My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 54: Vitamin


__ADS_3

Sejak tadi Megan mondar-mandir di apartemennya. Ia belum bisa melupakan kejadian dimana ia mencium Dexter.


"Astaga.. kenapa aku jadi malu begini..." ucap Megan berbicara sendiri.


"Memangnya kenapa? bukankah kami sudah menjadi sepasang kekasih.." gumamnya. Seketika ia tersadar.


"Akhhh.. apa.. apa aku sedang mengakuinya sekarang..." gumam Megan semakin uring-uringan.


"Berhenti Megan.. berhenti memikirkannya," ucap Megan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.


"Tapi.... sepertinya menjadi kekasih Dexter tidak terlalu buruk," ucapnya.


"Aku akan mencobanya, tapi aku masih ragu apakah pria itu benar-benar mencintaiku atau hanya sekedar tertarik saja," batin Megan.


"Ya ampun... kenapa aku jadi bingung sendiri. Sebaiknya aku hubungi Beatrix dan Vivian dulu," ucap Megan mengambil ponselnya dan menghubungi kedua sahabatnya itu.


****


Megan sedang berdandan di depan kaca riasnya, ponsel miliknya bergetar.


✉️

__ADS_1


"Aku menunggumu di bawah 😘" (Dexter)


"Baiklah, tunggu sebentar,"


Dengan cepat Megan menyelesaikan riasannya lalu mengambil tas kerja miliknya sebelum pergi.


Megan menghela nafas saat melihat Dexter bersandar di mobil mewah miliknya dengan kacamata hitam bertengger santai di matanya.


"Selamat pagi Sweetheart.. apa tidurmu nyenyak tadi malam?" tanya Dexter mengecup kening Megan. Wanita itu hanya mengangguk saja. Seperti biasa Dexter membukakan pintu untuk Megan.


"Thanks," balas Megan lalu masuk ke dalam mobil.


Setelah bercerita panjang lebar dengan kedua sahabatnya tadi malam dan atas saran kedua sahabatnya, Megan akhirnya memutuskan untuk menerima hubungannya dengan Dexter.


"Yap.. sebisa mungkin aku akan mengantar dan menjemput mereka," balas Dexter meraih salah satu tangan Megan lalu menggenggamnya. Tangannya yang lain ia gunakan untuk memegang setir mobil. Megan hanya diam saja meskipun sebenarnya jantungnya berdetak lebih cepat.


"Dua hari ke depan aku akan pergi ke luar kota untuk urusan bisnis. Tolong batalkan jadwalku untuk dua hari ke depan," ujar Dexter mengecup tangan Megan. Wanita itu mengerutkan kedua alisnya. Seingatnya tidak ada jadwal Dexter keluar kota dalam minggu ini. Apa Dexter sedang berbohong padanya.


"Addison menghubungiku tadi malam. Pembangunan resort baru ku hampir selesai. Kami ingin meninjaunya kesana. Apa kamu marah? aku bisa mengutus orang lain untuk menggantikan ku," ucap Dexter menghilangkan keraguan dalam dirinya. Megan lupa jika Dexter punya banyak bisnis.


"Oh tidak... tidak... kamu pergi saja," pungkas Megan.

__ADS_1


"Apa kamu ingin ikut."


Megan menggelengkan kepalanya.


"Huh... sayang sekali. Padahal aku berharap kamu ikut," pungkas Dexter kecewa.


"Kalau begitu, aku titip anak-anak sampai aku kembali nanti," ucap Dexter. Setidaknya ia tidak khawatir dengan kedua anaknya itu karena ada Megan yang menemani mereka di rumah.


"Baiklah..." balas Megan.


"Terima kasih sayang. Kamu yang terbaik," ucap Dexter mengecup punggung tangan Megan berkali-kali. Kalau saja ia tidak sedang mengemudi, mungkin ia akan melu.mat bibir kekasihnya itu.


Setibanya di depan ruangannya, Dexter menarik tangan Megan masuk ke dalam ruangannya.


"Dex.. apa yang kamu lakukan," ucap Megan.


"Aku tidak tahan lagi, sejak tadi aku ingin mencium mu sayang.." ucap Dexter dengan cepat meraup bibir manis Megan. Menggoda wanita itu agar membalas ciumannya. Megan yang terbuai akhirnya membalas ciuman Dexter yang selalu memabukkan. Tak tinggal diam, tangan Dexter membuka tiga kancing teratas kemeja Megan lalu tangannya menyusup ke dalam meraih salah satu bukit kembar Megan, membelainya dengan lembut membuat Megan mengerang.


"Dex.. ngghh...." Megan mengerang kala tangan Dexter me.re.mas gundukan kenyal itu. Benda yang menjadi favoritnya itu.


Dexter yang merasakan Megan yang mulai kehabisan nafas melepaskan tautan mereka. Dexter menyatukan kening mereka, merasakan hembusan nafas Megan yang putus-putus. Pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Megan, merapatkan tubuh wanita itu padanya. Jarak wajah keduanya begitu dekat. Semburat merah tercetak di wajah Megan.

__ADS_1


"Terima kasih untuk vitaminnya pagi ini," ucap Dexter mengecup singkat bibir Megan lalu turun ke bawah, mencium belahan dada wanita itu.


__ADS_2