My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 58: Packing


__ADS_3

Dexter menggeliat pelan, pria itu sudah setengah sadar. Matanya beberapa kali mengerjap beberapa kali sampai pandangannya jelas dan melihat wajah cantik Megan yang tidur dengan posisi menghadapnya. Seulas senyuman terukir di bibirnya.


"Cup.." Dexter mengecup pelan bibir mungil Megan.


Kalau saja ia tidak ada urusan ke luar kota hari ini, Dexter akan tetap melanjutkan tidurnya dan memeluk tubuh kekasihnya. Rasanya begitu enggan turun dari atas tempat tidur. Pria itu melirik jam weker di atas nakas. Sudah pukul setengah enam. Ia harus segera bersiap-siap. Dengan hati-hati, Dexter melepaskan tangan Megan yang memeluknya begitu erat. Megan menggeliat pelan merasa terganggu. Refleks membuat Dexter mengusap lembut kepala Megan agar wanita kembali tidur dengan nyenyak.


Dengan gerakan yang pelan, Dexter turun dari atas tempat tidur agar tidak menganggu kekasihnya. Pria itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Ceklek.." pintu terbuka menampilkan sosok Dexter yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang melilit di pinggangnya, rambutnya yang basah seakan menambah ketampanan pria itu.


"Sayang.. kamu sudah bangun.." ujar Dexter saat melihat Megan yang sedang bersandar di kepala ranjang. Megan mengangguk dan mengalihkan pandangannya dari Dexter karena tidak sanggup melihat pria itu yang hanya memakai handuk saja.


"Tolong bantu aku ya.." ujar Dexter membuat Megan bergedik karena terkejut. Pria itu malah menghampirinya di saat Megan mati-matian untuk tidak menatap pria itu. Parahnya lagi Dexter duduk di tepi ranjang menghadap Megan.


"Apa yang bisa ku bantu.." balas Megan mencoba menetralkan detak jantungnya.

__ADS_1


"Tolong packing pakaianku ya.. " pinta Dexter. Megan lalu mengangguk. Ia turun dari atas tempat tidur, mengikuti Dexter masuk ke dalam walk in closet milik pria itu.


Megan melongo melihat walk in closet Dexter yang dipenuhi dengan semua barang-barang pria itu, mulai dari pakaian, tas, sepatu, jam dan yang lainnya. Dan tentu saja semuanya barang-barang bermerk.


Megan membuka lemari kaca di depannya dan mengambil koper kecil untuk tempat barang-barang Dexter selama ke luar kota. Tak butuh waktu yang lama Megan sudah menyelesaikannya. Ia berbalik dan melihat Dexter yang tampak berkacak pinggang menatap lemari di depannya.


"Ada apa? kenapa kamu belum memakai baju?" tanya Megan menatap aneh ke arah Dexter.


"Aku menunggumu untuk memilih pakaian untuk ku,"


"Bagaimana dengan warna putih saja," ucap Megan.


"Apapun itu, asalkan pilihan mu," ucap Dexter memeluk Megan dari belakang.


"Dex.. apa yang kamu lakukan. Cepat lepaskan," ucap Megan. Dexter selalu saja melakukan sesuatu dengan tiba-tiba.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memeluk kekasihku saja. Memangnya salah," pungkas Dexter menghirup aroma tubuh Megan dalam-dalam membuat wanita itu merasakan bulu kuduknya merinding.


"Memang tidak salah... tapi apakah kamu tau jika aku sedang menahan nafas disini. Hanya saja aku belum terbiasa melakukannya dengan mu karena kita baru saja menjalin hubungan," batin Megan.


"Jangan terlalu formal," ucap Dexter, Megan lalu mengangguk.


"Oke.. kemejanya warna putih. Sekarang bawahannya," ujar Megan mencoba melepaskan tangan Dexter dari pinggangnya.


"Dex.. aku kesusahan berjalan jika kamu terus memelukku," ucap Megan. Dexter kemudian melepaskan tangannya. Megan berjalan menuju lemari berisi celana Dexter, ia memilih celana jeans berwarna coklat muda.


"Sudah.. kamu bisa memakai bajumu sekarang. Jangan lupa untuk memilih belt dan sepatu degan warna coklat yang lebih gelap," pungkas Megan.


"Thanks sayang.. apa kamu tidak ingin membantuku untuk memakaikannya," ujar Dexter menggoda Megan hingga membuat wanita itu menganga.


"Dasar mesum..." ucap Megan mencubit perut kotak Dexter dan pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2