My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 49: Rumah Dexter


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian, mereka tiba di depan sekolah Archer dan Amber. Keduanya turun bersamaan dari mobil. Sebuah mobil melaju dengan kencang dan hampir mengenai tubuh Megan jika saja Dexter tidak sigap untuk menariknya dan membawanya ke dalam pelukannya. Harusnya mobil itu mengurangi kecepatan mengemudinya saat melewati sekolah. Sepertinya pemilik mobil tidak melihat rambu lalu lintas yang ada di sana.


Megan yang ketakutan spontan membalas pelukan Dexter. Untung saja ada Dexter di sana. Kalau tidak, mungkin ia sudah tergeletak di jalan sekarang ini.


"Oh... sh.it. apa dia tidak punya mata?" umpat Dexter menggeram marah.


"Sayang... apa kamu baik-baik saja," ucap Dexter dengan nada suara yang terdengar khawatir mengecup kepala Megan. Bahkan ia sampai memanggil Megan dengan kata sayang. Megan lalu mengangguk. Wanita itu merasa lebih baik sekarang.


"Mommy...." Amber dan Archer berlari menghampiri Megan dan Archer. Seketika Megan melepas pelukannya dari Dexter.


"Hai sayang.." ucap Megan menunduk dan memeluk kedua anak itu.


"Mommy datang untuk menjemput kami?" tanya Amber. Megan lalu mengangguk.


"Yeay...." timpal Archer senang.


"Hei.... daddy juga ada disini, sejak tadi kalian hanya berbicara dengan mommy saja,"


"Hahaha... hai dad..." ucap Amber memeluk Dexter.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita pulang," ucap Dexter.


Megan tampak mencari seseorang di sana, sejak tadi ia tidak melihatnya, " sayang, apa Aron tidak sekolah hari ini?" tanya Megan.


"Aron sekolah mom, tadi dia sudah di jemput daddynya," pungkas Amber. Tidak terasa mereka sudah sekolah hampir 4 bulan.


"Oke.. mari pulang.." ucap Megan.


Amber dan Archer sudah masuk ke kursi belakang disusul oleh Megan.


"Mommy duduk di depan saja, daddy tidak ada kawannya di depan," ucap Amber dan langsung dituruti oleh Megan. Dexter lalu mengemudikan mobilnya.


"Ya sayang... ada apa?" tanya Megan menggeser tubuhnya agar bisa melihat Archer. Anak itu tampak mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memberikan sebuah kertas kepada Megan.


"Apa ini?" tanya Megan melihat kertas tersebut berisi lingkaran berwarna warni. Diatas setiap lingkaran terdapat nama-nama hari.


"Miss Celine yamg memberikannya pada kami. Amber juga ada mom," ucap Amber.


"Miss bilang kami harus memakai baju ke sekolah sesuai warna yang ada dikertas itu mom," ucap Archer.

__ADS_1


"Benarkah?"


"Ia mom, supaya kami bisa mengingat nama-nama warnanya kata Miss Celine. Kata Miss besok kami memakai baju kuning. Miss bilang besok itu selasa kuning," ucap Amber. Megan melihat kertas ditangannya dan memang benar warna lingkarannya kuning.


"Wahh... Miss kalian kreatif ya," ucap Megan.


Tak terasa mereka sudah tiba di depan gerbar rumah Dexter. Seorang satpam lalu membuka pintu gerbangnya dan memberi hormat pada Dexter. Jarak dari gerbang ke rumah Dexter cukup jauh, halaman depan rumahnya di penuhi rumput hijau dan air mancur.


Mereka turun dari mobil, Megan takjub melihat rah Mewah Dexter yang sangat luas dan besar.


"Ternyata rumah orang kaya seperti ini," batin Megan.


"Ayo mom.." ajak Amber meraih tangan Megan.


"Eh.. iya sayang," balas Megan. Mereka lalu berjalan menuju pintu utama rumah Dexter. Beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka. Megan melihat Dorothy juga ada disana.


"Selamat siang tuan dan nona," ucap pelayan. Dexter mengangguk.


Lagi-lagi Megan takjub melihat isi rumah Dexter.

__ADS_1


"Mom, ayo ikut Amber memilih baju untuk besok," ajak Amber senang menarik tangan Megan. Wanita itu hanya mengikuti Amber.


__ADS_2