My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 55: Tidur


__ADS_3

Jam makan siang akan segera tiba, Megan menghubungi Beatrix untuk mengajaknya makan siang bersama. Hanya saja, Beatrix tidak datang hari ini karena sedang menjaga ibunya yang sedang sakit.


"Ceklek.." pintu ruangannya terbuka. Megan melihat Dexter berdiri disana dengan senyum terpatri di wajahnya.


"Sayang.. ayo kita makan siang.." ujar Dexter menghampiri Megan dengan tangan yang menenteng makanan.


"Apa meeting nya sudah selesai?" tanya Megan.


"Sudah.. aku bahkan sudah menjemput anak kita dari sekolah dan mengantarnya pulang," jawab Dexter. Entah kenapa kata-kata itu membuat Megan tersipu.


"Ayo.. kita makan di ruangan ku saja," pungkas Dexter meraih tangan kanan Megan dan membawanya masuk ke dalam ruangannya.


Keduanya duduk di sofa, Dexter kemudian mengeluarkan makan siang mereka dari dalam kantong kertas.

__ADS_1


"Tadi aku membeli Lasagna. Apa kamu menyukainya?" tanya Dexter, Megan mengangguk. Untung saja kekasihnya menyukainya. Tadi ia lupa menanyakannya pada Megan saat membelinya.


Keduanya lalu menikmati makan siang bersama.


"Aakkk..." ucap Dexter menyodorkan Lasagna miliknya pada Megan. Awalnya Megan menolak, tapi Dexter tetap menawarkannya hingga akhirnya Megan menerimanya.


"Sekarang giliran ku..." ujar Dexter membuka mulutnya.


"Manja banget sih kamu.. ingat umur.." ucap Megan namun tetap menyuapi Dexter.


Seperkian detik kemudian ponsel Dexter berbunyi. Sepertinya pria itu enggan untuk mengangkatnya hingga membiarkan ponselnya begitu saja.


"Kenapa tidak diangkat?" tanya Megan.

__ADS_1


"Biarkan saja. Salahnya menghubungiku di jam istirahat," ujar Dexter.


"Bagaimana kalau itu menyangkut sesuatu yang penting," lanjut Megan. Dexter tampak berpikir lalu pria itu mengangkat teleponnya. Megan benar, salah satu tangan kanannya menghubunginya karena ingin menyampaikan beberapa hal mengenai masalah di anak perusahaannya. Dexter mendengarkan penjelasan pria di balik ponsel itu. Dexter mengangkat tubuh Megan dan membawanya duduk menyamping di atas pahanya. Megan menatap pria itu seakan bertanya apa yang sedang pria itu lakukan. Dexter hanya tersenyum padanya dan membuka mulutnya agar Megan menyuapinya.


Megan menghela nafasnya melihat tingkah Dexter yang selalu diluar pemikirannya. ia lalu mengambil Lasagna miliknya dari meja kemudian menyuapi Dexter. Pria itu tampak serius mendengar penjelasan dari tangan kanannya itu hingga tak terasa Lasagna nya sudah habis.


Megan hendak turun dari pangkuan pria itu, namun tangan Dexter menahannya. Pria itu lalu menggeleng seolah mengatakan agar Megan tetap dalam posisi itu. Megan akhirnya pasrah saja, ia yakin Dexter akan memaksanya jika ia tetap ingin turun dari pangkuan pria itu.


Setengah jam berlalu setelah mereka selesai makan siang, Dexter masih tetap berbicara dengan orang yang sama di balik ponselnya. Megan sepertinya sudah bosan dan mengantuk. Beberapa kali ia terlihat menguap dan mengusap lengannya. Hingga akhirnya ia tidak bisa menahan kantuknya lagi dan tidak sadar tertidur di dada bidang Dexter.


Dexter melirik ke bawah dan tersenyum melihat Megan yang sedang tidur. Tangannya terulur mengusap lembut kepala Megan, sesekali ia mengecup kepala Megan sembari mendengar orang yang berbicara di balik ponselnya. Tak lama kemudian pembicaraan mereka berakhir. Dexter mematikan ponselnya dan menaruh benda itu di atas meja dengan badan yang sedikit maju, membuat Megan menggeliat karena merasa terganggu dan kembali tidur dengan memeluk tubuh Dexter.


"Ceklek..." pintu ruangan itu terbuka, menampilkan sosok seorang pria yang terkejut melihat dua orang di depannya.

__ADS_1


"A... apa yang sedang kalian lakukan," ucap pria itu membuat Dexter menolehkan kepalanya, mencari sumber suara.


__ADS_2