My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 57: Calon Istri


__ADS_3

"Ayo masuk mom.." ajak Amber menggenggam tangan Megan.


"Kalau ini rumah ku juga. Itu artinya yang lainnya juga milik ku?" tanya Megan pelan.


"Tentu saja, semua milik ku juga milikmu," ucap Dexter merengkuh pinggang Megan.


"Apa kamu tidak takut kalau aku menjualnya dan pergi sejauh mungkin?" tanya Megan.


"Kenapa aku harus takut.." ujar Dexter dengan santainya membuat Megan mengerutkan alisnya.


"Calon istriku tidak akan pernah melakukan hal itu," bisik Dexter membuat Megan merona. Dexter menyebutnya calon istri pria itu.


"Dan kemanapun kamu pergi, aku akan tetap mencarimu sampai aku menemukanmu. Karena seluruh hatiku ada di sini," ucap Dexter menunjuk dada wanita itu. Megan semakin merona. Salahkan dirinya yang memulainya. Lebih baik ia tidak membalasnya lagi. Kalau tidak Dexter akan mengeluarkan kata-kata romantisnya terus untuk menggodanya.


"Coba tebak mommy membawa apa," ucap Megan mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya.


"Makanan..." ucap Archer antusias.


"Yap.." balas Megan. Amber mendekatkan hidungnya ke box yang berisi makanan dan mencium aromanya.


"Dorayaki mom?" tanya Amber. Megan mengangguk.


"Yeayy... Amber mau coba mom.." pungkas Amber tidak sabar ingin mencicipinya. Megan membuka kotak makanannya dan mengambil Dorayaki buatannya, memberikannya pada Amber dan Archer.


Ketiganya lalu makan Dorayaki bersama dan melupakan Dexter yang juga ada disana.


"Huh.. tiap kali kalian bertiga bersama, kalian pasti melupakan daddy. Kalian tidak sayang daddy ya.." pungkas Dexter memasang wajah cemberutnya.


Seketika membuat ketiga orang itu tersadar akan keberadaan Dexter lalu tertawa bersama.

__ADS_1


"Sorry dad.. habisnya kami jarang bertemu dengan mommy," ucap Archer terkekeh.


"Iya.. kalau sama daddy kan tiap hari jumpa..." timpal Amber memakan Dorayaki ditangannya. Anak itu meminta Dexter untuk membawanya duduk dipangkuan pria itu.


"Kamu mau?" tawar Megan, bukannya menjawab Dexter malah memakan Dorayaki ditangan Megan. Padahal itu bekas gigitan mulut Megan.


"Kenapa kamu memakan Dorayaki milik ku," pungkas Megan kesal.


"Rasanya dua kali lebih enak jika dimakan langsung dari tanganmu," ucap Dexter menampilkan senyum smirknya. Megan mencubit perut rata Dexter karena pria itu selalu menggombal.


"Princess besok daddy keluar kota selama dua hari," ucap Dexter mengusap kepala Amber.


"Kenapa daddy harus pergi sih, kami akan kesepian disini," ucap Amber.


"Kalian tidak akan kesepian kok, ada mommy Megan yang akan menemani kalian disini selama daddy pergi," pungkas Dexter membuat kedua anak itu bersorak karena senang. Amber bahkan turun dari pangkuan Dexter dan melompat-lompat di atas lantai. Sedangkan Archer tampak berjoget. Megan tertawa melihat tingkah lucu kedua anak itu.


"Begitupun dengan ku," lanjut Dexter membuat Megan membulatkan kedua matanya. Rasanya jantungnya berdetak tidak teratur.


"Mom.. nanti kita tidur di kamar Amber ya.." ucap Amber.


"Dengan senang hati.." balas Megan mengalihkan pandangannya dari Dexter.


"Lalu Archer tidur dengan siapa dong.." ujar Archer.


"Kakak tidur sendiri lah," balas Amber.


"Apa? enak saja kamu. Aku juga mau tidur sambil dipeluk mommy," ucap Archer.


"Sudah.. sudah.. nanti kita tidur bersama.." ucap Megan melerai kedua anak itu.

__ADS_1


"Ayo kita habiskan dulu Dorayaki lalu tidur. Sekarang hampir jam 9 malam. Kalian harus segera tidur karena besok sekolah," ucap Megan. Kedua anak itu lalu mengangguk.


******


Megan akhirnya tidur di kamar tamu bersama Archer dan Amber karena jika mereka tidur di kamar kedua anak itu tentu saja tidak akan muat. Ranjang mereka hanya bisa menampung 2 orang saja.


"Ceklek.." pintu kamar terbuka. Dexter lalu masuk, melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.


"Cup" Dexter mengecup bibir Megan membuat wanita itu terbangun karena memang ia belum sepenuhnya tidur.


"Anak-anak sudah tidur, kamu tidur di kamarku ya.." ucap Dexter pelan agar tidak membangunkan kedua anaknya.


"Apa kamu sedang sakit? tidak.. tidak... Aku tidur di sini saja bersama anak-anak," ucap Megan menolak.


"Oh ayolah sayang.. hanya tidur saja, besok aku akan pergi dan tidak bertemu denganmu selama dua hari. Setidaknya temani aku tidur... ya... ya.. " ucap Dexter membujuk Megan. Baru satu hari mereka pacaran tapi tingkah Dexter seakan menunjukkan jika mereka sudah berpacaran dalam waktu yang lama.


"Pokoknya aku tidak mau, aku sudah janji tidur dengan anak-anak," ucap Megan tetap menolak.


Tanpa persetujuan Megan, Dexter mengangkat tubuh Megan dan membawanya ke kamar miliknya yang nantinya akan menjadi kamar mereka.


"Dex.. turunkan aku," ucap Megan memberontak.


"Nanti setelah dikamar kita," ucap Dexter.


Setibanya di kamarnya, Dexter membaringkan tubuh Megan diatas ranjang besarnya. Wanita itu bangun dan ingin pergi dari sana. Namun Dexter menahannya. Memeluk erat tubuh Megan yang membelakanginya.


"Sebaiknya kita tidur sekarang. Besok aku harus berangkat cepat," ucap Dexter memejamkan matanya.


"Akh.. kenapa kamu selalu saja memaksa," ujar Megan kesal dan akhirnya mengalah. Hanya akan mengahabiskan waktu jika melawannya. Dexter tetap akan bersikeras dengan kemauannya.

__ADS_1


__ADS_2