My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 87: Kemarahan Dexter


__ADS_3

Dexter mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menerobos jalanan. Pikirannya dipenuhi dengan Megan saat ini. 10 menit berlalu, Dexter tiba di depan gedung apartemen Megan.


Setibanya di depan unit apartemen Megan, Dexter kemudian menekan sandi pintu kamar apartemen Megan.


"Ceklek," Megan terkejut mendengar suara pintu terbuka, ia mulai berpikiran negatif. Mungkin saja si peneror yang membukanya.


"Sayang... " ujar Dexter melihat Megan yang duduk di sofa memeluk lututnya. Dexter berjalan cepat ke arah Megan dan memeluk tubuh kekasihnya itu.


"Dex.." gumam Megan lebih tenang, karena Dexter datang menemuinya. Megan membalas pelukan pria itu. Memeluknya dengan erat, seakan tidak ingin berjauhan dari pria itu.


"Apa yang terjadi, kenapa kamu seperti ini," tanya Dexter mencium kepala Megan.


"Se..seorang mengirimi ku paket itu," ucap Megan menunjuk kardus di atas meja.


Dexter lalu melepas pelukannya dari Megan dan melihat isi kotak kardus tersebut.


"Oh shi.t siapa yang berani melakukan ini padamu," geram Dexter marah mengepalkan kedua tangannya. Lihat saja, dia akan menangkap siapa pelaku dibalik ini semua.

__ADS_1


"Security yang memberikannya padaku, katanya ada seseorang yang mengirimnya untukku," tukas Megan.


"Sayang.. jangan takut, aku ada disini," ujar Dexter mengecup seluruh wajah Megan menenangkan kekasihnya.


"Aku akan mencarinya sampai dapat dan memberinya hukuman," lanjutnya memeluk tubuh Megan.


"Pelakunya juga mengirimiku pesan," ujar Megan memberikan ponselnya pada Dexter, pria itu kemudian membacanya. Dexter menekan giginya, mengatupkan mulut dengan rapat. Matanya berkilat-kilat marah.


"Oke.. sekarang kita tidur ya, aku akan menemanimu," ucap Dexter menghapus air mata Megan. Dexter mengangkat tubuh wanita itu ala bridal style dan membawanya ke tempat tidur. Biarlah nanti ia mengurus semuanya setelah Megan tidur. Karena yang utama baginya saat ini adalah memberi rasa aman pada kekasihnya itu.


Satu jam kemudian, Dexter melihat Megan yang sudah tidur dengan pulas. Dexter mengecup lembut bibir merah Megan lalu mengusap kepala wanita itu.


Dexter keluar dari kamar Megan dan membawa kotak kardus itu. Ia terlihat menghubungi seseorang.


Hal pertama yang dilakukan Dexter adalah, menemui security yang ada di depan pintu masuk gedung apartemen untuk meminta rekaman CCTV satu hari ini.


"Selamat malam Pak," ujar Dexter.

__ADS_1


"Malam tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" ujar security yang sudah tidak asing lagi dengan wajah Dexter.


"Begini, saya ingin meminta rekaman CCTV gedung apartemen ini. Kekasih saya yang bernama Megan tinggal di apartemen ini. Tadi sore ia mendapat kiriman paket dari seseorang dan isi paket itu seperti ini. Dia sedang di teror oleh seseorang," ujar Dexter memberikan kotak kardus di tangannya oada security yang tampak terkejut melihat isi kotak tersebut. Security itu langsung mengangguk, mungkin karena dia yang menerima paket itu dam memberikannya pada Megan.


Tak lama kemudian seorang pria bertubuh tegap datang menghampiri Dexter. Pria itu adalah salah satu teman Dexter


"Dex, bantuan seperti apa yang bisa aku lakukan?" ujar Blackstone yang berkerja sebagai secret agent CIA dan juga seorang hacker.


"Seseorang sedang meneror kekasihku, bantu aku untuk menemui pelakunya. Aku akan mengirimkan beberapa informasi tentang pelaku padamu," ujar Dexter memberikan kotak kardus itu pada Blackstone lalu mengirimkan rekaman CCTV dan screenshot pesan yang dikirim pada Megan.


"Baru kali ini kamu terlihat sangat peduli dengan kekasihmu, aku penasaran dengan wanita yang membuatmu seperti ini," pungkas Blackstone.


"Ngomong-omong, hadiah apa yang akan ku dapatkan," ujar Blackstone menaikturunkan alisnya.


"Kalau kamu bisa secepatnya menangkap pelakunya dan mengirimkan buktinya padaku akau akan memberikanmu mobil Marcedes-Benz keluaran terbaru," ucap Dexter membuat bola mata Balckstone seakan berbinar.


"Baiklah, aku akan segera menemukan pelakunya secepat mungkin, jangan lupa dengan hadiahnya teman," ucap Blackstone pergi dengan sepeda motor besarnya.

__ADS_1


Dexter lalu kembali ke unit apartemen Megan. Sebenarnya ia sudah menebak pelakunya mungkin Anastasia. Tapi ia harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu untuk membalas wanita itu.


__ADS_2