My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 103: Beberapa Ronde


__ADS_3

"Dex..." ucap Megan terbelalak saat merasakan milik Dexter mengeras kembali di dalamnya. Pria itu kemudian menyeringai menatap wajah Megan.


"Ronde kedua sayang ku," tukas Dexter mengecup singkat bibir Megan sebelum ia menggerakkan kembali pinggangnya.


"Dex... nggghhhh..." lenguh Megan melingkarkan kedua tangannya di leher Dexter.


Dexter membalik tubuh mereka hingga kini Megan berada di atasnya.


"Women on top sayang.." ucap Dexter serak saat melihat wajah bingung Megan.


"Bergeraklah... kali ini kamu yang memimpin permainannya," ucap Dexter mengerlingkan satu matanya.


Megan mulai menggerakkan pinggangnya naik turun dengan mata yang tertutup saat merasakan milik Dexter tertancap lebih dalam di sana. Benar kata teman-temannya dulu. Saat wanita berada di atas, rasanya lebih nikmat.


"Astagahhhm sayang, milikmu sempit sekali. Kau menjepit ku sayang.." rancau Dexter menatap Megan yang terlihat sexy saat mengerang dan memanggil namanya.

__ADS_1


"Dex.... ini.. inihh.. nikmathh sekali.." rancau Megan. Dexter yang tidak tahan melihat benda bulat kenyal Megan ikut bergoyang gemas bangun dan melahap puncak yang sudah tegang itu dengan mulutnya. Refleks Megan melingkarkan tangannya di leher Dexter.


"Ssshhh...nggghhhh... ahhhh.." lenguh keduanya. Megan merasakan sesuatu akan meledak lagi. Dexter mengubah posisi mereka hingga Megan di bawah. Ia lalu mempercepat gerakan pinggangnya hingga merasakan miliknya semakin membesar, siap untuk melepaskan cairan miliknya.


"Akhhhh..." pekik keduanya bersamaan saat mencapai pelepasan. Dexter menyemburkan cairan cintanya ke dalam di rahim Megan. Dexter mengecup bibir Megan, menjatuhkan tubuhnya di atas Megan dan menyelusupkan kepalanya di ceruk leher Megan.


"Sayang, kenapa kamu begitu nikmat," ucap Dexter mengecup leher Megan. Pinggulnya menghentak sesekali menyemprotkan sisa cairannya.


"Kau tau, bisa-bisa aku tidak akan membiarkan mu keluar dari kamar ini selamanya. Aku ingin terus menerus menghunjam mu sayang," tukas Dexter dengan deru nafas yang memburu. Ia memutar tubuhnya hingga Megan berada di atasnya. Milik mereka masih menyatu.


"Biarkan seperti itu dulu, masih ada ronde berikutnya sayang.." pungkas Dexter mengecup bibir Megan.


"APA? kita sudah dua ronde. Memangnya berapa kali lagi. Tubuhku sudah lelah," ucap Megan memukul dada bidang Dexter.


"Sudah kubilang malam ini kamu tidak akan tidur," ucap Dexter menyeringai. Megan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Kamu jahat banget sih sama aku," kata Megan menjatukan kepalanya di dada Dexter


"Apanya yang jahat sayang, aku hanya memberikan kenikmatan untuk mu kamu malah bilang aku jahat," pungkas Dexter menggoyang pinggulnya membuat Megan mendesis.


"Hubby, berhenti. Aku masih capek," ucap Megan menahan pinggang Dexter.


"Baiklah, kita tidur sebentar. Tapi setelah itu kita lanjut ronde berikutnya. Aku belum puas," ucap Dexter mengusap rambut Megan. Megan kemudian memejamkan kedua matanya.


******


Megan menggeliat dan merasakan puncak dadanya seperti di sedot. Ia membuka matanya dan melihat Dexter yang memeluknya dengan mulut yang menempel di puncak dadanya.


"Astaga.. tidur pun kamu tetap nakal," batin Megan menggelengkan kepalanya. Ia kemudian menjauhkan kepala Dexter dari dadanya. Megan bangun dan merasakan seluruh tubuhnya seakan remuk. Dexter benar-benar pria maniak. Dexter menggempurnya habis-habisan sampai bagian bawahnya terasa pegal seolah tidak ada hari esok. Matanya tertuju pada jam weker di atas nakas yang sudah menunjukkan angka 10. Megan seketika teringat dengan kedua mertuanya ada di rumah mereka. Bagaimana tidak, Dexter baru membiarkannya tidur jam 4 pagi.


"Oh my God... malunya..." pekik Megan merona.

__ADS_1


Pekikannya yang kuat membuat Dexter bangun. "Kenapa sayang.. kenapa kamu berteriak," ucap Dexter menaruh kepalanya di paha Megan.


__ADS_2