
Julian melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di ruangan kerja Dexter.
"Kenapa Megan bisa ada dipangkuan mu?" tanya Julian. Tadinya ia datang ke perusahaan Dexter untuk membahas kelanjutan pembuatan film baru perusahaan mereka.
"Memangnya ada yang salah jika aku memangku ke kasih ku," ucap Dexter santai membuat Julian terkejut.
"A..apa.." bala Julian dengan suara meninggi kontan membuat Megan terkejut dan membuka matanya.
"Suaramu membuat kekasihku bangun," ucap Dexter mengecup bibir Megan membuat pria itu mendapat tatapan tajam dari Megan.
"Ju..Julian.." gumam Megan. Spontan membuatnya bangkit dari atas pangkuan Dexter karena merasa malu.
"Megan... Dexter berbohong bukan dengan hubungan kalian?" tanya Julian memastikan kebenarannya. Ia belum percaya dengan kata-kata Dexter.
Megan menatap Dexter yang juga menatapnya seolah berharap Megan mengakuinya.
"Dexter benar. Kami sedang menjalin hubungan saat ini," balas Megan. Julian kecewa. Ia bisa lihat dari raut wajah pria itu. Tapi ini yang terbaik. Dengan begitu, Megan berharap Julian tidak mengejarnya lagi. Jujur saja, Megan tidak memiliki perasaan lagi dengan Julian. Mungkin itu karena Dexter yang sudah mengambil seluruh hatinya.
__ADS_1
"Kamu tau kan kalau aku sedang berusaha untuk mendapatkan Megan kembali. Tapi kamu malah mengambilnya dariku," ujar Julian marah melayangkan satu pukulan ke wajah Dexter. Dexter tampak mengepalkan kedua tangannya, menahan amarahnya. Kalau saja Megan tidak ada disana, Dexter mungkin sudah menghajar Julian.
"Julian apa yang kamu lakukan? seharusnya kamu sadar. Kamu itu sudah beristri. Kita tidak punya hubungan apapun lagi. Kamu tidak pantas melarang ku untuk dekat dengan pria lain," pekik Megan marah mendorong tubuh Julian.
"Aku benar-benar kecewa padamu. Sampai kapanpun aku tidak akan menyerah untuk mendapatkannya kembali," ujar Julian menatap tajam Dexter.
"Aku tidak peduli Julian. Sekarang Megan milikku dan sampai selamanya dia akan menjadi milikku. Tidak akan ada yang bisa mengambilnya dariku," ucap Dexter dengan penuh penekanan.
"Jangan pernah berpikir jika aku mengambilnya darimu, karena sebelumnya kalian memang sudah berpisah," lanjutnya lagi.
"Pintunya ada disana.. kamu boleh pergi" ucap Dexter datar menunjukan pintu ruangannya.
"Apa kamu baik-baik saja," tanya Megan khawatir memeriksa wajah Dexter.
"Aku baik-baik saja sayang.." balas Dexter mengecup bibir Megan.
******
__ADS_1
Malam harinya Megan datang ke rumah Dexter dan akan menginap di sana selama Dexter pergi ke luar kota.
"Tuan nona Megan datang," ucap seorang pelayan pada Dexter yang sedang menemani kedua anaknya menonton TV.
"Mommy datang.." tanya Amber, pelayan lalu mengangguk. Archer dan Amber berlari menuju pintu utama untuk melihat Megan.
"Mommy..." panggil Archer dan Amber membuat Megan mengalihkan perhatiannya yang sebelumnya tertuju pada halaman rumah Dexter beralih kepada dua anak kecil yang berlari.
"Ooh... anak mommy," ujar Megan menunduk dan merentangkan kedua tangannya. Kedua anak itu lalu memeluk Megan.
"Kalian sudah mandi?" tanya Megan.
"Sudah mom..." jawab Amber.
"Kenapa kamu tidak langsung masuk," ucap Dexter menghampiri Megan dan mengecup kepala Megan.
"Rasanya tidak enak langsung masuk begitu saja," ucap Megan.
__ADS_1
"Ini juga rumahmu, lain kali kalau kamu datang tidak usah menunggu di luar," ucap Dexter membuat kedua bola mata Megan membulat. Megan geleng-geleng kepala, bagaimana bisa Dexter semudah itu mengatakan nya. Kalau saja ia perempuan matre mungkin Megan akan meminta yang lain lagi.