My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Extra Part 3


__ADS_3

Megan menggeliat di atas tempat tidur lalu bangun dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Tangannya terulur menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Setelah pulang dari kediaman Julian, Dexter membawanya ke hotel dan setelah itu kalian bisa tau apa yang mereka lakukan.


"Dasar maniak.." gumam Megan menatap Dexter yang sedang tidur telungkup. Megan mengambil ponselnya dari atas nakas.


"Ya ampun, sudah jam 4," ucap Megan menepuk jidatnya. Tidak terasa mereka sudah dua jam di hotel. Megan memungut pakaiannya yang berserakan di lantai lalu membersihkan dirinya di kamar mandi.


10 menit kemudian, Megan keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sebelumnya ia pakai.


"Hubby... hubby.." panggil Megan menepuk pelan wajah Dexter.


"Nggghh.. ada apa sayang.." jawab Dexter dengan suara khas baru bangun tidur.


"Ayo bangun... kita harus kembali ke rumah mommy. Kasihan mommy dan daddy yang sekarang pasti menjaga cucu-cucunya yang super aktif," ucap Megan mengambil pakaian Dexter dari lantai.


"Mandi sama ya.." ucap Dexter bangun dengan tubuh telanjangnya.


"Aku baru siap mandi," ucap Megan memalingkan wajahnya. Ia tetap saja malu melihat tubuh Dexter yang polos itu, padahal dia sudah sering melihatnya.


"Sudah sana mandi, takutnya mommy kewalahan menjaga Arthur yang super aktif," ucap Megan.

__ADS_1


********


Dexter dan Megan tiba di depan rumah Harold. Keduanya lalu turun dari mobil dan melihat si kembar bersama Aron dan Harold di halaman depan rumah sedang membuat taman bunga.


"Dad, dimana Arthur?" tanya Megan.


"Kami di sini sayang," jawab Alma menggendong Arthur dengan pakaian yang kotor karena tanah.


Arthur yang melihat gundukan tanah di bawahnya tidak sabar untuk memijaknya. Ia meminta turun dari gendongan Alma agar bisa bermain tanah.


"Sejak tadi dia bermain tanah.." ucap Alma gemas melihat tingkah cucunya yang paling kecil itu. Lihat, bahkan sekarang anak itu sudah duduk di atas tanah dan mengabaikan mereka.


"Mom.. apa masih ada makanan, aku lapar?" tanya Dexter pada ibu mertuanya.


"Kamu lapar? Tumben banget," pungkas Megan.


"Mommy belum memasak makan malam nak, tapi di meja sepertinya masih ada sisa cake buatan mommy tadi siang. Kamu bisa memakannya menunggu makan malam disiapkan," ucap Alma. Makan malam mereka hari ini disiapkan oleh Freya di rumahnya karena anak-anak bersama Alma dan Harold.


"Atau kalau kamu bisa menunggu mommy akan memasaknya untuk mu," ucap Alma yang sudah menganggap Dexter seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


"Tidak usah mom, aku makan cake saja," ucap Dexter tidak ingin membuat ibu mertuanya repot. Ia lalu masuk ke rumah.


Artur menggenggam tanah dengan kedua tangannya dan berjalan dengan langkah pelan mendekati Harold. Anak itu kemudian memberi tanah ditangannya pada Harold.


"Cucuku sangat menggemaskan.." ucap Alma melihat Arthur.


"Oh ya bagaimana dengan Julian?" tanya Alma.


"Masih sama seperti kemarin mom, dia bahkan tidak mau berbicara dengan kami," ucap Megan.


"Semoga saja Winter segera kembali. Mommy kasihan melihat Julian. Mommy tidak menyangka jika Winter punya pengaruh besar dalam diri anak itu," ucap Alma. Megan lalu mengangguk.


"Sienna bangun.. " ucap Dexter menggendong Siena sembari memegang piring berisi cake. Saat Dexter sedang menikmati cakenya, ia mendengar suara tangisan. Ternyata Sienna yang sudah bangun.


"Aunty.." ucap Sienna mengucek matanya. Sienna sudah berusia dua setengah tahun.


"Hai cantik.." balas Megan mengecup pipi Sienna.


"Kemari nak, biarkan uncle Dexter makan cakenya dulu," ucap Alma merentangkan tangannya. Sienna lalu menggeleng, ia mengeratkan pelukannya di leher Dexter.

__ADS_1


"Kamu ya, kalau sudah sama uncle Dexter mu tidak mau lagi sama grandma," ucap Alma menoel hidung Sienna. Anak kecil itu lalu tertawa. Dexter membawa Sienna duduk di kursi besi yang tidak jauh dari posisinya.


__ADS_2