My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 45: Bibimbap


__ADS_3

Megan terlihat serius mendengar kedua anak kembar itu mengoceh sejak tadi, mereka bercerita tentang sekolah dan teman-temannya. Bahkan sekarang Archer tidur di sofa dengan kepala di atas paha Megan.


"Mom, kami di sini sampai sore tidak apa-apa kan mom," tukas Archer menatap Megan.


"Tentu saja sayang," balas Megan mengusap kepala Archer.


"Kecuali pria itu," batin Megan melirik Dexter yang sedang menikmati tayangan TV sembari memangku Amber.


Archer meraih satu potong cake dari atas meja lalu memakannya. "Archer, jangan makan sambil tiduran. Nanti makanannya salah masuk ke saluran pernafasan kamu. Bisa-bisa kamu tersedak," ucap Megan memperingati Archer.


"Baik mom," balas Archer patuh lalu mengambil posisi duduk.


drrrrtttt.....drrrttt....drrtt.... ponsel milik Megan berdering.


"Sebentar mommy ambil ponsel dulu," ucap Megan berjalan menuju nakas di dekat tempat tidurnya.


"Halo... ada apa sayang.." ucap Megan mengangkat panggilan vidio setelah kembali duduk di samping.


Archer. Sontak Dexter mengalihkan pandangannya ke arah Megan saat mendengar wanita itu memanggil sayang.


"Aunty.. kenapa tidak datang ke rumah grandma," pungkas Aron mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"uuuhhh... gemasnya keponakan aunty yang satu ini," ucap Megan tidak tahan ingin mencubit pipi Aron. Dexter menghela nafas saat tau siapa yang berbicara dengan Megan.


"Aron mau makan bim bim bim bapppp lagi aunty," pungkas Aron. Megan tertawa kecil mendengar Aron yang selalu saja salah dalam menyebutkan bibimbap, nasi campur ala orang korea.


"Bibimbap sayang, kamu selalu saja salah mengucapkannya," ujar Megan memperbaiki pelafalan Aron yang salah.


"Ya itu maksud Aron aunty, Bi..bim..bap," tukas Arin kembali mengejanya dengan benar.


"Apa itu Aron mom?" tanya Archer. Megan mengangguk. Amber yang mendengar suara Aron langsung menghampiri Megan.


"Kenapa aku seperti mendengar suara Archer di sana," ucap Aron.


"Mereka ada di apartemen aunty sekarang," balas Megan.


"Tunggu aku di sana ya, jangan pulang dulu," ucap Aron ingin datang kesana.


"Dad... antar Aron ke tempat aunty ya," pekik Aron memanggil Edward dan berlari menghampirinya.


"Suruh Megan saja yang datang kesini," balas Edward menikmati cemilannya sembari menonton berita di TV.


"Aunty sedang sibuk dad, ayolah dad.. teman Aron ada disana," bujuk Aron.

__ADS_1


"Kalau begitu nanti saja, daddy sedang sibuk menonton," jawab Edward dengan mata yang masih fokus ke TV.


"Dad..." panggil Aron menarik tangan Edward.


Pria itu tidak menggubris anaknya sama sekali.


"Huh... daddy jahat.." tukas Aron cemberut melipat kedua tangannya di depan dadanya dan memalingkan wajahnya dari Edward.


"Mommy pulang..." ucap Freya yang baru saja masuk ke dalam rumah membawa barang belanjaannya.


"Loh belanjanya sudah selesai," ucap Edward menghampiri Freya dan mengambil alih belanjaan di tangan istrinya.


"Aron... kamu kenapa sayang.." tanya Freya melihat wajah cemberut putranya. Biasanya Aron akan menyambutnya dengan wajah ceria.


"Daddy jahat.. hikss... hikss..." Aron menangis.


Freya berjalan mendekati Aron dan memeluknya.


"Ed..." panggil Freya seketika membuat Edward berhenti merapikan barang belanjaan istrinya. Kalau sampai Freya memanggil namanya, itu berarti wanita itu sedang marah sekarang.


"Kenapa sayang, apa yang daddy lakukan padamu hmm.." tanya Freya lembut mengusap rambut kepala Aron.

__ADS_1


"Daddy tidak mau mengantar Aron ke tempat aunty, Aron mau makan bibimbap dengannya," ucap Aron mengadu.


__ADS_2