
Dorothy menghampiri Megan dan Dexter yang baru saja tiba di depan pintu.
"Tuan, nyonya..tuan Julian sedang ada di rumah," ucap Dorothy.
"Kenapa kalian mengizinkannya masuk?" tanya Dexter membuat Dorothy mengerutkan alisnya. Tidak mengerti dengan perkataan tuannya. Seingatnya Julian sudah beberapa kali berkunjung sebelumnya. Dan bukankah Julian juga teman dan rekan kerja tuannya.
"Ah lupakan saja..." ucap Dexter melihat wajah bingung Dorothy. Wanita itu tidak tau apa yang telah terjadi sebelumnya. Lagipula Dexter juga tidak memberi perintah untuk mereka untuk mengusir Julian jika datang ke rumahnya.
"Kenapa Julian datang kesini?" tanya Megan. Sejak kejadian Megan hampir di lecehkan di apartemennya, Julian tidak pernah lagi muncul. Bahkan selama satu bulan kedepannya keluarganya selalu mencarinya karena tidak ada yang tau keberadaannya.
"Aku tidak tau sayang, kalau sampai dia datang kesini hanya untuk mengambil mu dariku saat itu juga aku tidak segan-segan menghabisinya," pungkas Dexter tegas. Kedua lalu masuk ke dalam rumah dan melihat Julian sedang duduk di sofa membelakangi mereka.
__ADS_1
"Julian.." panggil Megan. Pria itu kemudian memutar tubuhnya yang terlihat kurus dengan kantong mata yang tebal menghiasi wajah tampannya.
"Megan.." gumam Julian bangkit dari sofa, berjalan mendekati Megan. Spontan membuat Megan mundur, mungkin karena Megan yang tiba-tiba terbayang dengan kejadian di apartemennya.
Julian menghentikan langkahnya, sadar dengan reaksi Megan. "Maaf, kamu pasti masih trauma.." ucap Julian pelan.
"Meg... aku datang ke sini hanya untuk meminta maaf pada mu," ucap Julian mengabaikan tatapan tajam dari Dexter.
"Maaf jika aku baru datang hari ini untuk meminta maaf pada mu. Saat itu aku mengurung diri selama satu bulan. Dan akhir-akhir ini aku sedang mencari keberadaan winter," lanjutnya lagi.
"Aku siap menerima hukuman apa pun dari mu, asalkan kamu memaafkan ku Megan," ucap Julian dengan raut wajah penuh penyesalan. Winter juga telah menghukum dirinya dengan pergi meninggalkannya. Bayi mereka meninggal karena kesalahannya. Ternyata ada kesalahpahaman diantara mereka. Julian menyesal tidak mendengar penjelasan dari ibunya pada saat itu dan mengurung diri selama satu bulan menjauh dari teman dan keluarganya.
__ADS_1
Megan melihat wajah sedih Julian dan permintaan maafnya yang tulus, "Julian, aku sudah memaafkan mu," balas Megan. Sekarang ia sepertinya lebih tertarik untuk mendengar penjelasan dari Julian tentang dirinya yang mencari Winter.
"Istriku sudah memaafkan mu, jadi silahkan kamu pulang," ucap Dexter dengan wajah datarnya.
"Hubby, tunggu dulu. Aku masih ingin menanyakan sesuatu dengan Julian," pungkas Megan menatap Dexter yang tampak mengerutkan kedua alisnya.
"Julian.. apa yang terjadi dengan Winter? apa Winter kabur?" tanya Megan duduk di sofa. Ia juga mengajak Julian untuk duduk di sofa.
"Ini semua karena kesalahanku.." pungkas Julian.
"Aku suami dan ayah yang buruk ..." Julian mulai berkaca-kaca. Ia menceritakan semuanya pada Megan. Mulai dari awal ia mendengar pembicaraan ibunya dengan teman dekatnya tentang dirinya dan winter yang bekerja sama untuk menjadikan Winter sebagai istri Julian. Ibunya menawarkan uang yang banyak untuk Winter agar wanita itu mau menikah dengan Julian. Winter dan ibunya sudah mengatur semuanya malam itu hingga Julian dan Winter tidur bersama. Ia marah besar saat itu, tidak menyangka jika ibunya dan Winter yang menjebaknya hingga masuk ke dalam perangkap mereka.
__ADS_1
"Saat itu juga aku menemui Winter dan bersikap kasar padanya, menyakitinya dan pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasannya," ucap Julian.