
Setelah makan malam dari rumah Edward, mereka lalu pulang. Dexter terlebih dahulu mengantar Megan ke apartemennya.
"Mommy duluan ya kids," ujar Megan.
"Okay mom, besok datang ke rumah ya," ujar Amber.
"Iya sayang, bye" ucap Megan melambaikan tangannya.
"Nona Megan, ada titipan paket untuk anda," ucap satpam yang sudah mengenal Megan. Karena wanita itu seringkali menyapa atau memberikan makanan padanya.
"Dari siapa pak?" tanya Megan.
"Saya juga tidak tau nona. Seorang pria datang mengantarnya kesini dan menitipkan paketnya pada saya. Pria itu tidak mengenalkan namanya," ujar satpam.
"Kalau begitu terima kasih Pak, saya naik dulu," ucap Megan.
Megan hendak membuka kotak paket ditangannya namun tidak jadi, "kayaknya aku mandi dulu baru buka paketnya deh," gumam Megan menaruh kembali paket yang ada di tangannya di atas meja.
__ADS_1
Setengah jam berlalu, Megan sudah selesai mandi dan memakai skincarenya. Ia beranjak ke sofa untuk membuka kotak paket yang diberikan oleh satpam tadi.
"Siapa yang mengirimnya ya.." batin Megan membuka perekat yang menempel dalam di kardus tersebut.
"Oke mari kita lihat apa isinya," gumam Megan membuka kardus itu.
"Akhh..." pekik Megan menjauhkan kotak di depannya. Jantungnya berdetak lebih cepat. Megan mulai dihantui oleh ketakutan dan rasa cemas berlari ke pintu apartemen dan memastikan pintu terkunci. Megan terkejut saat melihat seekor tikus yang sudah mati berlumuran dengan darah.
"Si..siapa yang mengirimkan paket ini untuk ku," gumam Megan membuka kembali kotak kardus itu.
Mengambil foto-fotonya yang diberi tanda silang merah. Keringat wanita itu mulai bercucuran, padahal AC di kamarnya hidup.
"Drrrt... drrrrtt..." ponsel Megan bergetar. Sebuah pesan dari nomor baru muncul di layar ponselnya. Megan menghembuskan nafasnya, ada perasaan takut membuka pesan tersebut.
✉️ apa kamu sudah membuka paketnya? hahahaha
ku harap kamu menikmatinya.
__ADS_1
✉️ selamat menanti paket berikutnya sayang.
Semoga nasibmu tidak sama dengan tikus itu.
Megan menghubungi nomor baru itu dan tidak aktif lagi. Megan tidak bisa menahan rasa takutnya lagi hingga ia akhirnya menangis. Ya, dia harus menghubungi Dexter sekarang. Megan mencari kontak pria itu di ponselnya lalu menghubunginya. Sepertinya Dexter tidak memegang ponselnya saat ini. Terbukti dari panggilan Megan yang tidak di jawab. Megan kembali menghubungi nomor Dexter hingga beberapa kali namun tidak ada hasilnya.
Megan takut, wanita itu memeluk kedua kakinya dan menangis.
Di lain tempat, di rumah Dexter. Pria itu tampaknya baru selesai mandi. Ia mengecek ponselnya dan melihat ada 15 panggilan tak terjawab dari Megan. Dexter yang khawatir melihat jumlah panggilan dari Megan yang tidak biasanya seperti itu menghubungi Megan.
"Dex.. hikss...hiksss.." ucap Megan menangis.
"Sayang... ada apa? mengapa kamu menangis? apa yang terjadi," tanya Dexter semakin khawatir apalagi mendengar suara tangisan dari Megan.
"Hiksss... hikss.. aku takut.."
"Sayang.. tunggu di sana, aku akan segera kesana," ucap Dexter dengan suara lembutnya dan mematikan ponselnya. Secepat kilat ia menyambar kunci mobilnya dan melangkah dengan cepat menuruni tangga rumahnya.
__ADS_1
"Dorothy, tolong jaga anak-anak. Katakan pada mereka jika aku sedang ke tempat Megan dan kemungkinan akan menginap disana," ujar Dexter saat tidak sengaja berpapasan dengannya.
"Baik tuan," ucap Dorothy menatap wajah Dexter dengan penuh tanya saat melihat raut kecemasan dari wajah dan nada bicaranya. Mungkinkah terjadi sesuatu dengan Megan? ia berharap semoga wanita itu baik-baik saja.