
Setelah acara makan malam selesai, semuanya kembali ke kamar masing-masing. Megan menemani Archer di kamar anak itu hingga anak itu tertidur, sedangkan Dexter menemani putri kecilnya.
"Ceklek.." pintu kamar Amber terbuka menampilkan sosok Megan.
"Mom.." ucap Amber serak, dengan matanya yang sayu karena mengantuk.
"Kamu belum tidur sayang.." pungkas Megan melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Amber. Megan mengusap rambut anak itu lalu naik ke atas tempat tidur Amber. Anak kecil itu bangun dan duduk di pangkuan Megan, menyandarkan kepalanya di depan dada Megan.
"Tadi dia hampir tidur. Mungkin dia terkejut mendengar suara pintu terbuka dan melihat mu datang," ujar Dexter tidur menyamping dengan satu tangan menopang kepalanya.
"Maafkan mommy karena sudah menganggu tidur mu sayang," ucap Megan lembut mengecup kening Amber yang tampak beberapa kali memejamkan matanya.
"Mom, aku ingin mommy menyanyikan lagu Lullaby seperti kemarin," ujar Amber.
Baiklah mommy akan menyanyikannya," ujar Megan menyugarkan rambut panjang Amber. Sepertinya poni Amber sudah panjang, mungkin besok ia akan memotongnya agar lebih pendek dan tidak mengganggu penglihatannya.
__ADS_1
Megan mulai menyanyikan lagu Lullaby sembari mengusap punggung Amber. Dexter menatap sayang pada kekasihnya, ia baru tau jika Megan ternyata punya suara yang bagus. Megan sangat luar biasa baginya. Ia bersyukur bertemu dengan wanita seperti Megan. Rasanya Dexter kurang cepat bertemu dengan Megan. Dexter sangat memuja Megan. Wanita hebat dan cantik, penyayang dan sangat baik.
Tak lama kemudian, Amber sudah tidur dengan pulas. Megan kemudian membaringkan tubuh anak itu dengan hati-hati di atas tempat tidur.
"Mimpi indah sayang," ujar Megan pelan mengecup bibir mungil anak itu. Megan dan Dexter turun dari atas ranjang lalu menyelimuti tubuh Amber.
Setibanya di kamar Dexter megan melepas kimono tidurnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk Dexter. Megan juga sudah menahan kantuknya sejak ia menyanyi tadi.
"Dex.. aku tidur duluan, aku mengantuk sekali," ucap Megan menutup matanya.
"Kenapa cepat sekali," ujar Dexter bergabung dengan Megan di atas tempat tidur setelah pri itu melepaskan pakaiannya dan menyisakan boxer briefnya. Kebiasaannya saat tidur hanya memakai boxer saja. Dexter memeluk tubuh Megan dari belakang.
"Tapi mereka tidak merindukanmu," ucap Megan. Satu hal yang belum kalian ketahui, diantara semua mantannya, hanya Dexter yang mampu melumpuhkan pertahanannya. Ia tidak tahu sihir apa yang pria itu lakakukan hingga akhirnya ia luluh. Dexter berjanji tidak akan melakukan hal lebih kecuali Megan yang memintanya.
"Siapa bilang," bisik Dexter meraih puncak gundukan itu yang sudah menegang.
__ADS_1
"Sssshhhh... Dex.. lepaskan taganmu," ucap Megan.
"Nanti kalau aku sudah puas," bisik Dexter mengecup leher Megan.
"Akh... sshhh.. Dex pelan-pelan. Dadaku terasa ngilu, mungkin dalam waktu dekat ini aku kedatangan tamu bulanan," ucap Megan meringis.
"Apa kalian para wanita selalu seperti itu?" tanya Dexter memasukkan tangannya ke dalam gaun tidur Megan dan me.re.mas dengan lembut gundukan itu.
"Hmmm.. tapi tidak semua wanita seperti itu, beberapa ada yang sakit di abgian perut atau pinggang," balas Megan.
"Apa kamu sudah tau kalau pernikahan Jack dan Vivian akan di percepat. Mereka akan menikah dua minggu lagi," ucap Dexter. Megan spontan memutar tubuhnya menghadap Dexter. Seingatnya pernikahan Megan akan dilakukan satu bulan lagi.
"Benarkah... aku belum tau itu," jawab Megan.
"Aku juga baru tau tadi dari mommy. Kata mommy, bibi Sofia mengabari mommy dua hari yang lalu," ucap Dexter mengecup bibir Megan.
__ADS_1
"Besok kita akan ke rumah orang tuamu," ujar Dexter menurunkan tali gaun tidur Megan. Kedua orang tua Megan sudah merestui hubungan mereka. Tapi tidak dengan Edward kakak Megan yang kurang menyukai Dexter.
"Aku ingin membahas sesuatu yang penting dengan mereka," ucap Dexter meraup dan menyesap satu gundukan milik Megan.