
"Aku sudah tau dalang dibalik pengiriman teror kemarin," ucap Dexter menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
"Kamu serius? siapa pelakunya," tanya Megan tak sabar. Akhirnya masalah ini akan berakhir. Ia tidak perlu takut lagi setelah ini.
"Anastasia," ucap Dexter membuat Megan membulatkan matanya seolah tidak percaya jika Anastasia melakukan hal seperti itu.
"Da..darimana kamu tahu?" tanya Megan.
"Aku punya teman yang bekerja sebagai agen mata-mata, namanya Balckstone," jawab Dexter.
"Temanku dengan cepat menemukan pria yang mengirimkan paket itu. Dia seorang pembunuh bayaran. Setelah dibawa ke ruang interogasi, pria itu mengaku jika dia dibayar oleh Anastasia untuk meneror dan melenyapkan mu. Awalnya dia tidak mengaku, tapi temanku menyetrumnya hingga hampir menguliti pria itu hidup-hidup dan akhirnya ia mengaku," ucap Dexter membuat Megan bergedik ngeri dengan perlakuan Blackstone pada pembunuh bayaran itu.
"Aku tidak menyangka kalau Anastasia sampai melakukan itu," ujar Megan geleng kepala.
"Wanita jahat itu tidak menyukaimu sayang, karena aku mencintaimu dan juga kamu dekat dengan anak-anak. Sepertinya dia punya niat ingin kembali denganku," pungkas Dexter.
__ADS_1
"Aku takut Anastasia melakukan hal gila lainnya untuk mengancam ku lagi," ucap Megan khawatir. Dexter yang menangkap raut cemas di wajah Megan langsung menciumnya.
"Kali ini aku tidak akan memberi ampun padanya, alu pastikan dia tidak akan berani menyentuhmu sedikitpun," ucap Dexter dingin.
"Tenang saja sayang. Aku sudah melakukan sesuatu padanya. Kamu tidak perlu takut lagi," ucap Dexter mengecup kepala Megan. Setelah tau Anastasia pelaku di balik teror itu, ia langsung menghancurkan karir wanita itu. Dexter bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk tidak memakai Anastasia sebagai model mereka. Ia juga menarik sahamnya dari perusahaan ayahnya.
"Terima kasih sudah melindungi ku Hubby," ucap Megan menatap wajah Dexter dengan senyuman tulus terukir di bibir manisnya.
"Sudah menjadi tugasku untuk melindungi calon istriku dan ibu dari anak-anak ku," ucap Dexter mengusap lembut wajah Megan sebelum memberinya kecupan lembut di bibir Megan.
"Sepertinya kita harus segera pergi ke rumah mom, aku sudah janji pada anak-anak saat kamu pulang. Kita langsung kesana," ujar Megan membuat Dexter cemberut. Padahal ia ingin berduaan dengan Megan.
"Baiklah.." ucap Megan. Dexter lalu menenggelamkan wajahnya di dada empuk Megan.
*******
__ADS_1
Saat Megan dan Dexter ingin pergi ke rumah orangtuanya, tiba-tiba Anastasia datang menghampiri mereka dengan langkah yang tertatih.
"Dex..." panggil Anastasia membuat Megan dan Dexter terkejut melihat kedatangannya.
"Dex.. apa maksudmu menarik semua saham mu dan mengajak investor lain menarik saham mereka dari perusahan orang tuaku ," ucap Anastasia marah. Kedua orangtuanya sangat marah padanya karena orangtuanya menuduhnya sebagai penyebab perusahaan mereka bangkrut. Dexter menghubunginya tadi malam dan mengatakan akan membalas semua apa yang dilakukannya pada Megan. Awalnya ia memang kaget saat Dexter mengetahuinya tapi ia lega karena Dexter tidak punya bukti saat dia memintanya dari Dexter. Keesokan paginya ia diserang oleh beberapa kabar buruk.
"Tidak cukupkah kamu menghancurkan karirku dengan sekejap?, kamu bahkan menuduhku meneror wanita ini tanpa bukti. Aku tidak tau apapun, tapi kamu malah menuduhku begitu saja," ucap Anastasia berteriak di depan Dexter. Pagi ini, ia mendapat kabar semua kontrak kerjanya dibatalkan oleh beberapa perusahaan karena Dexter.
"Jangan coba-coba meneriaki ku," ucap Dexter menggeram marah. Tidak terima Anastasia membentaknya. Dexter geram melihat Anastasia yang masih tidak mengakui kesalahannya.
"Itu akibatnya jika kamu berani bermain-main denganku. Aku sudah memperingatimu sebelumnya. Tapi kamu mengabaikannya," ucap Dexter.
"Bersiaplah, aku akan menjebloskanmu ke penjara jika sampai kamu berulah lagi," ancam Dexter tidak bermain-main.
Dexter memanggil satpam untuk mengusir Anastasia dari rumahnya.
__ADS_1
"Aku sudah mengirim buktinya padamu, jadi tidak perlu mengelak lagi," ucap Dexter mengirim beberapa bukti ke ponsel Anastasia. Menggenggam tangan Megan dan membawanya menuju mobil yang sudah terparkir di halaman depan rumahnya.
Anastasia melihat ponselnya dan terkejut melihat semua bukti yang ada pada Dexter. Anastasia, berlari mengejar Dexter dan Megan, yang sudah pergi, ia menangis sekuat-kuatnya. Nasi sudah menjadi bubur, sekarang ia tidak bisa melakukan apa lagi untuk menyelamatkan dirinya sendiri hanya karena kebodohannya sendiri.