My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Extra Part 6


__ADS_3

"Sayang.. ayo.." ajak Jack pada Vivian.


"Meg, kami tidur dulu. Good night," ucap Vivian bangkit dari sofa dan mengikuti suaminya dari belakang.


Megan menatap putranya yang tertidur pulas di pangkuan Dexter. Mulutnya yang sedikit terbuka membuat Megan mencium bibir mungil itu karena gemas.


"Anak mommy menggemaskan sekali..." ucap Megan.


"Mommy nya juga menggemaskan, aku jadi ingin memakannya," ucap Dexter mengedipkan mata kanannya. Tidak pernah lupa untuk menggoda istrinya.


"Mesumnya kambuh lagi.." gumam Megan. Dexter lalu tertawa pelan.


"Habisnya istriku semakin hari semakin cantik dan sexy," balas Dexter.


"Dasar tukang gombal kamu," tukas Megan mencubit pelan lengan Dexter.


"Loh kalian belum tidur," timpal Isabelle yang tiba-tiba muncul sembari menggendong Gabriel cucunya yang sedang menangis.


"Oh ini kami mau ke kamar sebentar lagi aunty," balas Megan.

__ADS_1


"Aunty ke kamar Erick dulu, Gabriel menangis," ucap Isabelle berjalan menaiki tangga rumah karena Erick dan Beatrix tidur di kamar yang ada di lantai 2.


Dexter tertawa membayangkan Erick yang menunda kegiatannya malam ini. "Ada apa, kenapa kamu tertawa?" tanya Megan.


"Aku membayangkan Erick yang saat ini sudah naked dan tiba-tiba aunty Isabelle datang menghentikan kegiatan panasnya, Erick pasti frustasi karena menahan sakit di bawah dan di kepalanya," ucap Dexter tertawa.


"Dasar aneh.. sudah ayo kita tidur. Aku sudah mengantuk," ucap Megan menggeleng-gelengkan kepalanya. Keduanya lalu berjalan menuju kamar mereka.


Setibanya di kamar Dexter menidurkan Arthur di atas tempat tidur mereka dan menaruh bantal di sisi kanan dan kirinya.


Megan mengerutkan alisnya, pasalnya mereka tidur di sana juga. Kenapa Dexter harus membuat penghalang.


"Ahhh... nggghhh... ahhh," Megan men.de.sah kuat kala Dexter menghunjamnya dengan keras. Keduanya sedang ber.cinta di ruang kerja Dexter ketika masih tinggal di rumah orang tuanya. Keduanya ber.cinta dengan posisi berdiri, Megan berada di gendongan Dexter. Punggungnya bersandar pada dinding marmer.


"Sayang kau selalu nikmat.. membuatku ingin terus mengurung mu di bawahku," rancau Dexter dengan suara beratnya. Ia tidak pernah bosan dengan milik Megan yang selalu membuatnya puas.


"Dex... ahh.. lebih keras lagihh..." rancau Megan mere.mas rambut kepala Dexter dan menekannya. Ia ingin Dexter memainkan bukit kembarnya.


"Seperti inihhh.." ucap Dexter menghentak kuat miliknya.

__ADS_1


"Yahh.. seperti ituhh... ahhh.." rancau Megan tak kuasa menahan rasa nikmat yang menguasai dirinya.


"Ouchh... Dex... akuh.. akuhh hampir sampai," rancau Megan membuat Dexter semakin mempercepat tempo hunjamannya saat merasakan milik Megan menjepitnya.


"Bersama sayang," ucap Dexter keduanya lalu mencapai puncak.


"Ahhhhhhh.." de.sahan panjang keluar dari mulut mereka. Megan memeluk erat tubuh Dexter. Nafas keduanya terdengar memburu.


"Aku mencintaimu sayang. Terima kasih sudah menjadi istriku," ucap Dexter tulus mengecup kening Megan kemudian bibirnya.


"Aku juga sangat mencintai mu," balas Megan mengecup bibir Dexter.


"Siap untuk ronde keduanya?" tanya Dexter membawa Megan duduk di sofa tanpa melepaskan penyatuan mereka.


"Tentu saja, sampai kamu puas.." ucap Megan menggoda Dexter degan menggoyang pinggulnya. Megan tidak malu-malu lagi untuk menggoda Dexter ketika mereka sedang ber.cinta.


"Tentu saja sayang... kali ini kamu yang memimpin permainannya," ucap Dexter menyeringai.


"Dia juga ingin dipuaskan, sejak tadi dia jarang kamu sentuh.." ucap Megan mengarahkan tatapannya pada benda bulat dan kenyal miliknya dengan pinggulnya yang tetap bergerak maju mundur.

__ADS_1


"Dikabulkan sayangku...." kata Dexter menyentuh kedua benda kenyal itu, dan memainkannya. Keduanya melewati malam panas hingga 3 ronde sebelum mereka kembali ke kamar dan tidur dengan nyenyak.


__ADS_2