
Sore harinya Dexter mengajak kedua anaknya bersama Megan ke rumah orang tua Megan. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Megan dan berencana akan menginap di sana.
Tak lama kemudian mereka tiba di depan rumah kedua orang tua Megan. Mereka lalu turun dari dalam mobil.
"Ayo sayang.." ajak Megan menggenggam tangan Amber dan Archer.
Megan membuka pintu rumah dan melihat Harold ayahnya sedang bermain kuda mainan di ruang tamu. Sedangkan Alma dan Freya menonton TV.
"Mom.. dad.." ucap Megan membuat keempat orang yang ada di ruang tamu itu menoleh kearahnya.
"Aunty..." pekik Aron melepaskan mainannya dan berlari menghampiri Megan, lalu memeluk kaki wanita itu. Aron merindukan Megan, selama liburan musim panas ini, Megan jarang menemuinya.
"Hai.. Amber, Archer dan uncle.." sapa Aron melambaikan tangannya.
"Hai Aron.." balas kedua anak itu sebelum berlari menghampiri Alma dam Harold.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu," tanya Megan menunduk, mensejajarkan tubuhnya dengan Aron.
"Baik aunty. Aron rindu aunty. Aunty menginap disini kan," ucap Aron menatap wajah Megan.
"Aunty juga merindukan keponakan tampan ku ini," ujar Megan mengecup pipi Aron.
"Tenang saja, kami akan menginap di sini," ujar Megan menggenggam tangan Aron berjalan mendekati ruang tengah.
"Silahkan duduk nak.." ucap Harold pada Dexter.
"Kenapa kalian tidak mengabari mommy kalau kalian akan datang," tanya Alma. Setidaknya Alma membuat sesuatu untuk menyambut mereka.
"Ya ampun mom.. sejak kapan Megan harus bilang dulu kalau mau datang ke rumah orang tua Megan sendiri," ujar Megan menatap aneh pada Alma.
"Kalau kamu mah udah biasa. Masalahnya kamu tidak datang sendiri. Kamu membawa cucu-cucu mommy dan calon mantu mommy juga. Mommy tidak ada persiapan untuk menyambut cucu-cucu mommy ini," ucap Alma mencium Amber yang ada di pangkuannya.
__ADS_1
"Ahh.. sepertinya sainganku akan bertambah lagi di rumah ini dad. Sepertinya si bungsu di rumah ini akan berganti. Cucu-cucunya jadi si bungsu sekarang dad.." ujar Megan mengerucutkan bibirnya. Pura-pura cemburu. Semua orang lalu tertawa.
"Kamu tetap menjadi anak bontot daddy kok Sweety.." ucap Harold pada putrinya.
"Daddy memang yang terbaik.." balas Megan.
"Kak... bagaimana kabar keponakan ku yang ada di sini.." tanya Megan mengusap perut besar Freya.
"Dia baik-baik saja. Dua bulan lagi kakak akan melahirkan," jawab Freya.
"Aku tidak sabar untuk menggendongnya seperti Aron dulu. Bayi mungil yang imut, dan tak terasa bayi mungil itu sudah sebesar ini," pungkas Megan mengusap rambut kepala Aron.
"Wah... wah... ada acara apa ini, kenapa rumah kalian rame mom.." timpal Edward yang baru saja pulang dari kantor polisi. Bahkan ia masih memakai seragam kerjanya karena sehabis pulang kerja, ia langsung singgah di rumah orangtuanya karena ia yakin istri dan anaknya ada di rumah orangtuanya.
"Oh dia yang datang.." ujar Edward dengan nada tidak suka. Pria itu lalu mengambil posisi duduk di samping istrinya dan mengecup bibir Freya lalu menatap tajam ke arah Dexter yang juga menatapnya seolah mereka sedang perang mata. Dexter tentu saja tidak terlalu peduli dengan Edward yang tidak menyukainya. Karena yang terpenting baginya adalah Megan mencintainya dan juga calon mertuanya itu menerimanya.
__ADS_1
Harold hanya menghembuskan nafasnya, melihat anaknya yang tidak terlalu suka dengan Dexter. Bahkan Edward pernah mengatakan pada Harold agar menjauhkan Megan dari Dexter karena menganggap Dexter tidak baik untuk Megan. Tapi Harold pikir, Dexter pria yang baik sejauh ini. Tidak ada yang tau jika Dexter beberapa kali menghubunginya dan selalu mengatakan jika Dexter benar-benar serius pada Megan. Dexter juga sudah menceritakan masa lalu pria itu padanya.