
3 hari kemudian
Dexter dan Megan kembali ke rumah bersama Archer dan Amber dari pesta pernikahan Beatrix dan Erick.
"Bibi Dorothy, tolong bantu anak-anak mandi ya," ucap Megan. Dorothy lalu mengangguk dan mengajak si kembar ke kamar mereka.
"Nanti mommy akan ke kamar kalian kalau mommy sudah selesai mandi," ujar Megan. Kedua anak itu lalu mengangguk.
"Loh.. Dexter kemana? apa dia sudah ke kamar duluan," batin Megan. Ia kemudian berjalan menaiki tangga rumah menuju kamar Dexter.
Ceklek..
Megan membuka pintu dan melihat Dexer yang sedang duduk di sofa dengan ponselnya berada di deoan wajahnya, pria itu sedang melakukan panggilan vidio.
"Hei.. diamlah kalian berdua. Jika kalian menghubungiku untuk megejek ku, lebih baik aku mematikan ponsel ku saja," ucap Dexter kesal.
Megan yang mendengar perkataan Dexter tertawa pelan sembari melepaskan perhiasannya, pasti Dexter sedang berbicara dengan kedua sepupunya itu. Sejak tadi dia menjadi bulan-bulanan Erick dan Jack.
__ADS_1
"Hahahaha.... padahal yang pacaran duluan dan melamar duluan itu kamu Dex. Tapi yang nikah duluan malah Erick. Sayang sekali. Ada bonus juga, istrinya sudah hamil. Dan jarak kelahirannya akan berdekatan dengan istriku. Usia anak kami akan berdekatan juga. Selamat tinggal Dex..." ucap Jack tertawa kuat.
"Kalian baru akan punya satu anak. Aku sudah punya dua, siapa yang lebih hebat coba," ucap Dexter sombong.
"Terserah kamu saja. Aku yakin setelah ini kamu akan merengek seperti anak kecil pada Megan agar kalian memajukan pernikahan kalian. Atau kamu akan memaksa Megan. Mengingat sifat mu yang kekanak-kanakan dan pemaksa itu," ujar Erick tertawa.
"Kamu mengejek ku heh. Apa bedanya kita. Kamu juga usia saja yang tua, tapi sifat kekanak-kanakan. Kalau istrimu tau kamu makan sering di suapi aunty istrimu akan mengejekmu dan malu punya suami sepertimu," ucap Dexter membuat Erick terbelalak. Pasalnya Beatrix ada disana dan mendengarnya. Setelah ini, istrinya akan punya bahan baru untuk mengejeknya.
"Hahahaha.. ekspresimu lucu sekali Erick.." Jack dan Dexter tertawa.
"Dasar si manja. Lagian bisa-bisanya kamu masih sempat menghubungiku di malam pertama pernikahanan kalian hanya untuk mengejek ku. Dasar aneh," cibir Dexter.
"Sebenarnya aku tidak tarlalu percaya dengan dokter itu, hanya saja istriku takut terjadi sesuatu dengan bayi kami. Padahalkan aku bisa melakukannya dengan pelan," ujar Erick terkekeh mentap istrinya.
"Kasihan sekali tiger kalian akan karatan karena tidak akan dimanjakan dalam beberapa bulan ini," ucap Dexter mengejek Erick dan Jack. Megan yang mendengar pembicaraan ketiga pria itu hanya geleng-geleng kepala.
"Guys.. aku harus membuat susu untuk istriku dulu, bye Jack, bye Dex. Aku harap Megan tidak mengiyakan permintaan mu untuk mempercepat pernikahan kalian," ucap Erick tertawa lalu mematikan panggilannya.
__ADS_1
Dexter menyimpan ponselnya dan berjalan mendekati Megan yang sedang berusaha meleoas kancing belakang bajunya.
"Sayang... mereka mengejek ku lagi.." ucap Dexter manja memeluk Megan dari belakang. Menghentikan kegiatan wanita itu membuka kancing belakang gaunnya.
"Ya ampun Dex. Mereka hanya bercanda saja.. tidak perlu serius," balas Megan menatap pantulan wajah Dexter dari kaca yang sedang menyandar di bahunya.
"Tapi mereka akan terus mengejekku nanti," balas Dexter.
"Hei... lalu aku harus bagaimana? bukankah kalian bertiga sudah terbiasa saling mengejek," ucap Megan geleng kepala.
"Ayo kita menikah minggu depan saja," pungkas Dexter mengecupi leher Megan yang sedang terkejut.
"Astaga, kita menikah tinggal 2 minggu lagi hubby. Dua minggu lagi itu tidak akan terasa. Kenapa harus mempercepatnya," ucap Megan membuat Dexter cemberut.
"Oh.. ayolah sayang. Apa kamu mau kalau mereka akan terus-terusan mengejek ku," tukas Dexter mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang tidak dituruti permintaannya.
"Ya ampun Dex. Terserah kamu saja kalau begitu," balas Megan membuat Dexter berteriak kesenangang.
__ADS_1
"Terima kasih sayang.. terima kasih. I love you," ucap Dexter senang dan bersenandung ria masuk ke kamar mandi.
"Ya ampun.. dasar pria itu.." gumam Megan terkekeh.