My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 94: Makan Gratis


__ADS_3

"Ka...kamu hamil? sudah berapa bulan?" tanya Vivian terbata.


"Satu bulan," ucap Beatrix menatap wajah kedua sahabatnya itu yang keheranan.


"Wow... keponakan ku akan bertambah lagi," ucap Megan senang mengusap perut Beatrix.


"Kami baru mengetahuinya dua hari yang lalu, ralat aku orang kedua yang mengetahuinya," ucap Beatrix kesal mengingat wajah Erick.


"Pantas saja dia akhir-akhir ini senang, dan sering senyum-senyum sendiri. Aku bahkan tidak sadar kapan dia membuang spermanya di dalam," ujar Beatrix menghela nafas.


"Dia bahkan mengatakan jika anaknya sedang ada disini saat aku mual beberapa hari yang lalu. Aku pikir saat itu dia sedang bercanda saat itu. Sementara yang ada dalam pikiranku aku sedang masuk angin saja. Ternyata dia sudah merencanakannya karena ia tau jika aku akan menolak ajakannya untuk menikah dalam tahun ini," ucap Beatrix.


Megan dan Vivian hanya tertawa mendengar cerita Beatrix.


"Sayangku, ternyata kamu disini," ucap Erick datang dengan wajah cemas dan takutnya membuat ketiga wanita itu menoleh ke arah suara.

__ADS_1


"Erick.. ayo duduk dulu," ucap Vivian. Erick kemudian duduk di samping Beatrix yang menatapnya kesal.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu akan bertemu dengan mereka. Aku mencarimu kemana-mana. Semua orang yang ada dirumah juga tidak ada yang tau kamu pergi. Aku takut kamu pergi meninggalkanku karena kejadian semalam. Untung saja aku menghubungi Dexter dan dia bilang kalian ada disini, aku datang untuk memastikannya," ucap Erick menggenggam tangan Beatrix.


"Maaf aku lupa," balas Beatrix menatap wajah Erick yang tidak bisa menyembunyikan raut wajah takutnya.


"Apa kamu marah karena kita akan menikah 3 hari lagi," ucap Erick.


"Tidak, aku tidak marah, hanya saja jengkel dengan mu," ucap Beatrix mencubit gemas wajah Erick.


"Erick... kenapa kamu berteriak, kita jadi bahan perhatian orang sekarang," ucap Beatrix melotot.


Erick berbalik melihat pengunjung Cafe, "maaf jika membuat kalian terganggu, aku hanya terlampau senang karena akan menikahi orang yang paling kucintai tiga hari lagi. Karena aku sedang senang, aku akan membayar pesanan kalian hari ini," ucap Erick pada pengunjung cafe membuat mereka bertepuk tangan dan senang karena mereka akan makan gratis. Beatrix tersipu malu saat kedua sahabatnya itu menggodanya.


Keempatnya lalu menghabiskan sore ini dengan menikmati makanan yang terhidang di meja mereka sembari bercengkerama.

__ADS_1


"Padahal aku berencana, Vivian yang membuat baju pengantinku," ucap Beatrix menggulung spaghetti nya dengan garpu.


"Kamu tidak usah khawatir. Nanti aku yang akan merancang gaun pengantin putri atau menantu mu saat mereka menikah sebagai gantinya," ucap Vivian membuat mereka tertawa.


Jam 6 lewat mereka lalu pulang. Beatrix pulang bersama Erick dan Megan menumpang dengan Vivian.


"Meg kamu kerumah Dexter atau apartemen mu?" tanya Vivian.


"Apartemen saja," ucap Megan.


Tak lama kemudian mereka tiba di depan gedung apartemen Megan. Wanita itu lalu turun dari mobil Vivian melambaikan tangannya saat Vivian akan pergi.


"Julian.. ada apa yang terjadi dengan mu," ucap Megan melihat Julian saat ia berbalik. Ternyata pria itu tidak bohong soal kedatanganya. Tangannya terlihat berdarah dengan pakaian yang lusuh dan acak-acakan.


"Mereka membohongiku Meg.." ujar Julian menggelengkan kepalanya, berjalan mendekati Megan dengan langkah yang sempoyongan.

__ADS_1


__ADS_2