My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 62: Bukankah Kalian Sama?


__ADS_3

"Akh.." pekik Megan saat Dexter mendorong tubuhnya hingga terlentang dan setengah tubuh pria itu menindihnya.


"Dan lagi, aku tidak ingin mantanmu itu memiliki kesempatan untuk mendekatimu. Baru saja dua hari aku tidak bersamamu, kalian bahkan makan malam bersama, dan anak-anak juga ikut. Kalian seperti keluarga bahagia saja, " ucap Dexter dengan nada kesal memeluk tubuh Megan, membenamkan wajahnya di ceruk leher Megan.


"Ba..bagaimana bisa kamu tau?" tanya Megan terbata, mungkinkah pria itu menyuruh mata-mata untuk mengawasinya. Kalau ia, Megan akan marah besar. Megan pikir Dexter tidak percaya padanya dan hubungan mereka hingga pria itu mengawasinya.


Dexter bangun, tangannya terulur untuk mengambil ponsel miliknya dari atas nakas.


"Lihat ini," ucap Dexter memberikan ponselnya pada Megan. Wanita itu bangun dan menyandarkan badannya di kepala ranjang. Menatap layar ponsel Dexter yang menampilkan pesan dari Julian.


Julian mengirim foto Megan dengan anak-anak saat mereka makan di cafe. Megan bahkan tidak sadar kapan foto itu diambil.


"Dia sengaja ingin memanas-manasiku," ucap Dexter memeluk Megan. Kepalanya ia sandarkan di dada empuk Megan.


"Ck..aku tidak akan terpancing olehnya. Aku lebih suka bertanya langsung padamu daripada membalas pesannya," pungkas Dexter. Megan membaca pesan-pesan yang dikirim Julian, dan tidak ada satupun dari pesan itu yang Dexter tanggapi. Megan merasa senang karena pria itu menaruh kepercayaan besar padanya. Megan merasa bersalah karena sempat berpikir jika Dexter mengawasinya.


"Aku mengajak anak-anak makan malam di luar dan kami tidak sengaja bertemu Julian dan Erick di Cafe tempat kami makan tadi," ucap Megan menaruh kembali ponsel Dexter ke atas nakas di sampingnya.

__ADS_1


"Erick mengajak kami untuk bergabung dengan mereka. Awalnya aku memang menolak, hanya saja anak-anak ingin makan dengan mereka," ucap Megan.


"Apa kamu masih memiliki rasa padanya?" tanya Dexter.


"Tidak.. Aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa saat ini," ucap Megan. "Karena kamu sudah mengambil hatiku sepenuhnya," lanjut Megan dalam hatinya.


"Astaga aku lupa menghubungi Beatrix.." pungkas Megan tiba-tiba teringat dengan Beatrix. Entah kenapa ia bisa melupakannya tadi.


Dexter mengubah posisinya, tidur dengan kepala di atas paha Megan. "Maksudmu Beatrix sahabatmu itu?" tanya Dexter menatap Megan.


"Hmm.. saat kami bertemu dengan Erick dan Julian, Beatrix juga ada disana. Dan apa kamu tau? Erick mengenalkan Beatrix pada anak-anak sebagai kekasihnya. Dia berhutang penjelasan pada ku. Bisa-bisanya ia menutupinya dariku," ucap Megan mengerucutkan bibirnya kesal dengan sahabatnya itu. Padahal mereka sudah berjanji untuk saling terbuka mengenai pasangan.


"Itu karena dia putriku," balas Megan.


"Ternyata aku tidak salah memilihmu," ujar Dexter meraih satu tangan Megan dan mengecupnya membuat Megan lagi-lagi merona.


"Pantas saja Erick sering datang ke perusahaan ku, ternyata dia ingin menemui Beatrix," ucap Dexter.

__ADS_1


"Aku harap dia tidak bermain-main kali ini," lanjutnya.


"Kau tau, dia itu sama seperti Jack sang cassanova. Kedua sepupu ku itu tidak akan puas jika hanya punya satu pacar saja. Hanya saja Jack sudah menemukan tambatan hatinya. Pria itu benar-benar berubah saat bertemu dengan Vivian," ucap Dexter.


"Lalu apa bedanya denganmu, bukankah kalian itu sama," ucap Megan menyindir Dexter.


"Hei.. aku jelas berbeda dengan mereka. Aku tidak pernah pacaran dengan banyak wanita sekaligus seperti mereka. Dan satu lagi jangan terlalu mempercayai media. Aku akui jika aku memang sering berganti pacar, itu karena aku pikir mereka tidak ada yang tepat untuk ku . Aku membuat perjanjian dengan mereka hanya akan menjalin hubungan dalam waktu 3 bulan saja, kalau aku rasa cocok, aku akan melanjutkannya. Hanya saja tidak ada yang cocok sampai aku menemukanmu, calon ibu dari anak-anak ku. Percaya padaku, aku benar-benar mencintaimu," balas Dexter membela diri.


"Bahkan hanya dua hari pacaran saja, aku sudah ingin mengajak mu menikah secepatnya," ucap Dexter tidak berbohong.


"Bagaimana? apa kamu mau?" tanya Dexter membuat Megan terbelalak. Ia belum siap menjawab pertanyaan pria itu.


"Emm... sepertinya aku harus kembali menemani anak-anak. Aku takut mereka bangun dan tidak melihatku disana," ucap Megan mencari alasan.


"Jangan pergi. Aku juga ingin ditemani tidur disini. Tenang saja, anak-anak tidak akan bangun," ucap Dexter menahan Megan.


"Tapi___" belum juga Megan menyelesaikan perkataannya, Dexter sudah lebih dulu membawa Megan kedalam dekapan pria itu.

__ADS_1


"Good night baby.." ucap Dexter mengecup bibir Megan lalu menutup matanya. Megan hanya bisa pasrah saja, apalagi pria itu memeluknya dengan erat.


__ADS_2