
Di dalam perjalanan menuju sekolah, keempat orang yang ada di dalam mobil itu bernyanyi bersama mengikuti alunan musik yang di putar.
"Mom, nanti kalian akan menjemput kami kan," pungkas Archer. Megan menoleh ke kursi belakang melihat kedua anak itu.
"Tentu saja sayang," balas Megan tersenyum.
"Kami tidak mau mummy yang menjemput kami," ucap Archer melipat kedua tangannya.
"Memangnya ada apa?" tanya Dexter.
"Semalam mummy bilang akan menjemput kami, tapi mummy tidak datang. Kami menunggu lama di sekolah sampai sekolah kosong. Miss July melihat kami dan menemani kami menunggu mummy. Tapi mummy tidak datang juga. Miss July akhirnya menghubungi telepon rumah. Terakhir kami pulang dengan Dorothy," ujar Archer.
"Astaga... kenapa kalian tidak bilang tadi malam pada daddy," ucap Dexter menahan amarahnya. Bisa-bisanya Anastasia lupa menjemput anak-anaknya. Kalaupun dia tidak bisa menjemput karena alasan tertentu, harusnya ia mengabari orang di rumahnya untuk menjemput anak-anak. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anak-anaknya.
"Mummy minta maaf sama kami dad, kata mummy dia bersalah dan bilang tidak perlu dikasih tau sama daddy, kata mummy ia saat itu sedang sibuk dad," ujar Amber mengoyang-goyangkan kakinya.
"Lain kali kalau mummy bilang ingin menjemput kalian, pastikan dulu mummy memang benar-benar menjemput kalian ya nak," ujar Megan lalu mengusap lengan Dexter yang terlihat meremas setir mobil. Ia tau jika Dexter sedang marah.
"Baik mom," ucap Archer dan Amber bersamaan.
__ADS_1
******
Siang harinya Dexter mengajak Megan untuk melihat Sienna adik Aron yang seharusnya rencana Megan setelah pulang bekerja. Kebetulan Dexter tidak punya jadwal lagi siang ini, oleh karena itu Dexter mengajak Megan untuk berkunjung ke rumah Edward.
"Kita ambil hadiah untuk Sienna ke apartemen ku dulu ya," ujar Megan, Dexter lalu mengangguk.
Setelah mengambil beberapa hadiah untuk Sienna dari apartemen Megan, mereka kemudian menuju rumah Dexter untuk menjemput Amber dan Archer.
Setibanya di rumah Dexter, Megan lalu menemui kedua anak itu yang sedang berada di ruang bermain. Sementara Dexter menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya yang lebih santai.
Beberapa menit kemudian
Dexter memarkirkan mobilnya di sebuah toko yang menjual perlengkapan bayi.
"Aku dan anak-anak juga ingin membelikan kado untuk Sienna," ucap Dexter.
"Ya ampun, tidak perlu Dex. Aku akan bilang hadiah yang ada di bagasi dari kita," ujar Megan.
"No sayang.. kita akan menambahinya," ucap Dexter mengajak mereka masuk ke dalam toko.
__ADS_1
Saat pintu toko terbuka, kedua mata Megan langsung berbinar menatap semua perlengkapan bayi yang ada di sana. Megan lalu mengajak melihat benda-benda mungil dan penuh dengan beragam warna. Sedangkan tatapan Dexter tertuju pada area perhiasan untuk anak-anak.
"Tolong bungkus yang ini," tunjuk Dexter pada salah satu gelang permata.
"Baik tuan," ucap wanita penjaga toko tersebut.
Dexter kemudian menemui Megan dan kedua anaknya yang sedang memilih sepatu bayi.
"Mom.. Amber mau kasih yang sepatu biru dan pink ini mom," ujar Megan.
"Ok princess... " ucap Megan mengusap rambut kepala Amber.
"Kamu sudah pilih kado mu boy?" tanya Dexter.
"Belum dad.. aku masih memilih yang cocok untuk baby Sienna," ujar Archer melangkahkan kakinya menuju tempat pakaian bayi. Archer tampak memilih yang menurutnya bagus.
"Mom.. bagaimana dengan yang ini," ucapnya membawa beberapa stelan baju bayi bersama topi bayi.
"Bagus, tapi ini banyak sekali sayang. Pilih dua saja ya, nanti kalau Sienna sudah lebih besar, kita akan membelinya lagi," ujar Megan.
__ADS_1
"Okay mom," ucap Archer mengembalikan baju ditangannya ke tempat semula.
Setelah barang-barang mereka dibungkus dan Dexter membayarnya, mereka lalu peri menuju rumah Aron.