
Megan kembali dari bawah untuk mengambil barang-barang pesanannya dari toko online beberapa hari yang lalu.
"Kamu habis darimana," tanya Dexter yang sedang menikmati Risotto buatan Megan sembari menonton Televisi.
"Mengambil paket ku yang baru saja datang," ucap Megan menaruh tumpukan barang-barang yang ada di tangannya di lantai. Megan lalu duduk di atas karpet bulu, tidak sabar lagi untuk unboxing barang-barangnya.
Megan membuka kotak pertama berisi panci steambot elektronik yang dibelinya.
"Wow.. ini bagus banget. Rasanya tidak sia-sia aku membelinya," ucap Megan mengamati keseluruhan panci steambot.
"Kayaknya malam ini bikin hotpot deh.." gumam Megan senang tak sabar untuk mencobanya.
Selanjutnya Megan membuka kardus berisi piring keramik bergaya jepang.
"Oh imutnya.." gumam Megan memeluk piring keramik itu. Dexter hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah aneh wanita di depannya itu.
Megan adalah pacar pertamanya yang suka mengoleksi barang-barang dapur dan tidak suka saat Dexter memberinya uang atau membelikannya barang-barang mewah selagi mereka pacaran. Megan bilang itu akan dilakukannya kalau ia sudah menjadi istrinya.
Megan semakin tidak sabar membuka kardus selanjutnya yang berisi pakaian bayi, hadiah untuk keponakan perempuannya jika sudah lahir nanti.
"Hubby, coba lihat ini. Cantik bukan?" tanya Megan mengangkat sepasang kaos kaki berwarna pink.
"Cantik, secantik kamu," ujar Dexter.
"Aishh.. aku serius tau. Kamu malah menggombal," ujar Megan mengambil sepatu putih bermotif bunga. Suasana hatinya sangat senang hanya dengan membuka paketnya.
__ADS_1
"Astaga... aku bahkan tidak sabar lagi menanti kelahiran adik Aron," gumam Megan.
"Aku juga tidak sabar membuat adik untuk Amber dan Archer," ucap Dexter.
blushh.. wajah Megan merona tidak sanggup melihat Dexter.
"Bagaimana kalau sekarang kita membuatnya," goda Dexter.
"Diam lah Dex, nanti kamu tersedak," ucap Megan mengalihkan pembicaraan.
"Kapan anak-anak pulang dari rumah Anastasia?" tanya Megan seakan mereka sudah lama disana. Padahal kedua anak itu baru pergi tadi pagi.
"Mungkin besok," jawab Dexter mencoba menebak.
*******
"Selamat malam tuan, nona," ujar Alvin mengambil alih koper dari tangan Dexter. Ketiganya lalu berjalan menuju mobil.
"Apa Anastasia masih di rumah?" tanya Dexter.
"Ya tuan, nyonya bilang dia akan menginap malam ini," balas Alvin. Akhir-akhir ini, Anastasia lebih sering menemui kedua anaknya.
Setengah jam kemudian, mereka tiba di rumah Dexter. Pria itu menenteng tas Megan, melihat kekasihnya yang terlihat kelelahan.
"Mommy..." ucap Amber dan Archer berlari menghampiri Megan. Keduanya menunggu di ruang tengah bersama Anastasia saat tau Megan dan daddynya akan pulang.
__ADS_1
"Hai sayang..." ucap Megan merindukan kedua anak itu. Ia berlutut dan merentangkan kedua tangannya memeluk kedua anak itu.
"Kenapa kalian belum tidur nak," ucap Megan mengecup pipi Archer dan Amber.
"Kami mau menunggu mommy pulang, kata Dorothy kalian akan sampai di rumah malam hari," ucap Archer.
"Sepertinya kalian melupakan daddy," timpal Dexter.
"Sorry dad.. hehehehehe..." ujar Amber memeluk kaki Dexter.
"Apa kalian sudah makan nak?" tanya Megan.
"Belum mom, kami menunggu kalian. Mummy tadi sudah menyiapkan makan malam bersama pelayan. Mummy bilang kita akan malam bersama," ucap Amber. Sebenarnya Anastasia hanya membantu sedikit saja. Hanya untuk menyajikannya saja.
"Ya ampun, seharusnya kalian tidak menunggu kami. Bagaimana kalau tadi ada kendala dan kami pulang lebih lama. Pasti kalian sudah lapar sekarang," ucap Megan khawatir.
"Sedikit mom, tadi kami sudah makan cake dengan mummy," ujar Amber.
"Ya sudah, ayo kita makan dulu," ajak Megan.
Mereka lalu berjalan menuju ruang makan. Anastasia menahan tangan Megan membuat langkah wanita itu tertahan.
"Jangan harap kamu bisa dengan mudah mendapatkan mereka. Aku bisa meminta anak-anak ku agar kami kembali bersatu," ucap Anastasi meninggalkan Megan yang terpaku di tempatnya.
Dexter menatap Megan yang terdiam di tempatnya. Ia yakin Anastasia mengatakan sesuatu padanya.
__ADS_1
"Sayang.. kenapa kmau masih berdiri disitu," ucap Dexter menyadarkan Megan. Wanita itu lalu tersenyum dan melangkahkan kakinya untuk bergabung bersama mereka.