyentuhnya kecuali kejadian 3 bulan yang lalu. Jangankan untuk menyentuh, tidur bersama saja mereka tidak bisa karena Julian tidak ingin satu kamar dengannya.


"Megan.. apa kamu belum pulang?" tanya Vivian


"Kamu bisa ikut bersama kami," lanjutnya.


"Meg.. kamu tidak sedang mabuk kan," tanya Vivian saat melihat tingkah aneh sahabatnya itu. Megan menatapnya dan senyum-senyum sendiri tanpa membalas perkataannya.

__ADS_1


"Astaga sepertinya kamu sedang mabuk, ayo kami akan mengantarmu pulang," pungkas Vivian.


"Aku yang akan mengantarnya pulang, kalian pergilah," timpal Dexter. Megan mengangguk-anggukan kepalanya seakan menyetujui perkataan Dexter.


"Baiklah, aku titip Megan."


"Winter, kalian juga sudah bisa pulang dan istirahat, kamu sedang mengandung saat ini," pungkas Vivian perhatian pada Winter. Wanita itu lalu mengangguk.


"Megan.. ayo pulang. Aku yang akan mengantar mu pulang," ujar Julian bangkit dari kursinya.


Megan mengerjapkan matanya seolah mencari kesadaran. "Lepas... aku tidak mabuk. Aku bisa pulang sendiri," ucap Megan menepis tangan Julian.


"Kamu pulang saja dengan istrimu," ucap Megan menatap Winter yang mencoba menghindari tatapan Megan.


"Sudah... ayo pulang," ucap Dexter menarik tangan Megan dan membawanya pergi.

__ADS_1


"Tunggu..." ucap Julian mengejar mereka.


"Ada apalagi Julian, sebaiknya kamu pulang saja bersama istrimu," pungkas Dexter kesal pada Julian.


"Aku yang akan mengantarmu pulang. Aku tidak yakin dia bisa menjagamu," ucap Julian tegas menarik tangan Megan. Julian tidak ingin terjadi sesuatu dengan Megan jika ia bersama Dexter. Julian tau betul seperti apa sifat Dexter.


"Aku tidak mau Julian. Lepaskan... dulu kamu juga mengatakan padaku untuk menjagaku tapi apa? Hah.." ucap Megan mencoba melepaskan tangannya dari Julian.


"Hei.. jelas-jelas dia tidak ingin pulang bersama mu, kenapa kamu memaksanya," tukas Dexter menarik kembali tangan Megan. Megan sedang direbutkan oleh dua orang pria di sampingnya. Megan yang frustasi dengan tingkah kedua pria itu menghempaskan tangannya hingga cengkraman dari kedua pria itu terlepas.


"Aku akan pulang dengannya," ucap Megan sempoyongan menekan dada Dexter dengan jari telunjuknya. Julian akhirnya mengalah.


"Awas saja jika kamu sampai memanfaatkannya, atau aku akan menghabisi mu," ucap Julian penuh peringatan.


"Aku tidak yakin. Urus saja istrimu. Kamu dengannya tidak ada hubungan apa-apa lagi Julian. Ingat itu," pungkas Dexter mengingatkan Julian akan statusnya.

__ADS_1


"Aku tidak peduli. Aku akan tetap mendapatkannya, tidak akan ada pria lain di hidupnya selain aku Dexter," tukas Julian, sekarang ia sepertinya akan bersaing dengan Dexter. Julian tidak bodoh, ia tau jika Dexter menyukai Megan. Julian takut jika Dexter hanya akan mempermainkannya. Ia tidak mau wanita yang dicintainya jatuh ke tangan pria itu.


__ADS_2