My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Extra Part 5


__ADS_3

Saat malam tiba, semua keluarga kembali ke kamar mereka masing-masing. Menyisakan Megan, Beatrix dan Vivian bersama pasangan mereka masing-masing. Ada hal penting yang ingin mereka bahas.


"Jadi ini masalah apa hingga kita berkumpul di jam seperti ini. Apa tidak bisa dibahas besok saja. Aku mau berduaan dengan istriku malam ini, mumpung Gabriel tidur bersama kakek dan neneknya. Anak itu memonopoli istriku terus," ucap Erick memeluk pinggang Beatrix. Gabriel sangat posesif terhadap Beatrix. Tiap kali ia ingin bermesraan dengan Beatrix, anak mereka akan mengganggunya. Semua waktu Beatrix hanya untuk Gabriel.


"Ini masalah Winter, kami sudah menemukannya," ucap Jack membuat Erick memekik kuat.


"Erick aku akan pecahkan kepala mu itu nanti, putraku hampir tidur dan dia bangun lagi," ucap Dexter yang sedang menidurkan Arthur di pangkuannya. Arthur sudah hampir tidur dan sekarang matanya terbuka lagi.

__ADS_1


"Uncle minta maaf boy, uncle refleks," ucap Erick terkekeh.


"Kalian bertemu dimana?" timpal Megan tidak sabar mendengar penjelasan Jack.


"Satu hari sebelum kami kembali ke LA setelah perjalanan bisnis dari Canada," ucap Jack.


"Bagaimana selanjutnya, apa kalian tidak mengikutinya?" tanya Beatrix.

__ADS_1


Vivian mengangguk, "Aku dan Jack diam-diam mengikutinya hingga sampai di sebuah desa yang tempatnya sedikit jauh dari kota. Dia tinggal di sebuah rumah kayu bersama dengan sepasang suami istri yang usianya sudah 60 an. Kami bertamu ke sana dan disambut ramah oleh sepasang suami istri itu. Winter terkejut saat melihat kami ada di sana. Awalnya ia menghindar tapi aku langsung mengikutinya. Singkat cerita, aku mengajaknya untuk berbicara dengan baik-baik hingga akhirnya ia mengakui dirinya. Sepertinya ia sangat terpukul dengan kematian bayinya. Aku melihat tatapan kebencian dari matanya tiap kali ia mengucapkan nama Julian. Aku juga sudah menceritakan semua tentang Julian padanya dan memintanya untuk menemui Julian. Namun sayang, Winter terlalu sakit hati hingga berjanji tidak akan pernah menemui Julian lagi. Aku juga tidak bisa memaksanya, setidaknya aku sudah mengatakan padanya penyesalan Julian, " ucap Vivian menghela nafasnya.


"Sepertinya kita harus segera mengatakan keberadaan Winter padanya," ucap Megan senang setidaknya ada harapan mereka bisa bersatu kembali.


"Kita tunggu dalam satu minggu ini. Hari itu aku mengatakan padanya untuk menunggu kedatangannya dalam satu minggu ini, jangan sampai dia menyesal di kemudian hari," ucap Vivian. Ia yakin, Winter mencintai Julian.


"Baiklah, kita tunggu dalam satu minggu ini. Semoga saja mereka berdua bersatu. Pembahasan berakhir, aku dan istriku pergi dulu," ucap Erick mengangkat tubuh Beatrix ala bridal style menuju kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2