My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 114: Buah yang Lain


__ADS_3

Megan mengantar makan siang untuk Dexter ke kamar mereka. Sejak tadi suaminya itu tidak keluar dari kamar mereka.


"Ceklek.." Megan membuka pintu kamar dan melihat kamar mereka kosong. Tidak ada Dexter di sana.


"Kemana pria itu, apa mungkin dia sedang di ruang kerjanya?" batin Megan masuk, melangkahkan kakinya menuju pintu penghubung di kamar mereka ke ruang kerja Dexter.


"Ternyata kamu di sini," ucap Megan membuat Dexter yang sedang bersandar di rak buku memegang sebuah album foto menoleh ke arah Megan.


"Ayo kamu makan siang dulu," tukas Megan menaruh nampan di tangannya di atas meja kerja Dexter.


Dexter melangkahkan kakinya mendekati Megan, menaruh album foto ditangannya di meja. Kedua tangannya lalu merangkul pinggang Megan dari belakang.


"Bagaimana kalau aku memakan kamu saja," bisik Dexter menggigit daun telinga Megan.


"Dex.. sebaiknya kamu makan siang, aku akan menemui anak-anak dan Anastasia kalau tidak mereka akan mencari ku," ucap Megan melepaskan tangan Dexter yang melingkar di pinggangnya.


"Sayang... tiga hari ini aku belum dapat jatah loh," ucap Dexter dengan wajah cemberutnya.


Megan menggeleng-gelengkan kepalanya," apa kamu tidak ingat apa kata dokter, tidak boleh terlalu sering melakukannya," ucap Megan mengingatkan Dexter. Kalau bukan karena ia takut dengan kandungannya, ia sudah tentu mengiyakan keinginan Dexter itu. Apalagi ini adalah kehamilan pertamanya.


"Aku ingat sayang, tapi ini kan sudah tiga hari," balas Dexter tidak mau kalah. Sejak kehamilan Megan, Dexter memang sudah mengatur pola s.ex nya yang biasanya hampir tiap hari, kini menjadi jarang.


"Aku akan melakukannya dengan pelan seperti biasanya," ucap Dexter mengerlingkan mata kanannya.


"Tidak.. tidak.. hubby. Aku tidak mau," ucap Megan menolak.

__ADS_1


"Aishhh.... lihat lah mommy mu sayang. Dia melarang daddy untuk menemui mu. Padahal daddy rindu sekali dengan mu," ucap Dexter mengusap perut Megan, seolah mengadu pada anak mereka.


"Apa kamu tidak rindu daddy?" tanya Dexter lalu mengarahkan telinganya ke perut Megan.


"Apa..apa sayang.. kamu juga rindu daddy.." ucap Dexter membuat Megan terkekeh.


"Dengar sayang, baby juga merindukan ku," pungkas Dexter mendongak, menatap Megan.


"Dasar aneh... kamu pikir baby sudah bisa bicara dan mendengar kamu. Udah ah.. aku mau kebawah dulu," ucap Megan.


"Kalau begitu temani aku makan saja," ucap Dexter membawa makan siangnya ke sofa.


"Kenapa dia manja sekali sih.." gumam Megan mengambil album foto dari meja dan membawanya ke sofa.


"Kamu yang memasaknya?" tanya Dexter menatap quinoa rice, beef dan brokoli dan juga potongan beberapa buah di atas nampan.


Megan membuka album foto ditangannya, dan melihat foto-foto anak kecil di sana.


"Apa ini Amber dan Archer saat masih kecil?" tanya Megan menatap gemas foto bayi mungil di depannya. Dexter lalu mengangguk.


"aaakk...." Dexter menyodorkan sendok berisi makanan untuk Megan.


Megan menggeleng, "aku masih kenyang," ucapnya.


"Tapi aku mau buah," lanjutnya lagi. Dexter lalu mengambil sepotong melon dan menyuapi Megan.

__ADS_1


"Aku juga mau buah," ucap Dexter menatap Megan dengan nakal.


Megan lalu mengambil sepotong kiwi dan mengarahkannya ke mulut Dexter. Pria itu lalu menggeleng. Megan mengerutkan alisnya, bukankah Dexter meminta buah, lalu kenapa ia menggeleng kepala?


"Katanya mau buah," ucap Megan dan memasukkan buah kiwi ditangannya ke dalam mulutnya.


"Bukan buah yang itu, tapi buah yang ini. Kamu gak peka banget sih sayang.." ucap Dexter me.re.mas buah dada istrinya, sontak membuat Megan membelalakkan kedua matanya.


"Dasar mesum.." ucap Megan menjauhkan tangan Dexter dari dadanya. Pria itu lalu menyeringai. "Sudah kubilang itu nama tengah ku sayang," ucap Dexter menempelkan kembali tangannya di depan dada Megan. Pria itu mulai membuka kancing baju Megan dan menyelusupkan tangannya ke dalam dan mencari mainan kesukaannya. Megan pasrah saja dengan apa yang Dexter lakukan padanya. Mau sekeras apa pun ia melarang pria itu, tetap saja itu tidak akan mempan dengan keras kepala Dexter.


Pria itu kemudian menikmati makan siangnya dengan satu tangannya memainkan benda favoritnya.


"Aku tidak sabar lagi menunggu kelahiran bayi kita dan mengambil beberapa fotonya, menggabungkannya di dalam album ini," ucap Megan mengusap perutnya. Dexter lalu mengangguk, ia juga tidak sabar menanti kelahiran anak mereka.


"Hubby..." panggil Megan.


"Ya sayang, ada apa?" tanya Dexter.


"Kamu bantu kembali karir Anastasia ya," pinta Megan. Ia kasihan melihat Anastasia yang saat ini tidak memiliki apa-apa lagi.


"Aku rasa dia sudah berubah, aku tidak tega melihatnya tidak punya pekerjaan hingga sekarang," ucap Megan.


"Dia mungkin hanya berpura-pura di depanmu agar kamu simpati padanya," ucap Dexter.


"Tapi aku melihat dia tidak berpura-pura, berbeda sekali dengan dulu. Aku serius," ucap Megan meyakinkan suaminya.

__ADS_1


"Hmm... baiklah," ucap Dexter.


"Terima kasih hubby.." ucap Megan mengecup bibi Dexter.


__ADS_2