My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 68: Edward Marah


__ADS_3

"Bisa tidak cara bicaramu itu kamu jaga.." bisik Freya melotot pada Edward.


"Hai bocah-bocah.. bagaimana kabar kalian," ucap Edward mengusap kepala Amber dan Archer tidak membalas perkataan istrinya.


"Hai uncle kami baik.." balas Amber dan Archer.


"Sering-seringlah berkunjung kesini biar ada teman Aron," ujar Edward. Lihat, sikapnya berbeda jika itu pada kedua anak Dexter. Edward hanya tidak suka saja pada ayah kedua anak itu.


"Baik uncle, kami akan sering berkunjung ke rumah grandma," balas Archer.


********


Megan, Alma dan Freya sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. Harold mengajak Dexter dan ketiga cucunya memancing. Sedangkan Edward, jangan ditanya. Pria itu tidak akan ikut. Ia tidak menyukai kegiatan itu.


"Meg.. bagaimana kabar si Julian brengsek itu? apa dia masih hidup?" tanya Edward yang tiba-tiba muncul di dapur mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas. Gaya berbicaranya memang agak sarkas. Mungkin orang yang baru mengenalnya menganggap Edward kasar. Percayalah, jika sudah mengenalnya cukup dekat, kalian akan tau jika sebenarnya pria itu adalah pria yang baik hati.

__ADS_1


"Dia sudah menikah dengan wanita itu kak," balas Megan.


"Aku harap dia tidak mengganggumu lagi, atau aku akan mematahkan lehernya sekali lagi," ucap Edward.


"Pasti si duda itu sedang mencari-cari perhatian daddy sekarang," ucap Edward bersandar di dinding.


"Apa kamu sedang cemburu dengan Dexter .." ujar Alma mengupas bawang.


"Ck.. siapa juga yang cemburu mom, apa lagi dengan si Dexter itu," decak Edward membantah perkataan Alma.


"Sebenarnya banyak pria lain kak, tapi mau bagaimana lagi, hatiku hanya menginginkannya.." jawab Megan membalik ikan bakarnya.


"Tapi kakak tidak suka kalau dia menjadi adik ipar ku, menyebalkan sekali. Pria itu tidak pantas untukmu," tukas Edward menyesap minuman dinginnya.


"Memangnya Dexter juga mau kalau kamu kakak iparnya? kalau bisa diganti, aku yakin mungkin Dexter sudah cepat-cepat melakukannya," timpal Freya kesal dengan suaminya yang terlalu terang-terangan mengucapkan rasa tidak sukanya pada Dexter di depan Megan dan juga Dexter. Freya takut perkataan Edward menyakiti hati adik iparnya itu.

__ADS_1


"Sayang... apa maksudmu. Kamu membelanya? aku ini suami mu. Pria itu memang kurang cocok dengan Megan. Selain playboy, dia juga sudah pernah diceraikan oleh istrinya, itu saja membuktikan dia tidak setia. Aku tidak mau itu terjadi juga dengan adik ku," balas Edward. Baginya pernikahan sangat sakral.


"Terserah kamu saja Ed," ucap Freya malas beradu mulut dengan suaminya itu. Tapi ia tau jika suaminya hanya mengkhawatirkan adiknya itu.


"Apa kamu marah?" tanya Edward memeluk Freya dari belakang.


"Lepaskan tanganmu Edward.." ucap Freya. Edward menggeleng. Ia tau istrinya sedang marah, buktinya istrinya memanggil namanya.


"Mom... istriku sepertinya marah padaku," ucap Edward mengadu pada Alma.


"Tanggung sendiri, siapa bilang kamu memancing mood ibu hamil," pungkas Alma.


"Sayang... maafkan aku," ucap Edward namun diabaikan oleh Freya.


"Baby.. tolong daddy dong. Bilang sama mommy mu agar memaafkan daddy," tukas Edward mengusap perut Freya.

__ADS_1


"Akhh.. memangnya cuma kamu yang bisa marah. Sekarang aku juga marah karena kamu marah padaku," ujar Edward frustasi meninggalkan Freya. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dan duduk bersandar di sofa dengan melipat kedua tangannya. Ketiga wanita itu cekikikan melihat tingkah Edward.


__ADS_2