My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 46: Jangan Sampai


__ADS_3

"Astaga.. Ed. Hanya mengantarnya saja kamu tidak bisa hah.." ucap Freya berkacak pinggang menatap horor suaminya.


"Baiklah..... baiklah.. aku akan mengantarnya sekarang. Aku hanya sedang menghukumnya karena dia bangun terlambat tadi," ucap Edward menghampiri istrinya dan mengecup kepala Freya. Mencoba melunakkan hati istrinya.


"Memangnya dia tidak bisa bangun terlambat?. Lagi pula ini hari minggu. Jangan terlalu keras dengannya. Dia masih anak kecil," pungkas Freya.


"Awas kalau kamu membuat anakku menangis lagi, kamu akan tidur di luar," ancam Freya.


"Jangan seperti itu dong sayang. Baiklah.. sekarang aku akan mengantarnya. Ayo boy.." ucap Edward mengajak Aron. Mana bisa dia tidur tanpa ada istrinya disampingnya.


"Kalau mau pulang bilang aunty untuk menghubungi mommy, kami akan menjemputmu nanti," ucap Freya mengecup kening Aron.


"Oke mom, Aron pergi dulu ya. Bye mom," ucap Aron mencium wajah Freya. Wanita itu kemudian beranjak ke dapur untuk memasak makan siang untuknya dan Edward dan juga kedua mertuanya. Freya mengajak mereka untuk makan siang di rumahnya.

__ADS_1


***


Setibanya di depan gedung apartemen Megan, Edward membawa Aron menuju lantai 10.


Edward menekan bel pintu di depannya.


"Ceklek.." Megan membuka pintu.


"Kalian sudah datang, ayo masuk kak," ucap Megan. Awalnya Edward menolak, tapi ia mendengar suara seorang pria dewasa dan akhirnya ia ikut masuk ke dalam.


"Kenapa ada pria di sini?" tanya Edward datar menatap Dexter yang juga menatapnya.


"Ah ya.. dia bos ku kak," balas Megan. Dexter lalu menghampiri Edward.

__ADS_1


"Salam kenal. Dexter," ucap Dexter mengulurkan tangannya.


"Kedua anak itu siapa?" tanya Edward mengabaikan Dexter. Dexter menurunkan tangannya dan mengepal nya. Baru kali ini ada orang mengabaikannya. Kalau saja bukan karena Edward kakak Megan, mungkin dia akan memberinya sedikit pelajaran.


"Kak ini Dexter, bos ku di perusahaan. Kedua anak kecil itu anak Dexter dan kebetulan juga teman satu kelas Aron kak," ucap Megan menatap wajah datar kakaknya.


"Lalu kenapa mereka ada di tempatmu. Jangan bilang kalau kalian punya hubungan spesial," pungkas Edward.


"Ti..tidak kak, ini tidak seperti yang kakak pikirkan, kami hanya sebatas bos dan bawahan saja. Kedua anak itu, kebetulan beberapa kali bertemu denganku saat menjemput Aron dan kami menjadi dekat. Aku juga baru tau jika mereka ternyata anak atasan ku di kantor. Dexter datang kesini karena ada urusan dari kantor yang mendadak," ucap Megan berbohong tentang kedatangan Dexter, memberi penjelasan pada kakaknya agar tidak berpikiran yang macam-macam.


"Bagus, kakak harap kamu jangan sampai mudah jatuh ke perangkap pria ini," tukas Edward, menatap Dexter dengan tatapan seolah menantang. Dan tentu saja Dexter tidak takut dengan hal itu, ia membalas tajam tatapan Edward.


"Kakak pergi dulu, aku titip Aron," ucap Edward mengecup kepala Megan lalu pergi.

__ADS_1


"Sial... kalau saja kamu kekasihku, mungkin aku akan meninju kakak mu itu karena sembarangan mencium kekasihku," gumam Dexter cemburu. Samar-samar Megan masih bisa mendengarnya dan ia mengartikan jika pria itu sedang cemburu.


"Maafkan sikap kakak ku yang terlihat arogan. Dia memang seperti itu ketika ada pria yang baru dikenalnya bersama ku. Tapi sebenarnya dia itu pria yang baik kok," ucap Megan.


__ADS_2