
"Saat kamu mandi," ucap Dexter tidak pernah bosan mengecup bibir Megan. Dexter merebahkan tubuhnya dan membawa Megan ke dalam pelukannya.
"Apa mungkin Anastasia ingin kembali dengan mu," ucap Megan menatap Dexter.
"Entahlah, tapi aku tidak peduli dengan itu. Memangnya kamu mau jika dia ingin mengambilku dari mu," tanya Dexter. Megan membelalakkan matanya. Tidak terima dengan apa yang dikatakan Dexter. Terserah jika orang mengatakan dirinya egois. Tapi baginya ia tidak salah. Ia hanya melakukan apa yang benar menurutnya.
"Aku tidak mau. Kamu hanya milikku," ucap Megan mengeratkan pelukannya seolah tidak ingin melepaskan Dexter. Sungguh ia tidak ingin Dexter kembali dengan Anastasia. Megan sangat mencintai Dexter meskipun hubungan mereka masih terbilang singkat. Tapi Megan sudah sepenuhnya jatuh hati pada Dexter dan anak-anaknya. Ia tidak ingin berpisah dari mereka. Megan sangat menyayangi mereka.
"Ya sayang, aku hanya milikmu dan kamu juga hanya milikku. Aku tidak akan pernah kembali padanya. Aku terlalu mencintaimu," ucap Dexter mengecup kening Megan.
"Tapi bagaimana kalau Anastasia membujuk anak-anak agar kalian kembali bersatu. Setiap anak pasti menginginkan hal itu," tanya Megan mulai khawatir.
"Itu tidak akan berpengaruh sayang. Anak-anak sangat mencintaimu sama seperti diriku. Mereka itu tau mana yang terbaik untukku dan mereka," ucap Dexter.
"Kau tau, setelah mereka tau jika kita resmi pacaran. Tiap malam mereka akan datang ke kamarku dan selalu bertanya kapan aku akan menikahi mu," ucap Dexter.
__ADS_1
"Benarkah?"
"Yap.. sudah ku katakan jika mereka hanya ingin aku menikah dengan mu. Bukan dengan wanita lain, sekalipun itu Anastasia, wanita yang melahirkan mereka," ucap Dexter membuat hati Megan lebih tenang.
"Karena mereka tau, kamu selalu ada untuk mereka. Memberi mereka kasih sayang seorang ibu yang jarang di mereka dapatkan dari Anastasia," ujar Dexter membuat mata Megan berkaca-kaca.
"Kau tau.. sekarang aku jadi merindukan mereka dan ingin memeluk mereka," ucap Megan senang. Padahal mereka baru bertemu hari ini.
"Besok aku akan menyuruh Alvin mengantar mereka ke kantor," ujar Dexter. Megan mengangguk menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria itu.
"Kenapa?" Megan mendongak menatap Dexter.
"Aku merindukan mainan ku," ucap Dexter menyeringai. Kontan membuat Megan menutup dadanya dengan selimut.
"Tidak Dex. Kita tidur saja," ucap Megan.
__ADS_1
"Sayang... kamu kok gitu banget sih.." ujar Dexter merajuk, ia lalu tidur membelakangi Megan.
"Ya ampun.. pria ini sudah seperti anak kecil saja," batin Megan menahan tawanya.
" Dex.." panggil Megan menurunkan tali gaun tidurnya hingga terpampang lah sudah dua benda kenyal miliknya. Dexter diam tidak menjawab panggilan Megan.
"Hubby...." panggil Megan kontan membuat Dexter membalik tubuhnya mendengar panggilan sayang dari Megan.
"Apa kau tidak ingin memainkan mereka," ucap Megan melirik dadanya. Kedua mata Dexter tampak berbinar menatap dada sintal Megan. Seperkian detik kemudian Dexter meraup salah satu ujung dada Megan.
"Aku suka dengan panggilan mu yang tadi. Aku mau kamu memanggilku seperti itu terus," ucap Dexter.
"Ouch.. Dex jangan pelan-pelan, tidak akan ada yang mengambil mereka," ucap Megan tertawa melihat Dexter seperti bayi yang sedang kelaparan.
"Mereka terlihat lebih besar," ucap Dexter. Megan awalnya tidak terlalu percaya dengan mitos itu. Tapi kenyataannya, Megan menyadari ukuran dadanya yang semakin besar karena ulah tangan Dexter yang nakal.
__ADS_1