
"Apa kamu sedang mabuk?" tanya Megan menahan tubuh Julian agar tidak terjatuh. Julian kemudian menggeleng. Ia bahkan tidak tau apakah dia sedang mabuk atau tidak.
"Mereka membohongiku selama ini," ucap Julian menangis. Megan yang tidak tega melihatnya membawa Julian ke unitnya lalu bertanya pada pria penyebab dia terlihat kacau seperti ini. Setelah kejadian Dexter dan Julian berkelahi, pria itu memang tidak pernah lagi menghubunginya. Megan pikir Julian sudah mulai menerima Winter istrinya.
Setibanya di dalam unit apartemennya. Megan membantu Julian duduk di sofa.
"Tunggu sebentar, aku akan ambilkan minum untukmu," ucap Megan mengambil air minum dan kotak obatnya.
"Aku ingin kembali bersama mu," ucap Julian membuat Megan terpaku ditempatnya.
"Sepertinya kamu mabuk Julian," ucap Megan menaruh gelas di meja.
"Aku memang mabuk, tapi aku masih sadar dengan ucapan ku Megan," ucap Julian setengah sadar.
"Aku akan obati tangan mu dulu," ucap Megan mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Julian menepis tangan Megan saat wanita itu ingin mengobati luka di tangan Julian, "wanita itu menipu ku," ujar Julian tersenyum lalu sedih dan tertawa membuat Megan menatap bingung pada Julian.
"Kalau tidak segera di obati, tanganmu bisa infeksi," ucap Megan kembali menarik tangan Julian.
"Tidak, biarkan tangan itu terluka. ini sebagi pengingat jika wanita itu seorang penipu," ucap Julian menarik tangannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi Julian?" tanya Megan pelan. Hatinya perih melihat raut wajah pria itu seakan punya beban berat. Dulu Julian juga pernah seperti ini saat mereka masih pacaran. Jika ia punya masalah berat, Julian akan melukai dirinya sendiri.
"Wanita itu dan ibuku ternyata bekerja sama untuk menjebak ku tidurnya," ucap Julian bangkit, marah pada dirinya sendiri karena selama ini ibunya yang telah melakukan ini semua padanya. Julian meremas rambutnya kuat ingin menghancurkan barang-barang di depannya.
"Megan, ibuku dan Winter lah yang sudah bersekongkol membuatku malam itu tidur bersamanya hingga membuat hubungan kita berakhir," ucap Julian menaruh tangannya pada kedua lengan Megan.
Megan terkejut mendengar perkataan Julian, jadi selama ini Julian benar dengan kata-katanya yang tidak tau mengapa dia bisa tidur bersama winter.
"Aku mendengarnya sendiri saat ibuku bersama wanita licik dan mata duitan itu berbicara tadi siang," ujar Julian. Ia bahkan sudah mulai menerima Winter dalam hidupnya tapi wanita itu menipunya.
__ADS_1
"Lihat saja, aku akan membuat wanita itu sengsara," ucap Julian dengan tatapan berapi-api.
"Mungkin saja kamu salah dengar Julian, kamu harus memperjelas nya terlebih dahulu," ucap Megan tidak ingin Julian salah mengambil keputusan.
"Tidak Megan, tidak ada yang perlu diperjelas lagi. Aku sudah mendengarnya sendiri," ucap Julian berdiri sempoyongan.
"Sekarang aku sudah membuktikannya. Bagaimana dengan hubungan kita? bukankah dulu kamu ingin bukti bukan?" tanya Julian mendekati Megan.
"Terlambat Julian. Kita tidak bisa bersama lagi. Ku harap kamu mengerti akan itu. Aku tidak mencintaimu lagi. Aku sudah mencintai Dexter dan kami akan menikah 3 minggu lagi," pungkas Megan membuat Julian menggeram marah.
"Tidak Megan, kamu harus kembali padaku. Kamu hanya milikku," ujar Julian dengan kepalanya yang semakin pusing mendorong tubuh Megan ke sofa hingga terjatuh.
"Kamu harus jadi milikku," ucap Julian menyeringai mendekatkan bibirnya ke bibir Megan.
"Tidak.. apa yang kamu lakukan?" ucap Megan mendorong tubuh Julian.
__ADS_1
"Diam lah sayang, kamu akan menikmatinya nanti, bukankah dulu aku sering mencium mu?" pungkas Julian setengah sadar menahan tangan Megan.