My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 44: Pangeran dan Cinderella Bertemu


__ADS_3

"Dorothy.. kamu pulang saja. Biar saya yang menemani anak-anak di sini," ucap Dexter.


"Baik tuan," ucap Dorothy.


"Nona, cakenya saya letak di meja ya," pungkas Dorothy menaruh cake yang ditangannya. Dorothy lalu pamit pulang.


"Where is mommy dad?" tanya Amber.


"Mommy Megan sedang mandi sayang," ucap


Dexter.


"Jadi kenapa daddy ada di sini, apa daddy mengenal mommy Megan," tanya Archer.


"Apa kalian punya hubungan spesial seperti pacaran dad," tanya Amber berharap Dexter dan Megan adalah sepasang kekasih. Dexter memberi isyarat pada Amber dan Archer agar mendekat. Kedua anak itu lalu mendekat.


"Sebenarnya daddy suka sama mommy Megan, daddy sedang mengambil hatinya. Apa kalian setuju kalau daddy menikah dengan mommy Megan?" tanya Dexter berbicara pelan dengan kedua anaknya.


"Tentu saja dad, kami senang.." ucap Amber gembira.


"Kalau begitu kalian harus membantu daddy untuk mendapatkan hati mommy Megan," ucap Dexter. Kedua anak itu lalu mengangguk dengan kompak.


"Archer... Amber.." pungkas Megan terkejut saat melihat ada si kembar di kamarnya.

__ADS_1


"Mommy..." pekik keduanya berlari dan memeluk kaki Megan.


Wanita itu menunduk dan membalas pelukan kedua anak itu. "Kenapa tidak bilang sama mommy kalau kalian akan datang hmm.." pungkas Megan mengecup kepala Amber dan Archer bergantian. Untung saja di sedang di apartemennya, bagaimana kalau mereka datang sementara Megan sedang tidak ada disana.


"hehehe maaf mom.." ucap Archer mengecup pipi Megan. Dexter mengamati interaksi ketiga orang di depannya, seulas senyum terpatri di bibirnya.


"Mom.. aku bawa cake buatan grandma untuk mommy," ucap Amber berlari ke meja sofa dan mengambil papar bag berisi cake dan menunjukkannya pada Megan.


"Wow... kebetulan mommy sedang lapar. Kalian memang penyelamat mommy. Terima kasih sayang," ucap Megan mengecup senang pipi Amber.


"Mom kami tidak tau kalau ternyata mommy dan daddy sudah saling mengenal.." pungkas Amber. Megan mengerutkan alisnya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Amber.


"Maksud kamu apa sayang, bagaimana bisa mommy mengenal daddy kamu. Kami saja belum pernah bertemu.." ucap Megan membawa kedua anak itu duduk di sofa, mengabaikan Dexter yang berdiri di dekat mereka.


"Tapi daddy ada di sini bersama kita," ucap Archer menunjuk Dexter. Megan terbelalak.


"Astaga... ini serius? Dexter ayah mereka? Ya Tuhan.. dunia begitu sempit. Dalam waktu singkat ternyata aku bertemu dengan ayah dan anak. Dan parahnya aku tidak menyadarinya. Pantas saja aku selalu merasa wajah si kembar serasa tidak asing bagiku," batinnya.


"Ja..jadi kalian__"


"Aku juga baru tau jika selama ini, mommy Megan yang mereka ceritakan padaku itu kamu," intrupsi Dexter duduk di sofa.


"Tau begini, sejak kemarin aku tidak akan menolak ajakan mereka untuk menemui mu," gumamnya. Beberapa kali kedua anaknya memang mengajak Dexter untuk menemui Megan. Hanya saja Dexter tidak tertarik.

__ADS_1


"Aku sangat senang anak-anak menyukai mu. Terima kasih karena sudah membiarkan kedua anakku memanggilmu mommy," ucap Dexter. Megan mengangguk.


"Yeayyy... Pangeran dan Cinderella akhirnya bertemu," timpal Amber bertepuk tangan.


"Lalu kapan pernikahannya akan dilaksanakan dad, mom," ucap Amber sontak membuat Megan terbelalak.


"Tanyakan pada mommy mu, kapan dia siap menikah," balas Dexter santai menatap Megan dengan mata yang semakin membesar.


"Kapan mom?" tanya Archer membuat Megan gelagapan. Tidak tau harus menjawab apa.


"Ah itu..."


"Mommy lapar banget nih, bagaimana kalau kita makan cake nya dulu. Mommy akan buatkan susu dulu. Kalian mau susu rasa apa?" ucap Megan mengalihkan pembicaraan.


"Aku mau susu rasa coklat mom," ucap Amber kesenangan karena mereka akan memakan cakenya. Padahal sebelumnya ia sudah makan banyak.


"Aku juga rasa coklat mom," timpal Archer.


"Daddy mau susu coklat juga?" tanya Amber.


"Emm... tidak. Daddy tidak mau susu itu. Daddy mau susu...." Dexter diam sejenak. Megan menatapnya menunggu jawaban Dexter. Tatapan pria itu turun kebawah tepat di bukit kembar milik Megan.


"Akh.. sial, dasar mesum.." batin Megan ingin melempar mata pria itu saat menyadari arah pandangan Dexter. Megan bangkit dari sofa dan pergi menuju dapur.

__ADS_1


"Aku kopi saja," ucap Dexter tersenyum melihat wajah kesal Megan.


__ADS_2