My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 102: Penyatuan


__ADS_3

Megan kembali mengerang saat Dexter kembali meraup dadanya, memilin puncak dadanya yang lain. Dexter menggoda Megan dengan menggesekkan miliknya di inti Megan.


"Dexxhhh.. ahhh.." lenguh Megan.


"Siap? kita akan masuk ke permainan inti sayang," bisik Dexter serak. Megan lalu mengangguk.


"Katakan jika aku menyakitimu," ucap Dexter mengecup bibir Megan. Perlahan Dexter mendorong miliknya ke inti Megan.


"Ouchh .. sayang... kamu sempit sekali," rancau Dexter merasakan kenikmatan bahkan miliknya belum seutuhnya tenggelam di dalam liang Megan.


"Sshh.. akhh.." ringis Megan merasakan sesuatu di dalam sana seperti di robek.


"Apa sakit?" tanya Dexter mengeluarkan miliknya.


"Sedikit. Kenapa kamu mengeluarkannya lagi," tanya Megan malu-malu.


"Aku takut kamu kesakitan sayang. Ini pertama kali untuk mu," ucap Dexter. Ia kemudian mendorong kembali milik nya ke dalam inti Megan. Ia mencium bibir Megan dengan lembut dan tangannya bermain-main di dada Megan untuk menghilangkan rasa sakit itu.


"Jlebb..." akhirnya milik Dexter tertanam di liang kehangatan Megan. Pria itu mendiamkan miliknya beberapa menit sebelum menggoyang nya.

__ADS_1


Dexter melakukan gerakan maju mundur dengan perlahan, membuat Megan mengerang kenikmatan. Awalnya memang terasa sakit, tapi setelah itu Megan hanya merasakan kenikmatan yang tiada taranya.


"Ahhh... uhhh.." desah Megan tiap kali Dexter menghentak kuat sesekali.


"Sayang...sayangghhhh.. ahhh.. kamu sempit sekali," rancau Dexter memaju mundurkan pinggulnya menusuk Megan lebih dalam. Ruangan itu kini dipenuhi dengan erangan dan bunyi penyatuan mereka.


"Ahhh .. Dex.. lebih cepat.." rancau Megan menarik kepala Dexter ke dadanya. Seolah ingin pria itu memainkannya. Dexter meraup salah satu benda kenyal itu dan menyedotnya.


"Dexxhhh.." Megan menggeleng-gelengkan kepalanya tak tahan menahan rasa geli dibawahnya.


"Dexxhhh... kenapa rasanya nikmat sekali.." rancau Megan menggelinjang tak kuasa menahan rasa nikmat. Dexter mempercepat tempo hunjamannya ketika merasakan milik Megan menjepitnya kuat.


"Dex.. aku..akan sampaihh.." ucap Megan merasakan dirinya akan seakan ingin meledak. Dexter semakin mempercepat temponya hingga akhirnya Megan mengalami pelepasan. Nafas Megan tersenggal-senggal, keringat bercucuran dari dahinya. Dexter membiarkan Megan menikmati pelepasannya hingga wanita itu siap untuk digempur kembali.


"Kamu menikmatinya sayang..." tanya Dexter dengan suaranya yang berat menahan gairahnya. Megan menganggu malu.


"Oke.. mari kita lakukan lagi," ucap Dexter kembali mengerakkan pinggulnya maju mundur.


"Ahhh Megan... sayang..." rancau Dexter membuat Megan meremang. Megan semakin melebarkan pahanya dan melilitkan kakinya di pinggang Dexter.

__ADS_1


Dexter meghentak-hentakkan miliknya membuat Megan merancau dan mengerang kuat. Dexter sangat menyukai suara kuat Megan ketika men.de.sah.


"Dex.. lebih dalam..." ucap Megan.


"Dikabulkan sayang ahh.." Dexter menghentak dalam-dalam miliknya. Tak lama kemudian Megan ingin meledak kembali.


"Dex.. akuhhh... hampir sampaihh.." rancau Megan mengeratkan pelukannya.


"Tahan sayang... kita akan melakukannyahh.. bersamahh.." ucap Dexter menghentak kuat.


Megan merasakan milik Dexter semakin membesar di dalamnya. Dexter mempercepat gerakannya karena sebentar lagi ia akan keluar.


"Dex... akuhh__"


"Bersama sayang..." ucap Dexter menghentak kuat pinggulnya.


"Ahhhhhhhh...." de.sahan panjang keluar dari mulut keduanya. Dexter menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Megan. Membiarkan semua spermanya masuk ke dalam rahim Megan. Tangan Megan terulur mengusap rambut Dexter dengan nafas keduanya yang masih memburu. Sesekali Dexter menghentak putus-putus menyemprotkan sisa cairannya. Dexter merasa ini adalah percintaan yang luar biasa dalam hidupnya.


"Aku mencintai mu sayang.." ucap Dexter.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu," balas Megan mengecup kepala Dexter.


__ADS_2