
Dexter mencium lembut bibir atas dan bawah Megan bergantian. Dexter meraih tengkuk Megan, menekannya dan memperdalam ciuman mereka. Megan membalasnya, keduanya saling me.lu.mat penuh gairah. Megan menatap manik biru pria itu. Dexter semakin memperdalam ciumannya, memasukkan lidahnya ke dalam mulut Megan. Wanita itu menyambutnya. Dan terjadilah perang lidah. Megan menikmati ciuman mereka, menutup matanya dan melingkarkan kedua tangannya di leher Dexter. Nafas mereka terengah, memburu karena gairah. Dexter tidak memberi ruang untuk bernafas dulu.
Tangannya kini menjalar kedalam gaun tidur Megan. Mengusap perut rata Megan hingga tangan itu semakin ke atas dan menemukan benda kesukaannya. Dexter memainkan puncak benda bulat kenyal itu membuat sang empunya merasakan tubuhnya semakin memanas, mengerang karena rasa nikmat yang diterimanya.
Dexter melepaskan pagutan mereka. Keduanya sama-sama terengah dan mengatur nafas. Dexter menatap wajah Megan penuh gairah dan menginginkan wanita itu. Ia kembali meraup bibir Megan memberi Megan ciuman lembut.
Bibirnya kini turun ke leher Megan memberi kecupan, gigitan dan hisa.pan disana hingga meninggalkan jejak kepemilikannya. Tangannya yang masih bertengger di dada Megan me.re.mas lembut gundukan itu.
__ADS_1
"Nggghhhh...Dex.." Megan melenguh tak kuasa menahan gairah dalam tubuhnya. Dexter menggunakan tangannya yang satu lagi menyusup ke dalam CD Megan, mengelus lembut inti wanita itu membuat Megan semakin mengerang menjambak rambut Dexter.
"Aku suka mendengar suara mu sayang.." ucap Dexter dengan suara beratnya. Dalam beberapa menit kemudian pria itu sudah melepaskan semua kain yang melekat di tubuh Megan.
"Oh sayang.. aku sangat merindukan mereka," ucap Dexter dengan cepat meraup puncak dada kiri Megan. Meng.hi.sapnya seperti bayi kelaparan. Tangannya yang lain digunakan untuk memainkan dada kanan Megan.
"Ngghh.. ouchh.... Dex.. pelan-pelan," ucap Megan mere.mas rambut Dexter.
__ADS_1
Megan Mencengkramkan kedua tangannya pada sprei. Ia merasa seperti di angkasa sekarang. Tubuhnya seolah dipenuhi kupu-kupu beterbangan. Melenguh tanpa henti. Mengangkat kedua kakinya bertumpu pada pada pundaknya. Megan merasakan sesuatu ingin meledak di dalam tubuhnya. Ia yakin sebentar lagi akan mencapai puncak.
"Dex... aku.. akuhh.. akannnhhh__"
"Keluarkan untuk ku sayang," ucap Dexter mengerti apa yang Megan maksud..
Megan mengeluarkan pelepasan pertamanya, nafasnya tersenggal-senggal. Ia tidak tau jika hal itu sangat nikmat. Megan melemas, Dexter menaiki kembali tubuh Megan memberinya ciuman lembut.
__ADS_1
Dexter bangkit dari atas tubuh Megan dengan tatapan mata yang tidak pernah lepas dari Megan. Me.re.mas dan memijat miliknya dari balik boxer naya. Pria itu kemudian melepaskan boxer nya dan menunjukkan miliknya yang gagah berdiri membuat Megan tercengang. Megan tampak menelan ludahnya, berpikir jika milik Dexter yang besar itu tidak akan bisa masuk ke dalam miliknya.
"Jangan takut sayang, dia pasti muat," ucap Dexter seolah tau isi pikiran Megan. Wanita itu merona. Dexter kembali menindih tubuh Megan, mencium lembut bibir wanita itu, dan memainkan dada Megan. Megan tampak menggeliat tidak nyaman di bawah Dexter, apalagi saat merasakan milik dexter yang keras bersentuhan dengan miliknya. Ia seakan menginginkan benda keras itu memasukinya.