
Satu bulan kemudian
Anak-anak baru saja memasuki libur musim dingin. Mereka akan masuk kembali di awal bulan februari nanti. Dua hari lagi natal akan tiba, Megan bersama Dexter dan kedua anak mereka sedang sibuk membuat kue natal sejak tadi siang. Dexter juga meliburkan karyawan perusahaannya selama satu minggu, agar karyawannya juga bisa menikmati liburan natal bersama keluarga mereka.
"Mom.. lihat.. bentuknya cantik bukan," ucap Amber yang duduk di atas meja menunjukkan adonan biskuit yang berbentuk bintang dan pohon.
"Pekerjaan bagus sayang.." kata Megan mengecup kepala Amber.
"Mom.." panggil Archer yang berdiri di atas kursi sembari mencetak adonan kue jahenya.
"Aku mau beli kado natal untuk grandma dan grandpa. Apa aku bisa membuka tabungan ku? aku rasa itu cukup untuk membelinya," ucap Archer. Dexter memang sudah membiasakan kedua anaknya untuk menabung sejak mereka berusia 4 tahun.
"Tentu saja nak, nanti kalau uangnya masih kurang mommy akan menambahinya," ucap Megan mengecup pipi Archer.
"Thank you mom, mommy yang terbaik," ucap Archer memeluk leher Megan lalu mencium pipi Megan.
"Aku juga kalau begitu, pasti tabungan ku sudah penuh. Aku belum pernah membukanya mom," ucap Amber antusias.
"Okay.. besok kita ke mall untuk membeli kado natal. Dan jangan lupa untuk meminta kado natal yang banyak dari daddy untuk kita, iya kan dad.." ucap Megan menatap Dexter yang sedang mengocok adonan kue untuk membuat cup cake dengan mixer.
"Apapun untuk kalian.." balas Dexter tersenyum menatap istri dan anak tercintanya.
__ADS_1
"Kami sayang daddy.." ucap ketiganya kompak.
"Daddy juga sangat menyayangi kalian," balas Dexter mematikan mixernya, lalu membawa adonan kuenya ke meja. Tak lupa mencium istri dan kedua anaknya. Ia sangat bahagia memiliki anak dan istri seperti Megan. Wanita yang sangat luar biasa bagi Dexter yang benar-benar tulus mencintainya dan ana-anaknya. Dia memang tidak salah memilih Megan sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.
******
Saat malam natal tiba, Dexter bersama keluarga kecilnya berkumpul di ruang keluarga. Mereka memilih duduk di atas karpet bulu yang tebal di dekat perapian untuk menghangatkan diri. Ditemani kue natal buatan mereka dengan susu sebagai minuman mereka. Sebuah keluarga yang hangat dan harmonis. Seperti harapan Dexter.
Si kembar memberi hadiah untuk Megan Dexter berupa sepasang kaos yang sama. Kedua anak itu juga membeli untuk mereka. Megan dan Dexter tidak tau jika kedua anak mereka membeli hadiah natal untuk mereka. Kedua anak itu meminta bantuan pada Dorothy satu minggu sebelum natal tiba. Amber dan Archer berencana, agar mereka memakainya bersamaan saat berkunjung ke rumah grandma dan grandpa mereka.
"Mommy punya hadiah untuk kalian," ucap Megan.
"Oh ya... apa itu mom?" tanya Archer tidak sabar.
"Apa ini sayang?" tanya Dexter membuka pita biru. Archer dan Amber duduk disamping Dexter tidak sabar untuk melihatnya.
"Kalian lihat saja nanti," ucap Megan menatap tangan Dexter yang membuka kotak kecil itu.
"Sayang......" ucap Dexter menganga, terkejut melihat benda pipih di dalam kotak itu. Test pack dengan garis dua. Dexter menatap Meganseolah ingin memastikannya. Megan kemudian mengangguk.
"Yess.." ucap Dexter senang, bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Dad... itu apa?" tanya Amber berdiri. Ia bingung kenapa daddynya begitu senang setelah melihat benda itu.
"Kalian akan punya adik sayang.." ucap Dexter membuat Amber dan Archer terkejut lalu bersorak gembira.
Megan sangat senang melihat ketiga orang di depannya.
"Terima kasih sayang. Ini hadiah yang luar biasa," ucap Dexter mengecup bibir Megan berkali-kali dan memeluknya. Archer dan Amber juga ikut memeluk Megan.
"Kapan kamu melakukan tesnya sayang," tanya Dexter masih memeluk Megan.
"Tiga minggu yang lalu, aku berencana memberi tahu kalian saat natal sebagai hadiah natal dariku," ucap Megan merangkul Archer dan Amber.
"Apa kamu sudah ke dokter?" tanya Dexter. Megan mengangguk.
"Bayi kita sudah berusia 6 minggu," balas Megan.
"Ternyata anak daddy sudah berusia 6 minggu ya, sehat-sehat di dalam perut mommy ya baby.." ucap Dexter mengusap perut Megan.
"Kapan perut mommy besar seperti perut aunty Freya?" tanya Amber memegang perut Megan.
"Mungkin 2 bulan lagi akan tampak sayang.." pungkas Megan mengusap rambut panjang Amber.
__ADS_1
"Aku tidak sabar menunggunya mom," ucap Archer.
Mereka kemudian melewati malam dingin dengan berbagi cerita hingga akhirnya mereka tidur karena sudah mengantuk.