
"Dex__ hmmppthhh.." Dexter mencium bibir Megan sebelum wanita itu menyelesaikan perkataannya. Megan yang terbuai dengan ciuman Dexter mulai membalas bibir pria itu. Megan melingkarkan tangannya di leher Dexter menikmati tautan bibir mereka. Tangan pria itu tak tinggal diam, ikut memainkan dua gundukan Megan. Perlahan bibir Dexter beralih menyusuri leher putih Megan hingga turun ke bawah, menyesap gundukan itu bak bayi yang kehausan.
"Sshhh... ouchh..." desah Megan memejamkan matanya, me.re.mas rambut Dexter.
"Dex... nghh.. jangan terlalu kuat, dadaku masih ngilu akh.." ucap Megan mengusap pelan wajah Dexter.
"Maaf sayang.. aku akan lebih lembut lagi," ucap Dexter serak kembali memainkan gundukan itu dengan lembut.
"Mom.. " panggil Amber kuat, refleks membuat Megan menjauhkan kepala Dexter dari dadanya.
"Amber datang.." ucap Megan kalang kabut, merapikan pakaiannya. Untung saja ia sudah rapi saat Amber masuk ke dalam kamar.
"Ada apa princess..." tanya Dexter santai seakan tidak terjadi apa-apa.
"Mom.. ikat rambut Amber ya..." ucap Amber pada Megan membawa ikat rambutnya. Anak itu sudah mandi.
"Tentu saja nak, kemari.. mommy akan mengikatnya," ucap Megan turun dari atas tempat tidur.
"Aku mandi dulu," ucap Dexter mengecup bibir Megan lalu mencium pipi putrinya.
__ADS_1
"Siapa yang memilih pakaianmu sayang.." tanya Megan.
"Dorothy mom.." ujar Amber duduk di pangkuan Megan.
"Mommy potong poninya ya sayang, soalnya udah terlalu panjang dan itu bisa menganggu penglihatan mu," ujar Megan menyisir rambut Amber.
"Oke mom... " ucap Amber tersenyum menatap Megan.
"Archer sudah bangun tidak?" tanya Megan.
"Sudah mom, kakak pergi menemui grandpa," ucap Amber menutup matanya karena Megan hendak memangkas poninya.
"Oke sudah selesai.." ujar Megan membersihkan wajah Amber yang terkena potongan rambutnya.
"Mom, aku mau liat.." ucap Amber tidak sabar. Megan mengangkat tubuh Amber dan mendirikannya di kursi agar bisa berkaca.
"Thank you mom," pungkas Amber menatap pantulan wajahnya di kaca.
"Sama-sama sayang," balas Megan mengecup kepala anak itu. Megan kemudian merapikan tempat tidur Dexter sembari mendengar Amber yang bersenandung ria di depan kaca. Anak itu terlalu senang.
__ADS_1
Megan keluar dari ruang ganti dan melihat putrinya yang sedang menyanyi di depan kaca sembari berjoget.
Dexter menatap Megan seolah bertanya, Megan lalu tersenyum dan mendekati Dexter.
"Mungkin karena dia poni baru," bisik Megan.
"Dad.." pekik Amber melihat pantulan Dexter di kaca. Anak itu berbalik melingkarkan tangannya di leher Dexter dan memeluknya.
"Sepertinya putri daddy senang sekali.." tukas Dexter
"Yap...itu karena Amber baru potong poni," ucap Amber melepaskan pelukannya dari Dexter.
"Cantik kan dad." Anak itu berpose dengan satu tangan di pinggang dan jari telunjuk di pipinya. Amber tersenyum dengan menampilkan gigi seri bawahnya yang mulai tumbuh. Membuat siapa pun yang melihatnya akan gemas dengan anak itu.
Megan yang gemas melihat putrinya itu mengambil ponselnya lalu menghidupkan kameranya.
"Dex.. tolong foto kan kami," ujar Megan memberikan ponselnya pada Dexter. Pria itu kemudian mengambil beberapa foto anak dan kekasihnya. Tak lupa ia juga mengirim foto itu untuknya.
"Ya ampun... putri daddy ini sangat lucu sekali," ucap Dexter menggendong Amber.
__ADS_1
"Siapa dulu dong... anak daddy dan mommy," ucap Amber mencium Dexter dan Megan.
"Ayo kita ke bawah, pasti yang lain sudah menunggu kita," ajak Dexter. Megan mengangguk lalu menyimpan ponselnya. Ketiga keluar dari kamar menuju ruang makan.